Pemain Persigubin melepas tendangan melawan Persemal Malinau di Stadion Kompyang Surana, Dempasar, Sabtu, (26/4).
JAYAPURA, TOMEI.ID | Persigubin Pegunungan Bintang memastikan langkah ke Babak 32 Besar Liga 3 Nasional 2024/2025 usai meraih kemenangan dramatis atas Persamal Malinau dengan skor tipis 1-0.
Laga krusial ini digelar di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Bali, pada Sabtu (26/4/2025) pukul 15.00 WITA.
Pertandingan berlangsung ketat sejak peluit awal. Kedua tim tampil disiplin dalam bertahan dan berusaha membangun serangan, namun peluang bersih jarang tercipta. Persigubin, yang membutuhkan kemenangan untuk memastikan lolos, tampil lebih agresif di babak kedua dan mendominasi penguasaan bola.
Gol penentu lahir di masa injury time. Memasuki menit ke-90+2, Persigubin sukses memanfaatkan celah di lini pertahanan lawan melalui skema serangan cepat yang menghasilkan gol tunggal kemenangan.
Skor 1-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Dengan tambahan tiga poin, Persigubin mengoleksi 7 poin dari tiga pertandingan dan keluar sebagai juara Grup F di babak 64 besar.
Kemenangan ini menegaskan karakter kuat Persigubin yang mampu menjaga konsistensi di bawah tekanan, tampil sabar, solid dalam bertahan, serta efektif saat mengonversi peluang pada momen-momen krusial.
Dengan modal kepercayaan diri yang semakin tinggi, Persigubin siap melanjutkan perjuangan di Babak 32 Besar dan membawa harum nama Tanah Papua di pentas sepak bola nasional.[*].
JAYAPURA, TOMEI.ID | Mandeknya proses pengisian jabatan Wakil Bupati Nduga memicu tekanan terbuka dari mahasiswa,…
NABIRE, TOMEI.ID | Rencana aksi Front Rakyat Bergerak dalam bentuk long march resmi ditolak. Kesepakatan…
NABIRE, TOMEI.ID | Kepolisian Resor (Polres) Nabire mengerahkan 785 personel gabungan untuk mengamankan aksi demonstrasi…
NABIRE, TOMEI.ID | Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Front Rakyat Bergerak menyerukan aksi demonstrasi…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Di tengah laju zaman yang terus bergerak, budaya leluhur orang Aplim Apom…
WAMENA, TOMEI.ID | Jumat Agung seharusnya menjadi ruang hening untuk mengenang penderitaan Yesus Kristus. Namun…