Berita

Tekan Inflasi Jelang Lebaran, Pemprov Papua Tengah dan Polisi Pelototi Harga Pangan di 8 Kabupaten

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menggandeng aparat kepolisian untuk memperketat pengawasan harga bahan pokok (bapok) di delapan kabupaten menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Langkah ini diambil guna menjamin stabilitas harga dan mencegah praktik penimbunan yang merugikan masyarakat.

Sekretaris Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan UKM Papua Tengah, Ermambo Rumaropen, mengungkapkan bahwa pengawasan ini merupakan tindak lanjut rapat koordinasi bersama Polda Papua Tengah. Berdasarkan pemantauan per 9 Maret 2026, stabilitas harga di sebagian besar wilayah masih terjaga, namun dua wilayah mendapat perhatian khusus.

baca juga: Pemprov Papua Tengah Serahkan Ambulans untuk Puskesmas Sinak, Perkuat Layanan Kesehatan di Puncak

“Kabupaten Nabire dan Mimika menjadi fokus utama karena aktivitas ekonomi yang tinggi membuat pergerakan harga lebih dinamis,” ujar Ermambo Rumaropen saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/3/2026).

Di Nabire, harga daging sapi menjadi sorotan tajam karena menembus angka Rp200.000 per kilogram akibat keterbatasan peternak lokal. Sebaliknya, di Kabupaten Mimika, harga daging sapi relatif lebih rendah di kisaran Rp150.000 per kilogram berkat adanya pasokan tambahan dari luar daerah.

baca juga: Wagub Papua Tengah Ingatkan Waspada Potensi Gangguan Keamanan Jelang Idulfitri

Selain daging, Ermambo Rumaropen mencatat kenaikan harga tomat di Nabire, sementara komoditas seperti bawang merah dan cabai justru naik di Mimika. Sebagai contoh, harga cabai merah keriting di Mimika mencapai Rp65.000 per kilogram, jauh melampaui rata-rata nasional yang hanya Rp37.930 per kilogram. Kondisi ini memicu kenaikan inflasi daerah hingga menyentuh angka 4 persen.

Menanggapi fluktuasi ini, Kapolda Papua Tengah telah memerintahkan seluruh Kapolres di delapan kabupaten untuk berkolaborasi dengan dinas terkait. Polisi akan memastikan tidak ada oknum pelaku usaha yang menimbun stok pangan demi keuntungan pribadi.

Ermambo Rumaropen menambahkan, setiap perkembangan harga di lapangan dilaporkan secara real-time kepada Kementerian Perdagangan setiap pukul 17.00 WIB. Berkat pengawasan melekat ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah optimistis stok pangan tetap aman dan harga terkendali hingga perayaan Idul Fitri tiba. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Empat Anggota Batalyon Eden Sawi Tewas di Dekai, TPNPB Umumkan Duka Nasional

YAHUKIMO, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB)…

6 jam ago

ASN Asal Dogiyai Konsolidasikan Kekuatan, Matangkan Penyambutan Kunker Gubernur Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Kabupaten Dogiyai yang bertugas di lingkungan Pemerintah…

6 jam ago

PTFI Gelontorkan Rp2,5 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Tim Medis Layani Hampir 500 Pasien

KUPANG, TOMEI.ID | PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar untuk membantu…

7 jam ago

Eka Murib Yeimo Dorong Enam Gubernur Gelar Doa dan Puasa Serentak untuk Papua

NABIRE, TOMEI.ID | Senator Papua Tengah sekaligus Wakil Ketua Alliance Women Ester Papua, Eka Kristina…

7 jam ago

Skabies Merebak di Mewoluk, Dinkes Papua Tengah Kirim Tim Medis dan Obat

NABIRE, TOMEI.ID | Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah memperkuat respons kesehatan terhadap meningkatnya laporan…

11 jam ago

Mahasiswa Fakultas Hukum Uncen Galang Dana untuk Korban Kebakaran Tujuh Rumah di Endomen

JAYAPURA, TOMEI.ID | Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas…

14 jam ago