Berita

Rudal IRGC Diklaim Sasar USS Abraham Lincoln, Ketegangan Iran–Amerika Serikat Masuk Fase Berbahaya

IRAN, TOMEI.ID | Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim menembakkan empat rudal balistik dalam Operasi “True Promise 4” yang disebut menyasar kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, di perairan Timur Tengah. Klaim ini mempertegas eskalasi militer antara Teheran dan Washington yang kian terbuka.

IRGC menyatakan serangan tersebut merupakan balasan atas operasi militer Amerika Serikat sejak akhir Februari 2026. Hingga kini, United States Department of Defense dan United States Navy belum mengonfirmasi adanya kerusakan maupun dampak serangan terhadap kapal induk tersebut.

baca juga: Media Iran Sebut 291 Tewas dalam Serangan Rudal AS–Israel, Fasilitas Sipil Ikut Hancur

Otoritas pertahanan AS sebelumnya mengumumkan tiga personel militer tewas dan lima lainnya luka berat dalam operasi terkait konfrontasi dengan Iran. Pengumuman ini disebut sebagai korban jiwa pertama dari pihak AS yang diungkap secara terbuka sejak eskalasi terbaru dimulai.

Data intelijen dan citra satelit menunjukkan USS Abraham Lincoln berada di Laut Arab sekitar 240 kilometer dari lepas pantai Oman. Kapal induk kelas Nimitz tersebut memimpin gugus tempur yang membawa puluhan pesawat tempur modern dan ribuan personel.

Dengan jarak sekitar 700 kilometer dari daratan Iran, posisi kapal induk berada dalam jangkauan sistem rudal balistik jarak menengah Teheran. Meski demikian, belum ada verifikasi independen yang memastikan rudal yang diklaim diluncurkan benar-benar mencapai target.

Analis keamanan menilai ancaman terhadap kapal induk AS memiliki makna simbolik dan strategis besar. Kapal induk merupakan ikon proyeksi kekuatan militer Amerika, sehingga serangan atau ancaman terhadapnya berpotensi memicu respons militer signifikan.

Jika klaim tersebut terbukti akurat dan memicu balasan langsung dari Washington, risiko konflik terbuka akan meningkat tajam. Eskalasi ini berpotensi mengguncang stabilitas Timur Tengah, mengganggu jalur perdagangan global, serta memicu lonjakan harga energi dunia.

Komunitas internasional kini menunggu verifikasi independen, sementara ketegangan di kawasan tetap tinggi dan berpotensi berubah menjadi konfrontasi militer skala lebih luas. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

IPMADO Aksi di Nabire, Sampaikan Enam Tuntutan Terkait “Dogiyai Berdarah”

NABIRE, TOMEI.ID| Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) menggelar aksi demonstrasi di Pasar Karang Tumaritis, Nabire,…

36 menit ago

IPMADO Aksi di Nabire, Soroti “Dogiyai Berdarah” dan Desak Transparansi Aparat

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) menggelar aksi demonstrasi di Pasar Karang Tumaritis,…

2 jam ago

Sebby Sambom Minta Prabowo Hentikan Keterlibatan Militer dalam Layanan Medis di Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom, mendesak pemerintah…

14 jam ago

Cap Go Meh 2026 di Nabire Resmi Dibuka, Pemprov Tegaskan Tegaskan Harmoni di Tengah Keberagaman

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan komitmen menjaga harmoni sosial melalui pembukaan…

14 jam ago

Persipura Wajib Bangkit! RD Minta Pemain Main Lepas Hadapi PSIS

JAYAPURA, TOMEI.ID | Persipura Jayapura dihadapkan pada laga krusial saat menjamu PSIS Semarang pada pekan…

14 jam ago

Gubernur Papua Tengah Tinjau Langsung Puncak Jaya, Pemprov Tanggung Biaya Kesehatan Korban

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa bersama Wakil Gubernur Deinas Geley meninjau langsung…

20 jam ago