NABIRE, TOMEI.ID | Siklon tropis Narelle yang bergerak mendekati perairan Indonesia mulai memicu peningkatan cuaca ekstrem di kawasan timur. Papua Selatan, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang dan hujan lebat.
Berdasarkan pemantauan terkini, siklon berada di wilayah Teluk Carpentaria, dekat Laut Arafura, dengan kekuatan kategori 3 dan kecepatan angin mencapai sekitar 130 kilometer per jam.
Wilayah yang berada di jalur langsung siklon, seperti Maluku, NTT, dan Papua Selatan, diperkirakan mengalami dampak paling signifikan berupa angin kencang, hujan lebat, serta potensi gangguan aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan pesisir dan perairan.
Dampak tidak langsung juga meluas ke sejumlah wilayah lain, termasuk Sulawesi, Maluku Utara, dan Papua. Tarikan massa udara menuju pusat siklon meningkatkan kecepatan angin dan memicu pertumbuhan awan hujan secara luas.
Pemupukan awan terpantau terjadi di NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Maluku hingga Papua Selatan, yang berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan.
Siklon Narelle diperkirakan melemah menjadi kategori 2 dengan kecepatan angin 95 hingga 120 kilometer per jam saat melintasi daratan Australia bagian utara akibat berkurangnya suplai energi dari laut.
Namun demikian, potensi penguatan kembali tetap terbuka ketika sistem kembali memasuki perairan hangat. Kondisi ini membuat risiko cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang, gelombang tinggi, serta hujan lebat yang dapat mengganggu transportasi, aktivitas nelayan, dan keselamatan warga. [*].









