Pemprov Papua Tengah Perkuat Pertahanan Siber, Aparatur Diminta Jadi Garda Terdepan Lindungi Data Pemerintah

oleh -93 Dilihat

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Keamanan Siber dan Sandi di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Selasa (9/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Tengah, Viktor Fun, yang hadir mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa.

banner 728x90

Dalam sambutannya, Viktor Fun menegaskan bahwa penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital dan peningkatan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menjadi kebutuhan mendesak di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

BACA JUGA: Hadapi Ancaman Siber, Pemprov Papua Tengah Perkuat Kapasitas Aparatur melalui Bimtek Keamanan Siber

“Kita hidup pada zaman yang berbeda, jika dahulu pada suatu pemerintahan diukur dari luas wilayah, kekayaan alam dan jumlah penduduknya. Maka, saat ini terdapat satu kehidupan yang tidak kalah penting yaitu informasi dan data,” ujar Viktor Fun.

Menurutnya, di era digital saat ini data telah menjelma menjadi aset strategis yang menentukan kualitas pelayanan publik dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Data kependudukan, keuangan, kesehatan, pendidikan hingga pembangunan daerah merupakan sumber daya yang sangat berharga dan harus mendapat perlindungan maksimal.

Ia menekankan bahwa ancaman terhadap data bukan lagi sekadar persoalan teknis, melainkan ancaman nyata terhadap jalannya pemerintahan, kualitas pelayanan publik, bahkan kepercayaan masyarakat kepada negara.

Viktor menjelaskan bahwa bentuk ancaman pada era modern tidak selalu hadir dalam bentuk konflik fisik. Serangan siber dapat melumpuhkan jaringan, aplikasi, maupun pusat data pemerintahan tanpa harus merusak infrastruktur secara langsung.

“Papua Tengah sebagai Provinsi baru, sedang membangun banyak hal secara bersamaan. Kita membangun infrastruktur, meningkatkan kualitas publik, memperkuat tata kelola pemerintahan. Dan pada saat yang sama, kita juga melakukan transformasi digital dan pemerintah mulai memanfaatkan teknologi informasi agar lebih cepat, transparan dan akuntabel,” tegasnya.

Karena itu, ia mengingatkan bahwa digitalisasi harus berjalan beriringan dengan penguatan sistem keamanan informasi.

Perlu menyadari bahwa digitalisasi tanpa keamanan juga membangun rumah yang megah tanpa pintu dan kunci. Sistem yang canggih tidak dapat berarti apabila tidak terlindungi dari ancaman syber. Karena itu, kegiatan Bimtek ini memiliki makna yang sangat strategis.

Lebih lanjut, Viktor menegaskan bahwa Bimtek tersebut tidak semata-mata menjadi pelatihan teknis, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun budaya keamanan informasi di lingkungan pemerintahan.

“Saya mengajak kita memahami keamanan syber bukan hanya urusan dinas Kominfo bukan hanya tugas administrator jaringan dan bukan hanya tenaga teknis tetapi keamanan syber adalah tugas dan tanggungjawab kita bersama,” katanya.

Ia menambahkan bahwa berbagai insiden keamanan siber kerap berawal dari kelalaian manusia, mulai dari penggunaan kata sandi yang lemah, pengelolaan perangkat yang tidak sesuai prosedur hingga penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.

“Oleh karena itu, setiap aparatur pemerintah harus menjadi pertahanan keamanan syber daerah mulai dari pimpinan perangkat daerah hingga pada jajaran staf,” tegasnya.

Menurut Viktor, seluruh aparatur memiliki peran yang sama penting dalam menjaga keamanan informasi dan melindungi aset digital pemerintah dari berbagai ancaman yang terus berkembang.

“Saya berharap melalui kegiatan ini dapat lahir Sumber saya manusia yang tidak hanya memahami teknologi tetapi juga memiliki kesadaran, kewaspadaan dan tanggungjawab untuk melindungi aset digital pemerintah,” harapnya.

Ia juga menyoroti tantangan geografis Papua Tengah yang memiliki wilayah luas, medan yang terjal, serta keterbatasan infrastruktur di sejumlah daerah. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut pemanfaatan teknologi digital sebagai solusi dalam mempercepat pelayanan dan tata kelola pemerintahan.

“Namun ditengah tantangan tersebut kita memiliki peluang yang sangat besar. Kita dapat membangun sistem digital yang dapat sangat modern dari awal,” pungkasnya. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.