Berita

Pemuda Asmat Tewas Ditembak, BEM Unmus Kecam TNI

MERAUKE, TOMEI.ID | Tragedi penembakan kembali terjadi di tanah Papua. Seorang pemuda, Irenius Baotaipota (21), asal Kampung Simsagar, Distrik Safan, Kabupaten Asmat, dilaporkan tewas usai diduga ditembak oknum anggota Satgas Yonif 123/Rajawali pada Sabtu (27/9/2025).

Peristiwa ini langsung menyulut amarah warga dan menambah panjang daftar kekerasan terhadap masyarakat sipil Papua, yang selama ini kerap menjadi korban tindakan represif aparat. Gelombang kemarahan pun tak terbendung, mencerminkan akumulasi rasa frustrasi, duka, dan ketidakadilan yang terus menumpuk akibat berulangnya tragedi serupa tanpa penyelesaian hukum yang transparan.

Massa yang tidak menerima peristiwa tersebut membakar Pos Satgas TNI di Jalan Pemda, Distrik Agats, serta sejumlah kendaraan. Jenazah korban kini disemayamkan di RSUD Asmat, sementara pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kasus ini.

Dari informasi lapangan dan foto yang beredar di media sosial, sedikitnya empat warga sipil Papua dilaporkan menjadi korban tembakan. Dua orang tewas, termasuk seorang anak, sementara dua lainnya tengah menjalani perawatan di RSUD Asmat. Salah satu korban luka adalah anak yang tertembak di bagian paha kanan.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Musamus (Unmus) menyampaikan kecaman keras atas tindakan aparat negara yang dianggap sewenang-wenang.

“TNI seharusnya menjaga kedaulatan negara, bukan menghilangkan nyawa rakyat sipil. Kami mendesak pelaku segera diproses sesuai hukum,” tegasnya.

Peristiwa ini dinilai bertentangan dengan sejumlah aturan hukum di Indonesia. UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI dengan tegas menyebutkan bahwa tugas pokok TNI adalah menjaga kedaulatan negara dan melindungi rakyat, bukan justru menghilangkan nyawa sipil.

Selain itu, Pasal 338 KUHP mengatur ancaman pidana hingga 15 tahun penjara bagi pelaku pembunuhan dengan sengaja. Tidak kalah penting, UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak memberikan sanksi berat bagi pelaku kekerasan terhadap anak, yang dalam kasus Asmat ini juga ikut menjadi korban.

Atas dasar itu, BEM Unmus bersama warga menuntut pertanggungjawaban hukum yang jelas dan transparan. Mereka mendesak Panglima TNI dan Pangdam Cenderawasih segera mengadili pelaku sesuai hukum yang berlaku, serta meminta Komnas HAM RI, Komnas HAM Papua, dan Komnas Perlindungan Anak turun tangan memastikan proses hukum berjalan adil, terbuka, dan berpihak pada korban.

Insiden ini menambah catatan hitam dalam relasi negara dengan rakyat Papua. Alih-alih menghadirkan rasa aman, tindakan aparat justru melahirkan trauma, duka, dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

88 Unit Rusun Pemprov Papua Tengah Segera Dihuni, Prioritaskan ASN Berkeluarga

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mempercepat pemanfaatan rumah susun (rusun) yang berlokasi…

20 jam ago

Pemprov Papua Tengah Bergerak ke Puncak Jaya: Lima Korban Dirawat, Tim Gabungan Siap Turun Bawa Bantuan

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah bergerak cepat merespons perkembangan situasi keamanan di…

20 jam ago

Pemprov Papua Tengah Dorong Pengelolaan Tambang Rakyat untuk Dongkrak PAD, Tekankan Regulasi dan Perlindungan Lingkungan

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah secara resmi membuka kegiatan diskusi panel yang…

23 jam ago

Lagi-lagi, Warga Sipil Puncak Jaya Jadi Korban: Lion Enumbi Kritis Diduga Ditembak Aparat

PUNCAK JAYA, TOMEI.ID | Kekerasan kembali menyasar warga sipil di wilayah konflik Papua. Seorang warga…

1 hari ago

Wapres Gibran Ajak 60 Anak Yatim Belanja Buku di Mimika, Dorong Akses Pendidikan Lewat Aksi Nyata

TIMIKA, TOMEI.ID | Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, memanfaatkan kunjungan kerjanya di Kabupaten Mimika…

1 hari ago

Gubernur Meki Nawipa Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan, Janji Akhiri Ketimpangan Layanan di Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov)Papua Tengah menegaskan arah kebijakan pembangunan yang berfokus pada sektor…

2 hari ago