Berita

Rakortekrenbang Papua Tengah 2026 Dibuka, Fokus Sinkronisasi Program Daerah dengan Target Nasional

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) resmi membuka Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan dan Pembangunan (Rakortekrenbang) Tahun 2026, sebagai langkah strategis menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan nasional.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 14–15 April 2026, di Aula Guest House Nabire ini dihadiri Kepala OPD se-Papua Tengah serta perwakilan kementerian terkait.

Gubernur Papua Tengah dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Setda, Viktor Fun, menegaskan bahwa Rakortekrenbang menjadi forum krusial untuk memastikan integrasi perencanaan pusat dan daerah berjalan efektif dan terukur.

“Rakortekrenbang merupakan mandat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, yang menekankan bahwa pembangunan daerah harus selaras dengan arah kebijakan nasional,” ujar Viktor.

Ia menjelaskan, forum ini diarahkan untuk memastikan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Tahun 2027 mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target pembangunan nasional.

Dalam agenda tahun ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menetapkan sejumlah fokus strategis, di antaranya penyelarasan program daerah dengan visi nasional serta dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN).

Selain itu, dilakukan pemetaan dan penyepakatan indikator makro pembangunan sebagai dasar penyusunan RKPD 2027. Seluruh hasil pembahasan Rakortekrenbang akan diintegrasikan melalui sistem e-Rakortek dalam SIPD guna menjamin akurasi dan keterpaduan data.

Viktor juga menyoroti berbagai tantangan utama yang masih dihadapi Papua Tengah, seperti tingginya angka kemiskinan, rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM), serta keterbatasan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah.

“Perencanaan pembangunan harus berbasis data dan bukti (evidence-based), dengan fokus pada hasil dan dampak nyata bagi masyarakat. Sinergi lintas sektor menjadi kunci,” tegasnya.

Hasil Rakortekrenbang ini akan menjadi pijakan utama dalam Musrenbang Nasional maupun Musrenbang Provinsi, sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027.

Pemprov Papua Tengah juga menegaskan komitmennya untuk menurunkan prioritas pembangunan tersebut hingga ke tingkat kabupaten, guna memastikan implementasi yang tepat sasaran dan merata. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Harga Barang Terus Naik, Masyarakat Manokwari Desak Pemerintah Segera Kendalikan Harga

MANOKWARI, TOMEI.ID | Kenaikan harga kebutuhan pokok dan barang kebutuhan sehari-hari di Kabupaten Manokwari memicu…

5 jam ago

Fransina Daby Salurkan 17 Ekor Bibit Babi dan Bantuan Pangan untuk Papua Worship Kids di Wamena

WAMENA, TOMEI.ID | Anggota DPR Papua Pegunungan dari Fraksi Demokrat, Fransina Daby, menyalurkan 17 ekor…

1 hari ago

DPW PKB Papua Pegunungan Salurkan 50 Sak Semen untuk Pembangunan Gereja di Balim Tengah

WAMENA, TOMEI.ID | Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Papua Pegunungan merealisasikan program…

1 hari ago

Yeki Tobai: Musdalub Perbasi Harus Hasilkan Program Terukur dan Atlet Berprestasi

NABIRE, TOMEI.ID | Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Tengah, Yeki Tobai,…

1 hari ago

Vivian Gobai Usung Empat Misi Bangun Fondasi Basket Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua Umum Perbasi Papua Tengah periode 2026–2030, Vivian Gobai, menetapkan visi dan…

1 hari ago

FMPP Tuding Polisi Bubarkan Paksa Diskusi Publik di Wamena, Tiga Mahasiswa Sempat Diamankan

WAMENA, TOMEI.ID | Forum Mahasiswa Papua Pegunungan (FMPP) menuding aparat Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya membubarkan…

1 hari ago