Berita

SMP YPPK St. Fransiskus Asisi Resmi Beroperasi di Mapia, Akses Pendidikan Kini Lebih Dekat

JAYAPURA, TOMEI.ID | Setelah puluhan tahun penantian, masyarakat Mapia akhirnya memiliki sekolah menengah pertama berbasis Katolik. SMP YPPK St. Fransiskus Asisi Mapia resmi beroperasi di Tota Mapiha, Kampung Diyoudimi, Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, menyusul penyerahan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), SK Operasional, dan SK Pendirian Sekolah, Kamis (19/2/2026).

Prosesi penyerahan dokumen berlangsung khidmat dan dihadiri unsur yayasan pendidikan, gereja, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat yang menyambut dengan penuh antusias sebagai wujud dukungan terhadap peningkatan layanan pendidikan.

Kehadiran sekolah ini menjadi tonggak penting bagi penguatan akses pendidikan di wilayah Mapia. Selama ini, kawasan tersebut hanya memiliki SMP negeri, sementara sekolah YPPK terpusat di ibu kota kabupaten sehingga banyak anak harus menempuh jarak jauh untuk melanjutkan pendidikan setelah lulus sekolah dasar.

Sejarawan sekaligus tokoh Mapia, Emanuel Petege, menyebut berdirinya SMP YPPK di Mapia sebagai langkah maju yang telah lama dinantikan masyarakat demi membuka akses pendidikan yang lebih adil dan merata.

“Seharusnya di Mapia dan Bilogai, SMP YPPK sudah dibangun sejak tahun 1970-an. Dengan begitu, anak-anak lulusan SD YPPK tidak perlu bersusah payah sekolah ke Epouto, Enarotali, Waghete, atau Kokonao,” kata Emanuel kepada tomei.id, Kamis (19/2/2026).

Petege menjelaskan pada masa itu lulusan SD YPPK dari Timeepa, Putaapa, Modio, Adauwo, Apouwo, dan Kegataa harus melanjutkan pendidikan ke luar daerah karena belum tersedia SMP di Mapia. Kondisi serupa juga dialami siswa dari Bilogai, Titigi, dan Bilai.

Menurut Emanuel Petege, para misionaris sebenarnya telah mempertimbangkan pembangunan SMP YPPK di Mapia dan Bilogai. Namun keterbatasan biaya operasional dan tenaga pengajar menjadi kendala utama sehingga rencana tersebut belum dapat direalisasikan pada masa itu.

Pada tahun 1974, Pastor Paroki KP Timeepa Pastor Frans Roozen OFM bersama Pastor Paroki Modio Pastor Jan Peteers OFM mengajukan permohonan kepada Uskup Herman Monninghoff OFM agar SMP YPPK Epouto dipindahkan ke Moanemani guna mendekatkan akses pendidikan bagi anak-anak Mapia dan Lembah Kamu.

Permohonan tersebut disetujui pada 1978 dan SMP YPPK Epouto dipindahkan ke Moanemani. Pada tahun yang sama dibangun SMA Katolik Taruna Dharma di Kotaraja, Jayapura, serta PGAK di Waena yang kemudian berkembang menjadi IPI dan kini STPK.

Emanuel Petege menilai kehadiran SMP YPPK di Diyoudimi merupakan terobosan besar bagi pemerataan pendidikan. Meski pada masa awal operasional berpotensi menghadapi berbagai tantangan, sejarawan tersebut optimistis sekolah ini akan berkembang apabila mendapat dukungan seluruh pemangku kepentingan.

Tokoh Mapia itu juga menilai pemilihan lokasi Diyoudimi sudah tepat karena kampung tersebut memiliki sejarah pendidikan panjang, termasuk berdirinya Sekolah Rakyat pada 1956 dan sekolah bersubsidi pada 1962 yang melahirkan banyak sumber daya manusia, khususnya tenaga guru.

“Semua pihak perlu mendukung agar sekolah ini bisa maju. Pembangunan pendidikan tidak lagi terpusat di Timeepa dan Modio, tetapi merata hingga kampung-kampung seperti Putapa, Yeroukotu, Apogomakida, Toubaikebo, Diyoudimi, dan Abaimaida,” tutupnya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Bupati Puncak Berangkatkan 317 Siswa, Gubernur Meki Sebut Ini Langkah Tepat Hadapi Masa Depan

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mengapresiasi langkah Bupati Puncak, Elvis Tabuni, yang…

3 jam ago

Pemprov Papua Tengah Percepat Harmonisasi Regulasi Otsus, Forum SKPD Sinkronkan Produk Hukum Daerah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mempercepat harmonisasi produk hukum daerah sebagai langkah…

7 jam ago

Papua Tengah Klaim Terdepan Terapkan SIPD-RI dan SP2D Online, Tumiran: Pengelolaan Keuangan Kita Lebih Baik

NABIRE, TOMEI.ID | Staf Ahli Gubernur Papua Tengah, Dr. H. Tumiran, menyebut Provinsi Papua Tengah…

8 jam ago

Pemprov Papua Tengah Luncurkan SIPD-RI Berbasis SP2D Online dan KKPD

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi meluncurkan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia…

9 jam ago

IMP Manokwari Dukung Aksi Nasional Jilid II, Desak Pemerintah Buka Dialog untuk Papua

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa Paniai (IMP) Kota Studi Manokwari menyatakan dukungan terhadap Aksi Nasional…

10 jam ago

Fase Grup Rampung, 32 Tim Resmi Melaju ke Babak Gugur Piala Dunia 2026

NABIRE, TOMEI.ID | Babak fase grup Piala Dunia 2026 resmi berakhir. Sebanyak 32 negara memastikan…

10 jam ago