Berita

RD Puji Disiplin Pemain Persipura Usai Taklukkan Persiku di Wergu Wetan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Pelatih Persipura Jayapura, Rahmad Darmawan, mengapresiasi disiplin permainan anak asuhnya usai menaklukkan tuan rumah Persiku Kudus dengan skor 2-1 pada laga penutup putaran kedua Pegadaian Championship (Liga 2) musim 2025/2026.

baca juga: Bungkam Persiku 2-1, Persipura Pimpin Klasemen Grup Timur

Kemenangan ini sekaligus memastikan Persipura Jayapura mengakhiri putaran kedua sebagai pemuncak klasemen Grup Timur kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026, yang berlangsung
di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (30/1/2026).

Rahmad Darmawan menilai disiplin pemain menjadi faktor utama keberhasilan Persipura mengamankan tiga poin di kandang lawan pada laga penutup putaran kedua musim ini.

baca juga: Gunansar Persembahkan Dua Gol Persipura untuk Almarhum Metusala Dwaramury dan Masyarakat Papua

“Puji Tuhan, kami diberikan kemenangan hari ini. Pemain bermain dengan sangat disiplin sepanjang pertandingan,” ujar Rahmad Darmawan usai laga.

Pelatih yang akrab disapa RD itu mengatakan, pada jeda babak pertama dirinya tidak lagi memberikan instruksi taktik secara khusus kepada pemain. Ia hanya menekankan pentingnya fokus dan ketenangan dalam situasi pertandingan.

“Saya hanya mengingatkan pemain untuk tetap berdoa, fokus, dan tidak terpengaruh oleh wasit, penonton, maupun tim lawan,” katanya, sebagai bagian dari upaya menjaga konsistensi permainan tim.

Menurut RD, kemampuan pemain menjaga ruang dan organisasi pertahanan menjadi kunci dalam meredam tekanan Persiku Kudus, dalam situasi tekanan tinggi sepanjang jalannya pertandingan krusial.

“Anak-anak mampu menjaga ruang dengan baik sehingga Persiku tidak mudah masuk ke area pertahanan kami, melalui kerja kolektif dan disiplin taktik seluruh pemain,” jelasnya.

Meski meraih kemenangan, RD menyoroti keputusan wasit yang menganulir gol kedua Persipura Jayapura, yang terjadi pada fase penting babak kedua pertandingan.

“Saya sudah melihat rekamannya. Silakan dinilai sendiri apakah layak dianulir atau tidak. Namun, kami tetap menghormati keputusan wasit, sebagai berarti bagian dari dinamika pertandingan sepak bola,”ujarnya.

RD menegaskan bahwa target utama Persipura Jayapura sejak awal musim adalah promosi ke Liga 1 sesuai arahan manajemen, yang telah ditetapkan manajemen sejak awal kompetisi bergulir.

“Target dari manajemen jelas, lolos ke Liga 1. Sejauh ini pemain menunjukkan komitmen dan berjuang bersama, sebagai target utama yang terus diperjuangkan bersama tim,”ungkap RD.

Selain itu, RD memastikan laga kontra Persiku Kudus menjadi pertandingan terakhir bagi Matheos bersama Persipura Jayapura, sesuai kesepakatan kontrak dan kebutuhan teknis tim Persipura.

“Ini pertandingan terakhir Matheos karena ia akan kembali ke Irak. Kami akan segera fokus mencari penggantinya,” tutup RD, seiring evaluasi tim menghadapi fase kompetisi berikutnya nasional. [*]

Redaksi Tomei

Recent Posts

Proses Mandek, Konflik Mengintai: HPMN Kritik Kinerja Pansus DPRK Nduga

JAYAPURA, TOMEI.ID | Mandeknya proses pengisian jabatan Wakil Bupati Nduga memicu tekanan terbuka dari mahasiswa,…

10 jam ago

Tokoh Adat dan Pemda Nabire Sepakati Tolak Aksi Long March, Polisi Tetap Fasilitasi Demonstrasi

NABIRE, TOMEI.ID | Rencana aksi Front Rakyat Bergerak dalam bentuk long march resmi ditolak. Kesepakatan…

10 jam ago

785 Personel Dikerahkan, Polres Nabire Kunci Lima Titik Hadapi Aksi Front Rakyat Bergerak

NABIRE, TOMEI.ID | Kepolisian Resor (Polres) Nabire mengerahkan 785 personel gabungan untuk mengamankan aksi demonstrasi…

11 jam ago

Frant Rakyat Bergerak Seruhkan Aksi Mogok di Nabire, Bakal Angkat Isu Freeport, Otsus, dan MRP

NABIRE, TOMEI.ID | Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Front Rakyat Bergerak menyerukan aksi demonstrasi…

1 hari ago

Honai Tak Boleh Sunyi: Seruan Menyelamatkan Budaya Aplim Apom

JAYAPURA, TOMEI.ID | Di tengah laju zaman yang terus bergerak, budaya leluhur orang Aplim Apom…

1 hari ago

Jumat Agung di Tanah Luka: Salib Kristus dan Jeritan Papua

WAMENA, TOMEI.ID | Jumat Agung seharusnya menjadi ruang hening untuk mengenang penderitaan Yesus Kristus. Namun…

1 hari ago