Berita

Sorotan Warna Pagar Gereja, Paroki Immaculata Moanemani Klarifikasi dan Cat Ulang Kuning-Putih

DOGIYAI, TOMEI.ID | Ruang publik Kabupaten Dogiyai sempat diwarnai perbincangan menyusul beredarnya unggahan di media sosial Facebook oleh akun berinisial HD yang menyoroti pengecatan pagar Gereja Katolik Paroki St. Maria Imakulata Moanemani dengan warna merah-putih serta kehadiran aparat keamanan di lingkungan gereja.

Unggahan tersebut diposting pada Minggu (14/12/2025) sekitar pukul 20.00 WIT. Dalam statusnya, HD yang mengaku sebagai umat biasa usai mengikuti Misa Kudus mempertanyakan dua hal, yakni warna pagar gereja yang diasosiasikan sebagai simbol bendera nasional serta kehadiran lima personel TNI berseragam lengkap yang mengikuti perayaan Ekaristi.

Dalam unggahannya, HD menggunakan istilah “nasionalisme performatif” untuk menggambarkan situasi tersebut. Ia menilai kehadiran aparat bersenjata di ruang-ruang sipil, termasuk gereja, berpotensi membentuk kesadaran simbolik umat, terutama di Papua yang menurutnya masih berada dalam situasi sosial yang sensitif.

Unggahan tersebut memantik beragam respons di tengah masyarakat. Menyikapi dinamika yang berkembang, pihak Paroki bersama sejumlah pihak terkait menggelar dialog pada Senin (15/12/2025) sekitar pukul 14.00 WIT.

Dalam dialog tersebut, pihak Paroki menyayangkan kritik yang disampaikan secara terbuka di media sosial tanpa terlebih dahulu dikomunikasikan kepada Pastor Paroki maupun Dewan Pastoral Paroki. Menurut Paroki, penyampaian kritik langsung ke ruang publik telah memicu beragam tafsir dan polemik di tengah umat.

Paroki menegaskan bahwa Gereja Katolik Paroki St. Maria Imakulata Moanemani tidak berafiliasi atau bekerja sama dengan pihak mana pun, termasuk aparat keamanan negara. Dijelaskan, keterlibatan beberapa aparat dalam pengecatan pagar terjadi atas permintaan salah satu kelompok kategorial umat yang membutuhkan bantuan tenaga karena keterbatasan sumber daya manusia.

Terkait warna pagar, Paroki menjelaskan bahwa sejak awal pagar gereja menggunakan warna merah marun dan putih, bukan merah terang seperti warna bendera nasional. Namun karena cat masih baru dan dikerjakan oleh aparat, muncul persepsi seolah pagar gereja dicat dengan motif Merah Putih.

Demi menjaga situasi tetap kondusif di tengah kondisi sosial Kabupaten Dogiyai yang dinilai masih sensitif, pihak Paroki meminta unggahan tersebut dihapus. Permintaan itu disampaikan sebagai langkah pencegahan untuk menghindari potensi respons yang tidak bertanggung jawab dari berbagai pihak.

Paroki menyatakan memahami maksud kritik yang disampaikan HD. Sebagai tindak lanjut, Pastor Paroki bersama Dewan Paroki, Orang Muda Katolik (OMK), dan Pemuda Katolik sepakat mengecat ulang pagar gereja sesuai identitas Gereja Katolik Roma.

Keputusan tersebut direalisasikan pada Selasa (16/12/2025). Pengurus Dewan Paroki bersama OMK dan Pemuda Katolik Paroki Immaculata Moanemani melakukan pengecatan ulang pagar gereja menggunakan warna kuning dan putih, sesuai dengan warna Bendera Vatikan.

Paroki menjelaskan, warna kuning dan putih memiliki makna teologis dalam Gereja Katolik. Kuning (emas) melambangkan kekuasaan surgawi dan spiritual, sementara putih melambangkan otoritas rohani Gereja. Pengecatan ulang ini dilakukan secara mandiri tanpa melibatkan atau difasilitasi pihak mana pun.

Langkah pengecatan ulang pagar gereja ini menjadi upaya meredam polemik sekaligus menjaga ruang ibadah tetap netral dari simbol-simbol yang berpotensi menimbulkan tafsir politik maupun keamanan. Paroki berharap peristiwa tersebut menjadi pembelajaran bersama tentang pentingnya komunikasi internal dan dialog sebelum isu-isu sensitif disampaikan ke ruang publik. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

YAPB Papua Worship Kids Resmi Diluncurkan di Wamena, Bina Generasi Papua di 15 Titik

WAMENA, TOMEI.ID | Yayasan Anak Papua Bersinar (YAPB) atau Papua Worship Kids resmi diluncurkan di…

3 jam ago

Pemprov Papua Tengah Sambut Kunjungan Kerja Dirjen Perkebunan Kementan di Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyambut kunjungan kerja Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementerian…

14 jam ago

Pemprov Papua Tengah Resmi Terima Kunci Rusun ASN DOB, Gubernur Tekankan Disiplin dan Pelayanan Publik

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah resmi menerima kunci dan hak pemanfaatan Rumah…

15 jam ago

Lamek Dowansiba Desak Kapolda Papua Barat Tindak Tegas Tambang Emas Ilegal di Manokwari dan Pegaf

MANOKWARI, TOMEI.ID | Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Papua Barat, Lamek Dowansiba, mendesak Kapolda Papua Barat…

16 jam ago

Aksi Long March IMPT dan GPMI-I Duduki Pusat Kota Manokwari, Serukan Penanganan Konflik Kemanusiaan di Intan Jaya

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) Manokwari bersama…

16 jam ago

Dominggus Mandacan Serahkan SK Pengangkatan 1.299 CPNS dan PPPK Papua Barat

MANOKWARI, TOMEI.ID | Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada 1.299…

16 jam ago