Berita

Rektor Petra Balim: Kampus Butuh Dosen Putra Papua, Lulusan Diminta Kembali Mengabdi

WAMENA, TOMEI.ID | Kebutuhan tenaga pengajar dari kalangan putra asli Papua di Kampus Petra Balim Wamena semakin mendesak. Rektor Kampus Stiper Petra Balim, Fedrik Rumbiak, menegaskan pentingnya kehadiran dosen lokal sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian pendidikan di Papua Pegunungan.

Pernyataan tersebut disampaikan Rumbiak dalam acara syukuran wisuda lulusan Elosak Wenda, yang digelar Selasa (14/4/2026), dihadiri civitas akademika dalam rangkaian ibadah syukur. Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan arah pengembangan sumber daya manusia Papua di sektor pendidikan tinggi.

“Kampus Petra Balim membutuhkan tenaga pengajar dari putra daerah. Saya rindu ada dosen anak-anak Papua, dan saya ingin mengaderkan mereka untuk Papua, terutama Papua Pegunungan,” ujar Rumbiak.

Ia mengungkapkan, saat ini Petra Balim telah memiliki sejumlah dosen bergelar doktor dari perguruan tinggi ternama di Indonesia, seperti Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Namun demikian, keterlibatan lulusan asli Papua pada jenjang akademik tersebut masih sangat terbatas.

Menurutnya, tantangan utama bukan hanya pada akses pendidikan, tetapi juga pada komitmen lulusan untuk menempuh pendidikan hingga tingkat lanjut serta kembali mengabdi di daerah asal.

Karena itu, Rumbiak berharap lulusan baru dapat menjawab kebutuhan tersebut dengan melanjutkan studi ke jenjang magister (S2) hingga doktoral, guna memperkuat kapasitas intelektual sekaligus mengisi kekosongan tenaga pengajar di kampus.

“Saya berharap lulusan tahun ini bisa menjadi jawaban atas kebutuhan kampus, sekaligus menambah kapasitas pengetahuan dengan melanjutkan studi magister,” katanya.

Ia menambahkan, sejak berdiri kampus tersebut telah melahirkan banyak alumni yang kini berkiprah sebagai pejabat publik, anggota DPR, hingga pelayan masyarakat di berbagai sektor. Namun di sisi lain, kebutuhan internal kampus terhadap tenaga pengajar masih belum terpenuhi.

“Petra Balim butuh tenaga. Saya ingin anak-anak Papua bisa kembali dan mengabdi sebagai dosen di kampus ini,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Papua tidak cukup hanya menghasilkan lulusan, tetapi membutuhkan komitmen generasi muda untuk kembali, mengabdi, dan memperkuat dunia pendidikan sebagai fondasi utama kemajuan daerah. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

TPNPB Klaim 10 Warga Sipil Ditembak di Yahukimo, Enam Disebut Luka Tembak

YAHUKIMO, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengklaim 10 warga sipil yang disebut sebagai…

10 jam ago

DPR Papua Tengah Siapkan Revisi Regulasi OAP, John Gobai Soroti Kriteria dan Pengakuan Adat

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, menegaskan regulasi mengenai…

11 jam ago

IMPT Cup 2026 Resmi Dibuka, Jadi Ajang Kaderisasi dan Seleksi Tim

MANOKWARI, TOMEI.ID | Turnamen Persahabatan IMPT Cup 2026 resmi dibuka di Lapangan IMPT Paptu Cris…

23 jam ago

BERITA FOTO: Sidak Puspem, Deinas Geley Pastikan Pembangunan Dikebut hingga Akhir Tahun

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, bersama jajaran pemerintah daerah meninjau langsung…

23 jam ago

Sidak Puspem, Deinas Geley Tegaskan Pembangunan Tiga Tower Tuntas 31 Desember

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan pembangunan tiga tower rumah ASN…

1 hari ago

Victor Fun: Ibu Rumah Tangga Perlu Diperkuat untuk Bangun Ekonomi Keluarga

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, mendorong peningkatan kapasitas ibu rumah tangga dan…

1 hari ago