Berita

Reses III DPR Papua Tengah Yulian Magai Dibuka dengan Tradisi Adat Bakar Batu

TIMIKA, TOMEI.ID | Agenda Reses III Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah, Yulian Magai, secara resmi dimulai dengan tradisi adat bakar batu (barapen) di Timika pada Senin, 25 November 2025.

Kegiatan ini berlangsung selama sepekan hingga 2 Desember 2025, dengan fokus utama menghimpun aspirasi masyarakat di wilayah Pegunungan Tengah dan perkampungan sekitar Mimika.

Tradisi bakar batu dijadikan pembuka reses sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus wadah menyatukan keterlibatan publik. Prosesi makan bersama tidak hanya sebagai seremoni adat, tetapi menjadi jembatan sosial agar komunikasi antara Yulian dan warga berlangsung tanpa jarak.

“Budaya adalah pintu masuk dialog. Melalui bakar batu, masyarakat hadir tanpa sekat dan aspirasi lebih mudah tersampaikan. Kami berharap banyak isu prioritas dapat diidentifikasi dari pertemuan ini,” ujar Yulian Magai saat ditemui wartawan di Hotel Horison Ultima Timika, Kamis (27/11/2025).

Selama reses berlangsung, Yulian dijadwalkan menggelar sejumlah forum diskusi terbuka, termasuk pertemuan kampung, tatap muka komunitas pemuda, dan penyampaian keluhan publik terkait layanan pendidikan, infrastruktur jalan, hingga pemerataan ekonomi lokal. Ia menekankan bahwa hasil reses akan dibawa ke rapat pembahasan kebijakan tingkat provinsi untuk mendapatkan tindak lanjut nyata.

Masyarakat yang hadir pada pembukaan kegiatan menyambut baik pendekatan budaya tersebut. Bakar batu dinilai menjadi penanda bahwa keberpihakan pada masyarakat bukan sekadar retorika politik, tetapi hadir dalam bentuk penghormatan nilai dan cara hidup lokal.

Yulian menambahkan bahwa aspirasi yang dikumpulkan pada reses kali ini akan dirumuskan sebagai rekomendasi prioritas penganggaran tahun depan.

“Kita ingin data aspirasi tidak hanya terkumpul, tetapi terpetakan dan ditindaklanjuti secara bertahap,” tegasnya.

Reses ditutup pada 2 Desember 2025 dengan laporan sementara serap aspirasi, sebelum disusun menjadi rekomendasi resmi untuk Pemerintah Provinsi Papua Tengah. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Usai Konsumsi MBG, Siswa dan Guru di Nabire Alami Gejala Keracunan, Tujuh Dirawat

NABIRE, TOMEI.ID | Sejumlah siswa dan guru di tiga sekolah di Kabupaten Nabire, Papua Tengah,…

20 jam ago

Menjaga Nafas Leluhur: Roh Budaya Meepago di Tengah Arus Zaman

Oleh: Marius F. Nokuwo Di tengah arus globalisasi yang semakin kuat, masyarakat Papua menghadapi tantangan…

20 jam ago

Puskesmas Waghete Gelar Lokakarya Mini, Dorong Akreditasi dan Peningkatan Layanan Kesehatan

DEIYAI, TOMEI.ID | Puskesmas Waghete, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, menggelar kegiatan lokakarya mini pada Sabtu,…

1 hari ago

Pemkab Dogiyai Bakal Gelar Rapat Forkopimda Bahas Situasi Keamanan Daerah

DOGIYAI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten Dogiyai bakal menggelar rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)…

1 hari ago

40 Persen Kepala Kampung Hadiri Rapat Persiapan Forkopimda di Dogiyai

NABIRE, TOMEI.ID | Sekitar 40 persen kepala kampung dari total 79 kampung di Kabupaten Dogiyai…

1 hari ago

Sinergi Pusat-Daerah, BRMP Papua Tengah Kuatkan Koordinasi Program Strategis Pertanian

NABIRE, TOMEI.ID | Upaya memperkuat sektor pertanian di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, terus digenjot…

1 hari ago