Berita

Reduksi Eskalasi Konflik Kapiraya, Gubernur Meki Nawipa Instruksikan Tim Harmonisasi Lintas Kabupaten

NABIRE, TOMEI.ID | Menindaklanjuti dinamika keamanan di wilayah perbatasan, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menginstruksikan langkah akselerasi penanganan konflik sosial di Distrik Kapiraya demi menjamin stabilitas wilayah serta supremasi hukum yang berkelanjutan.

Gubernur memerintahkan Bupati Deiyai, Mimika, dan Dogiyai untuk segera memobilisasi Tim Harmonisasi guna meredam ketegangan antar-kelompok masyarakat di wilayah tersebut melalui pendekatan preventif yang terukur, sistematis, dan solutif.

baca juga: Refleksi Satu Dekade Transparansi: Akselerasi Pembangunan Papua Tengah di Bawah Kepemimpinan Meki Nawipa–Deinas Geley

Instruksi strategis ini disampaikan dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Soemoele. Pertemuan tersebut menjadi forum konsolidasi penting yang melibatkan stakeholder lintas sektor, baik secara luring maupun daring.

“Senin (23/2/2026), seluruh tim yang telah diinstitusikan wajib melakukan konvergensi di Timika. Koordinasi ini krusial sebelum tim terjun langsung melakukan intervensi lapangan di Kapiraya,” tegas Gubernur Meki Nawipa.

baca juga: Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan, Meki Nawipa Bedah Arah Masa Depan Papua Tengah Bersama Andy Noya

Sesuai arahan Gubernur, Bupati Mimika Johannes Rettob akan bertindak sebagai fasilitator pertemuan awal di Timika. Agenda utama adalah penyelarasan persepsi dan sinkronisasi langkah mediasi antara Bupati Deiyai Melkianus Mote, Bupati Dogiyai Yudas Tebai, serta jajaran teknis dari Kesbangpol, MRP, dan DPR Papua Tengah.

Pemerintah Provinsi berkomitmen memberikan dukungan fasilitasi administrasi dan logistik. Guna menjamin kelancaran mobilisasi melalui jalur udara dan laut, Sekretaris Daerah akan menerbitkan surat dukungan akses penerbangan menuju titik lokasi konflik.

baca juga: Setahun Meki–Deinas: Membedah Realisasi Papua Tengah di Meja Uji Andy Noya

Gubernur Meki Nawipa menekankan bahwa penyelesaian sengketa ini harus berpijak pada perspektif kearifan lokal melalui penetapan tapal batas adat. Menurutnya, kepastian hukum adat merupakan prasyarat utama dalam mencapai rekonsiliasi yang permanen dan berkeadilan.

“Penyelesaian sengketa wilayah tidak boleh bersifat unilateral. Instrumen utamanya adalah legitimasi tapal batas adat yang diakui oleh komunitas setempat, guna menghadirkan kepastian hukum dan stabilitas geopolitik lokal yang absolut,” ujarnya.

Dalam proses ini, pemerintah menekankan pentingnya pelibatan tokoh-tokoh genealogis asli Kapiraya, baik dari komunitas Kamoro maupun masyarakat Mee. Gubernur secara tegas melarang adanya intervensi dari pihak luar yang tidak memiliki relasi historis dengan hak ulayat di wilayah tersebut guna mencegah distorsi informasi.

Lebih lanjut, Meki Nawipa menggarisbawahi bahwa posisi pemerintah daerah adalah sebagai mediator netral. Pemerintah bertugas menciptakan ruang dialog, sementara keputusan substantif terkait batas ulayat tetap menjadi hak prerogatif masyarakat adat.

“Pemerintah mengedepankan fungsi fasilitasi. Fokus kita adalah memastikan masyarakat mencapai konsensus mengenai tapal batas adat sebagai landasan pakta perdamaian,” tambah Gubernur.

Langkah responsif ini diharapkan menjadi preseden dalam tata kelola konflik perbatasan di Papua Tengah, melalui pendekatan kolaboratif yang mengintegrasikan fungsi birokrasi dengan kekuatan hukum adat demi mewujudkan stabilitas keamanan wilayah yang berkelanjutan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

TPNPB Klaim 10 Warga Sipil Ditembak di Yahukimo, Enam Disebut Luka Tembak

YAHUKIMO, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim 10 warga sipil yang disebut sebagai…

14 menit ago

DPR Papua Tengah Siapkan Revisi Regulasi OAP, John Gobai Soroti Kriteria dan Pengakuan Adat

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, menegaskan regulasi mengenai…

25 menit ago

IMPT Cup 2026 Resmi Dibuka, Jadi Ajang Kaderisasi dan Seleksi Tim

MANOKWARI, TOMEI.ID | Turnamen Persahabatan IMPT Cup 2026 resmi dibuka di Lapangan IMPT Paptu Cris…

13 jam ago

BERITA FOTO: Sidak Puspem, Deinas Geley Pastikan Pembangunan Dikebut hingga Akhir Tahun

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, bersama jajaran pemerintah daerah meninjau langsung…

13 jam ago

Sidak Puspem, Deinas Geley Tegaskan Pembangunan Tiga Tower Tuntas 31 Desember

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan pembangunan tiga tower rumah ASN…

14 jam ago

Victor Fun: Ibu Rumah Tangga Perlu Diperkuat untuk Bangun Ekonomi Keluarga

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, mendorong peningkatan kapasitas ibu rumah tangga dan…

15 jam ago