Berita

Ratusan Massa Kibarkan Bendera Senegal dalam Pawai Solidaritas di Manokwari

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ratusan mahasiswa, pemuda, dan warga menggelar pawai solidaritas dengan mengibarkan bendera Senegal di sejumlah ruas jalan Kota Manokwari, Papua Barat, Senin (15/6/2026). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk dukungan terhadap persaudaraan bangsa kulit hitam sekaligus penolakan terhadap rasisme dan diskriminasi.

Peserta memulai pawai dari Lapangan IMPT dan melintasi sejumlah titik di Kota Manokwari, antara lain Amban, Pelabuhan Sanggeng, Wosi, Bandara Rendani, dan Marina sebelum kembali ke titik awal. Sepanjang perjalanan, massa mengibarkan bendera Senegal sambil menyampaikan pesan persatuan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap sejarah perjuangan masyarakat kulit hitam.

Kegiatan tersebut disebut menjadi bagian dari aksi solidaritas yang berlangsung serentak di sejumlah wilayah di Tanah Papua, termasuk Manokwari, Nabire, Wamena, dan Jayapura.

Ketua Umum Arnol Y. Halitopo menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan sepak bola, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan martabat bangsa kulit hitam.

“Kami melakukan konvoi dan pawai hari ini bukan karena bola. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap harga diri dan martabat bangsa kulit hitam.

Hubungan antara orang Papua dan Senegal sudah terjalin sejak tahun enam puluhan. Oleh sebab itu, hari ini kami mengenang kembali sejarah tersebut dan menunjukkan solidaritas kepada sesama bangsa kulit hitam,” ujarnya.

Menurut Arnol, masyarakat Papua memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga semangat persaudaraan serta mendukung perjuangan melawan rasisme dan diskriminasi yang masih terjadi di berbagai belahan dunia.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menghormati perbedaan pilihan dalam memberikan dukungan kepada tim atau negara tertentu tanpa melupakan sejarah perjuangan dan nilai solidaritas.

“Silakan mendukung tim atau negara mana saja sesuai pilihan masing-masing. Tetapi sebagai orang Papua, kita harus tetap mengingat sejarah dan mendukung perjuangan melawan rasisme di tingkat internasional.

Solidaritas terhadap sesama bangsa kulit hitam adalah bagian dari harga diri dan martabat kita,” tambahnya.

Pawai berlangsung aman dan tertib serta mendapat perhatian warga yang menyaksikan di sepanjang rute kegiatan. Kibaran bendera Senegal yang dibawa peserta menjadi simbol dukungan terhadap nilai persaudaraan, kesetaraan, dan kemanusiaan.

Panitia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong generasi muda Papua untuk terus menjaga semangat perjuangan, menghormati sejarah para pendahulu, serta memperkuat solidaritas terhadap nilai-nilai keadilan dan kesetaraan manusia. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

TPNPB Klaim 10 Warga Sipil Ditembak di Yahukimo, Enam Disebut Luka Tembak

YAHUKIMO, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim 10 warga sipil yang disebut sebagai…

36 menit ago

DPR Papua Tengah Siapkan Revisi Regulasi OAP, John Gobai Soroti Kriteria dan Pengakuan Adat

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, menegaskan regulasi mengenai…

46 menit ago

IMPT Cup 2026 Resmi Dibuka, Jadi Ajang Kaderisasi dan Seleksi Tim

MANOKWARI, TOMEI.ID | Turnamen Persahabatan IMPT Cup 2026 resmi dibuka di Lapangan IMPT Paptu Cris…

13 jam ago

BERITA FOTO: Sidak Puspem, Deinas Geley Pastikan Pembangunan Dikebut hingga Akhir Tahun

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, bersama jajaran pemerintah daerah meninjau langsung…

14 jam ago

Sidak Puspem, Deinas Geley Tegaskan Pembangunan Tiga Tower Tuntas 31 Desember

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan pembangunan tiga tower rumah ASN…

14 jam ago

Victor Fun: Ibu Rumah Tangga Perlu Diperkuat untuk Bangun Ekonomi Keluarga

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, mendorong peningkatan kapasitas ibu rumah tangga dan…

15 jam ago