Berita

Pj Setda Papua Tengah Tekankan Sinergitas Penanganan Konflik Sosial

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi atau Pemprov Papua Tengah menggelar rapat koordinasi khusus untuk penanganan bencana alam dan konflik sosial yang masih terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di Puncak Jaya, Sinak, dan Intan Jaya.

Diketahui, Rakor tersebut digelar untuk menyusun langkah konkret ke depan, termasuk memperjelas pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

Penjabat Sekertaris Daerah atau Setda Papua Tengah, Silwanus Sumule, menekankan pentingnya sinergi semua pihak, termasuk TNI-Polri, gereja, dan lembaga adat, dalam menangani konflik sosial.

“Kita semua bertanggung jawab. Siapa lagi yang akan tolong masyarakat kalau bukan kita sendiri? Pemerintah hadir bukan sekadar bicara, tapi juga bertindak,” ujar Setda kepada wartawan, Kamis (12/6).

Setda menyebutkan sebanyak 165 warga berhasil dievakuasi dari wilayah konflik ke tempat aman ditambah 11 orang.”Ini bukan dengan mobil angkot, tapi dengan pesawat evakuasi. Itu bentuk nyata kehadiran negara,”katanya.

Meski masih ada titik-titik pengungsian dan jalur transportasi yang terhambat, pemerintah terus melakukan pemantauan dan evaluasi.

“Hari ini kami masih menunggu laporan terbaru dari Ilaga. Kami terus berkoordinasi untuk memastikan tidak ada warga yang terabaikan,”katanya.

Untuk itu, ia menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam situasi darurat sebagai bentuk tanggung jawab moral dan konstitusional.

“Sejak November lalu, kita menghadapi situasi sulit di Puncak Jaya. Namun puji Tuhan, secara bertahap kami mampu menyelesaikan masalah yang ada. Kami berharap agar kondisi masyarakat kembali normal, anak-anak bisa sekolah, puskesmas beroperasi, dan aktivitas kemasyarakatan berjalan seperti sedia kala,”kata Sumule.

Ia juga menyebutkan bahwa meskipun masih ada beberapa persoalan, pemerintah optimis situasi keamanan dan ketertiban akan kembali pulih. Dalam menghadapi kondisi ini, Pemprov Papua Tengah telah membentuk Pusat Krisis Daerah melalui keputusan gubernur sebagai langkah antisipatif terhadap potensi konflik sosial dan bencana alam.

“Ketika terjadi kekerasan atau konflik sosial, pemerintah wajib hadir. Kami bukan hanya mewakili pemerintah provinsi, tapi juga sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat. Kami tidak boleh abai terhadap penderitaan masyarakat, apalagi di Puncak Jaya dan sekitarnya,” tegas Sumule.

Ia mengatakan bahwa satu bentuk kehadiran negara harus melalui pelayanan dasar yang terus dijalankan meskipun dalam kondisi sulit.

“Kami pastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan. Pendidikan juga diupayakan tidak berhenti. Walaupun masyarakat masih mengungsi, kita berusaha agar mereka tetap terlayani dengan baik,”kata dia.

Sumule menutup pernyataannya dengan harapan agar semua pihak terus bersatu dan berdoa demi keselamatan serta pemulihan masyarakat.

“Kami percaya, dengan pertolongan Tuhan dan kerja sama semua elemen, masyarakat Papua Tengah akan segera kembali hidup normal, pungkasnya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Gubernur Meki Nawipa: Hari Anak Nasional Harus Jadi Titik Balik Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak di Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42…

50 menit ago

Melian Obaipa: Dari Pelosok Siriwo Menembus Mimpi, Tukang Ojek yang Menjadi Juara Bahasa Inggris

Di saat sebagian besar pelajar menikmati masa liburan, Melian Obaipa justru menghabiskan waktunya di atas…

3 jam ago

Mantan Ketua BEM Universitas Baliem Papua Serukan Penolakan Eksploitasi Tanah dan Budaya Papua Pegunungan

WAMENA, TOMEI.ID | Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Baliem Papua, Aleanus Yogomaid, menyampaikan…

6 jam ago

Mahasiswa Pegunungan Tengah Gelar Aksi Damai di Manokwari, Desak Investigasi Dugaan Pelanggaran HAM di Intan Jaya

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) Kota Studi Manokwari bersama Gerakan Pelajar dan…

6 jam ago

Bantuan 2 Ton Beras Disalurkan untuk Pengungsi Konflik di Wamena, Dinsos Papua Pegunungan Minta Warga Jaga Perdamaian

WAMENA, TOMEI.ID | Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan bersama Yayasan…

6 jam ago

Bobon Santoso Ditolak di Wamena, Aktivis Pribumi: Papua Pegunungan Butuh Pendidikan, Kesehatan, dan Lapangan Kerja

WAMENA, TOMEI.ID | Kehadiran kreator konten Bobon Santoso melalui kegiatan Kuali Merah Putih di Wamena,…

7 jam ago