Berita

Polda Papua Tengah Musnahkan Bobo dan CT, Polisi Tegaskan Penyalahgunaan Jadi Sasaran

NABIRE, TOMEI.ID | Polda Papua Tengah memusnahkan puluhan jerigen minuman lokal jenis Bobo dan CT di halaman Mapolda Papua Tengah, di Nabire, Rabu (7/10/2026).

BACA JUGA: Polda Papua Tengah Sebut Narkotika Masuk dari Jawa Lewat Jasa Pengiriman

Pemusnahan tersebut dipimpin Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Dr. Gustav Robby Urbinas, didampingi Direktur Reserse Narkoba Polda Papua Tengah, Kombes Pol. Joan Vardianto, bersama jajaran kepolisian terkait.

Langkah tersebut sekaligus menegaskan bahwa penindakan kepolisian tidak diarahkan semata-mata terhadap keberadaan bahan baku atau produk lokal, tetapi terhadap aktivitas pengolahan, peredaran, maupun penyalahgunaan yang dinilai melanggar ketentuan hukum.

BACA JUGA: Operasi Antik Noken 2026 Ungkap 9 Kasus Narkotika, 13 Tersangka Ditangkap

Direktur Reserse Narkoba Polda Papua Tengah, Kombes Pol. Joan Vardianto, menjelaskan Bobo dan CT memiliki karakter serta proses pengolahan yang berbeda. Menurutnya, Bobo merupakan minuman lokal yang dibuat melalui proses fermentasi, sementara CT berkaitan dengan proses penyulingan.

“Sebenarnya kalau CT itu, kalau yang saya ketahui, bukan dari bahan Bobo. Bahannya itu kalau tidak salah mungkin dari pohon nau atau apa. Nanti dia difermentasi, disuling, diuapkan, jadi yang diambil uapnya,” jelas Joan.

Namun, dalam praktik yang ditemukan di lapangan, Joan menyebut Bobo juga dapat mengalami proses penyulingan hingga menghasilkan minuman yang dikenal sebagai CT.

“Jadi kan uapnya itu warnanya putih, beda sama Bobo. Bobo itu kan kayak susu, dia fermentasi. Di sini kebanyakan itu Bobo yang disuling menjadi CT,” katanya.

Ia menjelaskan, Bobo sendiri merupakan produk lokal yang dibuat melalui proses fermentasi dan secara tradisional dikenal serta dikonsumsi oleh sebagian masyarakat Papua.

“Sementara untuk Bobonya sendiri, dia produksi lokal. Karena dia produksi lokal untuk dikonsumsi sama masyarakat, orang Papua biasanya,” ujar Joan.

Penjelasan tersebut penting untuk membedakan antara Bobo sebagai produk fermentasi lokal dengan CT yang dihasilkan melalui proses penyulingan. Perbedaan proses pengolahan tersebut menjadi salah satu hal yang dijelaskan kepolisian dalam konteks penindakan terhadap minuman lokal yang diamankan.

Joan menegaskan, keberadaan pohon atau bahan baku yang digunakan masyarakat untuk memproduksi Bobo bukan menjadi sasaran pemusnahan. Menurutnya, keberadaan bahan baku tidak dapat disamakan dengan aktivitas pengolahan yang kemudian menghasilkan minuman untuk diedarkan atau disalahgunakan.

“Kalau Bobo berarti pohon Bobo itu tidak bisa harus kita musnahkan, tidak bisa. Ya kan, ada nama daerah Kali Bobo, mungkin banyak pohon-pohon Bobo,” katanya.

Menurut Joan, persoalan yang menjadi perhatian kepolisian berada pada tindakan orang yang mengolah bahan tersebut hingga menghasilkan minuman, terutama apabila proses maupun hasil produksinya kemudian masuk dalam aktivitas yang menjadi sasaran penegakan hukum.

“Mereka yang membuat. Ya, itu yang salah,” tegas Joan.

Dengan demikian, kepolisian membedakan antara bahan baku lokal, proses produksi, serta penyalahgunaan dan peredaran hasil olahan. Penindakan diarahkan terhadap aktivitas yang dinilai melanggar ketentuan hukum, bukan semata-mata terhadap keberadaan tanaman atau bahan baku yang tumbuh dan digunakan masyarakat secara lokal.

Pemusnahan puluhan jerigen Bobo dan CT di Mapolda Papua Tengah menjadi bagian dari penanganan barang bukti hasil penindakan kepolisian. Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemberantasan peredaran minuman yang disalahgunakan dilakukan melalui proses penindakan terhadap produk yang telah diamankan aparat. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

BERITA FOTO: IFRC 2026 di Timika, 17 Tim Uji Keterampilan dan Kesiapsiagaan Penyelamatan

TIMIKA, TOMEI.ID | Sebanyak 170 peserta yang tergabung dalam 17 tim dari 16 perusahaan mengikuti…

13 jam ago

IFRC 2026 di Timika, Meki Nawipa Dorong Penguatan Budaya Keselamatan di Papua

TIMIKA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menegaskan pentingnya memperkuat budaya keselamatan dan kesiapsiagaan…

13 jam ago

15 Tahun Berjualan dari Jalan ke Jalan, Nurhana Yarinap Kini Buka Toko Rasta Nindy Papua di Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Air mata Nurhana Yarinap tak terbendung saat mengenang perjalanan 15 tahun membangun…

1 hari ago

Pemprov Papua Pegunungan Genjot Kualitas Data Bansos Lewat Bimtek SIKS-NG

WAMENA, TOMEI.ID |  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas data kesejahteraan…

1 hari ago

Bahu Jalan dan Trotoar di Jalan Pepera Nabire Alih Fungsi Jadi Lahan Parkir

NABIRE, TOMEI.ID | Bahu jalan dan trotoar di sepanjang Jalan Pepera, Kabupaten Nabire, Papua Tengah,…

1 hari ago

180 Mahasiswa Ikuti Yudisium STAK Nabire, Lulusan Diharapkan Aktif Membangun Papua

NABIRE, TOMEI.ID | Sebanyak 180 mahasiswa mengikuti yudisium angkatan ke-13 Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK)…

2 hari ago