Berita

Plt Kadinkes Papua Barat Daya Buka Seminar Kristen dan Kesehatan: Dorong Edukasi Kesehatan Praktis dan Kontekstual

SORONG, TOMEI.ID | Jaringan Doa Regional Papua Barat Daya (JDR-PBD) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya (Dinkes PBD) menyelenggarakan Seminar Kristen dan Kesehatan di salah satu hotel di Kota Sorong, Jumat (5/12/2025).

Kegiatan ini mengangkat tema “Gereja sebagai Harmonisasi Keberagaman: Mengurai Akar Kekristenan dari Israel dan Hidup Sehat yang Berkualitas.”

Seminar menyoroti berbagai indikator kesehatan yang masih menjadi tantangan di Papua Barat Daya, antara lain Indeks Pembangunan Manusia (IPM), prevalensi stunting, angka kematian ibu dan bayi, serta kasus HIV/AIDS. Data menunjukkan IPM Papua masih berada pada kategori 60–69,99, di bawah rata-rata nasional 70–79,99. Prevalensi stunting juga tercatat tinggi, mencapai 30%, jauh di atas angka nasional sebesar 19,8%.

Kasus HIV/AIDS menjadi perhatian serius pemerintah. Kelompok usia 25–49 tahun tercatat sebagai populasi risiko tertinggi, dengan prevalensi Orang Asli Papua (OAP) sebesar 2,9%, jauh lebih tinggi dibandingkan non-OAP yang berada pada angka 0,4%. Selain itu, capaian penemuan kasus ODHIV masih belum memenuhi target global Fast Track 95-95-95.

Dalam sambutan Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, yang dibacakan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya, dr. Jan P.E.A. Kambu, disampaikan bahwa tema seminar memiliki relevansi luas, tidak hanya bagi umat Kristen tetapi bagi seluruh masyarakat.

“Iman yang kuat harus sejalan dengan tubuh yang sehat dan pikiran yang sejahtera. Kitab Suci mengingatkan bahwa tubuh adalah bait Roh Kudus; menjaga kesehatan merupakan bentuk penghormatan kepada Tuhan,” ujar dr. Jan.

Dr. Jan menegaskan bahwa gaya hidup modern sering membuat masyarakat terjebak dalam rutinitas yang melelahkan, pola makan tidak teratur, serta tekanan sosial yang memengaruhi kesehatan fisik, mental, dan spiritual. Karena itu, seminar dianggap penting sebagai ruang edukasi untuk mengembalikan keseimbangan hidup.

“Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berkomitmen meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui penguatan layanan kesehatan dasar, pencegahan stunting, penanggulangan penyakit menular, dan peningkatan kesadaran gaya hidup sehat. Namun pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan gereja dan komunitas doa sangat diperlukan agar pesan kesehatan menjangkau setiap keluarga,” lanjut dr. Jan.

Pejabat tersebut berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman tentang pola makan seimbang, aktivitas fisik, kesehatan mental, serta disiplin rohani.

“Iman yang kuat harus diwujudkan dalam tindakan nyata untuk merawat kehidupan. Kita membangun Papua Barat Daya yang sehat, kuat, dan diberkati,” tandasnya.

Setelah memberikan sambutan, dr. Jan secara resmi membuka Seminar Peran Gereja dalam Edukasi Kesehatan.

Inisiator kegiatan, Harry Fr. Widjasena, menjelaskan bahwa seminar dirancang untuk memperdalam pemahaman teologis bagi pemimpin dan umat Kristen, memperkuat fungsi gereja dalam merajut harmoni sosial, serta menghadirkan edukasi kesehatan yang praktis dan kontekstual.

“Kami mendorong kolaborasi lintas sektor, antara gereja, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan, untuk memperkuat program kesehatan hingga ke unit pelayanan gereja dan jemaat. Tujuannya membangun kualitas hidup jemaat yang sehat, bahagia, dan sejahtera,” ungkap Harry.

Harry menambahkan bahwa seminar ini juga membantu memperkuat fondasi teologis pemimpin gereja, memperdalam sejarah Kekristenan dan relasinya dengan Israel, serta mempererat kerukunan antar denominasi.

Kegiatan menghadirkan narasumber kompeten, antara lain Ketua IDI Cabang Sorong, dr. Felix Duwith, serta Plt Kepala Dinas Kesehatan PBD, dr. Jan P.E.A. Kambu.

Peserta terdiri dari tokoh gereja, hamba Tuhan, OPD Papua Barat Daya, tokoh masyarakat, mahasiswa, tokoh perempuan, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Kurikulum Harus Berakar pada Kehidupan Anak, Bukan Sekadar Aturan dari Jauh

Oleh: Yudas Degei Pendidikan adalah hak setiap anak, di mana pun ia dilahirkan dan dalam…

2 jam ago

Waket II DPR Papua Tengah Soroti Pendidikan dan Pertanian Usai Peresmian PLTS di Puncak

PUNCAK, TOMEI.ID | Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah, Dr. Drs. Petrus…

3 jam ago

PT Freeport Indonesia Bawa Talenta Musisi Papua ke Panggung Asian Games 2026

NAGOYA, TOMEI.ID | Musisi asal Papua, Nowela Mikhelia, Bona Pascal, Nobo Idol, dan Boii Soa…

3 jam ago

Geradus Bunai Pimpin GKII Wilayah III Papua Tengah

BOMOMANI, TOMEI.ID | Pendeta Geradus Bunai, M.Th., terpilih sebagai Ketua Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII)…

3 jam ago

Listrik Perdana Menyala di Dervos dan Doufo, Meki Nawipa Dorong Pendidikan dan SDM Mamberamo

ILAGA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Frits Nawipa, meresmikan layanan listrik tenaga surya di…

4 jam ago

Kunker ke Puncak, Meki Nawipa Perkuat Layanan Kesehatan OAP dan Dorong Ekonomi Pemuda

ILAGA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, memperkuat dukungan terhadap pelayanan kesehatan dan pemberdayaan…

4 jam ago