Berita

Peresmian Lapangan Terbang Nipsan dan Walmak Jadi Tonggak Akses dan Pelayanan di Pedalaman Papua

YAHUKIMO, TOMEI.ID | Peresmian Lapangan Terbang Nipsan serta pengesahan Lapangan Terbang Walmak berlangsung di Kampung Nipsan, Kamis (26/3/2026), menjadi momentum penting dalam membuka akses transportasi dan pelayanan bagi masyarakat pedalaman Papua.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Yalimo, Dr. Nahor Nekwek, yang secara simbolis melakukan pengguntingan pita sebagai tanda peresmian, sekaligus menandai dimulainya pemanfaatan fasilitas tersebut bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmennya untuk mendukung pelayanan gereja serta pembangunan di wilayah tersebut secara berkelanjutan, terarah, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas.

“Distrik Nipsan memang masuk wilayah administrasi Yahukimo, namun sebagai kader Gereja Jemaat Reformasi Papua, saya hadir dan mendukung pelayanan serta pembangunan di wilayah ini,” ujarnya.

Peresmian diawali dengan ibadah yang dipimpin Ketua Sidang Moderamen AM Gereja Jemaat Reformasi Papua (GJRP), Pdt. Tera Kepno, M.Th., dengan tema “Pertolongan datang dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi” (Mazmur 121:2), yang menegaskan bahwa pembangunan ini tidak lepas dari iman dan perjuangan masyarakat.

Ketua Klasis Nipsan, Pdt. Darius Yando, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya Mission Aviation Fellowship (MAF), yang selama ini turut mendukung akses penerbangan di wilayah pedalaman.

“Kami berterima kasih atas kerja sama yang telah terjalin. Lapangan terbang ini sangat penting untuk menunjang transportasi dan pelayanan masyarakat di Klasis Nipsan,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari pihak MAF. Direktur MAF Wamena, Linda Asa, menegaskan bahwa pembangunan lapangan terbang ini merupakan hasil kerja keras masyarakat yang didukung oleh misi pelayanan penerbangan.

“Ini adalah swadaya masyarakat yang kami dukung. Tujuannya untuk membuka akses transportasi bagi wilayah-wilayah sulit dijangkau dan menghadirkan harapan bagi masyarakat pedalaman,” ungkapnya.

Dari sisi teknis, Kepala Seksi Bina Angkutan Udara Dinas Perhubungan, Elisa Maling, menyatakan bahwa lapangan terbang tersebut layak digunakan untuk operasional pesawat berbadan kecil, sekaligus mengingatkan masyarakat untuk menjaga fasilitas tersebut sebagai aset bersama.

Sementara itu, Ketua Panitia Yunus Wisabla menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan hasil kerja kolektif masyarakat dan gereja, serta membutuhkan pengembangan lanjutan.

“Lapangan terbang ini adalah awal. Ke depan, perlu dibangun fasilitas pendukung seperti gedung MAF dan sarana pelayanan lainnya,” katanya.

Peresmian ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong, iman, dan perjuangan masyarakat pedalaman dalam membuka akses menuju masa depan yang lebih baik. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Honai Tak Boleh Sunyi: Seruan Menyelamatkan Budaya Aplim Apom

JAYAPURA, TOMEI.ID | Di tengah laju zaman yang terus bergerak, budaya leluhur orang Aplim Apom…

33 menit ago

Jumat Agung di Tanah Luka: Salib Kristus dan Jeritan Papua

WAMENA, TOMEI.ID | Jumat Agung seharusnya menjadi ruang hening untuk mengenang penderitaan Yesus Kristus. Namun…

40 menit ago

Dogiyai Berdarah Jelang Paskah, Sekjen Adat MEE: Negara Jangan Tutup Mata

JAYAPURA, TOMEI.ID | Dalam sunyi yang pecah oleh darah dan ketakutan, tragedi Dogiyai berdarah yang…

7 jam ago

Mahasiswa Uncen Desak Pengusutan Dugaan Pelanggaran HAM di Dogiyai, Tuntut Aparat Diusut Tuntas

JAYAPURA, TOMEI.ID | Mahasiswa Universitas Cenderawasih mendesak pengusutan tuntas dugaan pelanggaran HAM di Kabupaten Dogiyai,…

8 jam ago

Gol Telat Boaz di Batakan! Persipura Bekuk Persiba, RD Sebut Kemenangan Penuh Tekanan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Persipura Jayapura mencuri kemenangan dramatis saat bertandang ke markas Persiba Balikpapan usai…

23 jam ago

Boaz di Detik Terakhir, Persipura Bungkam Batakan dan Amankan Tiga Poin

JAYAPURA, TOMEI.ID | Persipura Jayapura mencuri kemenangan dramatis di kandang Persiba Balikpapan usai menang tipis…

23 jam ago