Berita

Pendropan Militer di Merauke, TPNPB Sebut Demi Pengamanan PSN

MERAUKE, TOMEI.ID | Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim terjadi peningkatan aktivitas militer Indonesia di Merauke, Papua Selatan, termasuk pendaratan pesawat angkut militer dan penurunan pasukan serta logistik dalam beberapa hari terakhir.

Dalam siaran pers yang dirilis Selasa (24/3/2026), juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyebut bahwa sejak 16 hingga 24 Maret 2026 telah berlangsung pendaratan pesawat militer jenis Airbus A400M Atlas di wilayah Merauke.

Menurut klaim tersebut, pesawat mendarat di Bandara Mopah dengan pengamanan ketat aparat militer. Proses penurunan pasukan dan logistik disebut terjadi pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIT.

TPNPB menilai aktivitas tersebut mencerminkan peningkatan operasi militer Indonesia, terutama di kawasan perbatasan yang berdekatan dengan Papua Nugini. Mereka juga mengaitkan penguatan kehadiran militer dengan upaya pengamanan Proyek Strategis Nasional (PSN), khususnya program lumbung pangan (food estate) yang tengah dikembangkan di Merauke.

Dalam pernyataannya, TPNPB mengkritik proyek tersebut karena dinilai berpotensi berdampak terhadap kawasan hutan serta kehidupan masyarakat adat. Selain itu, mereka juga menyinggung situasi keamanan di Papua, termasuk dugaan pelanggaran terhadap warga sipil.

Lebih lanjut, TPNPB menyerukan perhatian internasional terhadap kondisi di Papua serta meminta penghentian dukungan militer kepada pemerintah Indonesia. Kelompok tersebut juga menegaskan akan terus melanjutkan perlawanan bersenjata.

Siaran pers itu turut ditandatangani sejumlah pimpinan TPNPB, di antaranya Goliath Tabuni, Melkisedek Awom, Terianus Satto, serta Lekagak Telenggen.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Tentara Nasional Indonesiamaupun pemerintah terkait klaim tersebut. Namun, dalam berbagai pernyataan sebelumnya, pemerintah menegaskan bahwa kehadiran aparat keamanan di Papua bertujuan menjaga stabilitas, melindungi masyarakat, serta mendukung kelancaran pembangunan nasional.

Situasi keamanan di Papua terus menjadi perhatian berbagai pihak, terutama terkait dinamika antara pendekatan keamanan dalam pelaksanaan pembangunan di wilayah tersebut. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Kecelakaan Mobil Satgas TNI di Yalimo, Empat Prajurit Meninggal

YALIMO, TOMEI.ID | Kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil Satgas Yonif 645 terjadi di Jalan Trans Jayapura–Wamena,…

9 jam ago

Yampit Nawipa Ingatkan ASN Jangan Ejek Kesalahan Rekan, Disiplin Harus Ditegakkan

PANIAI, TOMEI.ID | Bupati Paniai, Yampit Nawipa, mengingatkan seluruh aparatur pemerintah agar tidak menjadikan kesalahan…

15 jam ago

Melkianus Tebai Bawa Perspektif Dunia Usaha dalam Pelatihan BUMDes bagi 79 Kampung di Dogiyai

DOGIYAI, TOMEI.ID | Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Dogiyai, Melkianus Tebai, membawa perspektif dunia…

16 jam ago

Perkuat Fondasi SDM, Bupati Paniai Yanpit Nawipa Dorong Pendidikan TK dan PAUD hingga Kampung

PANIAI, TOMEI.ID | Bupati Paniai, Yanpit Nawipa, menegaskan komitmennya untuk memperkuat pendidikan anak usia dini…

16 jam ago

40 Tenaga Kesehatan Ikuti Workshop ILP, Pelayanan Kesehatan Papua Tengah Jadi Sorotan

NABIRE, TOMEI.ID | Sebanyak 40 tenaga kesehatan mengikuti Workshop Integrasi Layanan Primer (ILP) yang digelar…

20 jam ago

Meki Nawipa Tekankan Percepatan Program, Anggaran 2026 Harus Berdampak bagi Rakyat

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, meminta seluruh OPD setempat mempercepat pelaksanaan program dan…

1 hari ago