DOGIYAI, TOMEI.ID | Perkembangan terbaru pasca tragedi berdarah di Kabupaten Dogiyai pada Selasa (31/3/2026) menunjukkan situasi yang masih tegang, sementara data korban jiwa dan luka hingga kini belum memiliki kepastian resmi.
Berdasarkan informasi lapangan yang dihimpun tomei.id hingga Rabu (1/4/2026), jumlah korban diperkirakan mencapai sembilan orang, terdiri dari anggota kepolisian dan warga sipil, serta korban luka berat dan kerugian material.
Kronologi Awal: Penemuan Jasad Anggota Polisi
Peristiwa ini bermula dari penemuan jasad Bripda Juventus Edowai di selokan depan Gereja Ebenezer, Moanemani, Selasa, (31/3/2026) sekitar pukul 08.22 WIT. Korban sebelumnya diketahui menyelesaikan tugas piket malam dan kembali ke tempat penginapan sekitar pukul 07.00 WIT.
Keterangan internal kepolisian sektor Dogiyai menyebutkan adanya dugaan kuat bahwa korban dieksekusi di lokasi lain sebelum dipindahkan ke tempat penemuan. Minimnya jejak di lokasi menjadi dasar dugaan tersebut.
Namun, warga setempat menilai lokasi penemuan merupakan area publik yang ramai, sehingga ketidakjelasan pelaku memunculkan dugaan kuat keterlibatan orang tak dikenal (OTK).
Berdasarkan himpunan informasi dari berbagai sumber lapangan, korban dalam tragedi berdarah Dogiyai tercatat terdiri dari korban jiwa, luka berat, hingga kerugian material, meskipun seluruh data ini masih bersifat sementara dan menunggu verifikasi resmi pihak berwenang.
Korban meninggal dunia dilaporkan meliputi Bripda Juventus Edowai yang ditemukan tewas dengan luka bacok dan mutilasi, serta Bripda Ami Kogoya yang disebut-sebut turut menjadi korban namun masih menunggu konfirmasi resmi.
Dari kalangan warga sipil, korban jiwa antara lain Yosep You (20) dengan luka berat di bagian kepala, Siprianus Tibakoto (19) akibat luka tembak di kepala, Ester Pigai (80) seorang lansia yang tertembak di dalam rumah di Kampung Ikebo, serta Martinus Yobee (14) yang tewas setelah mengalami luka tembak di bagian perut di Kampung Idakotu.
Selain itu, Angkian Edowai (19) dilaporkan meninggal dunia dalam insiden lanjutan pada dini hari.
Sementara itu, korban luka berat juga dilaporkan dalam kondisi kritis, yakni Maikel Waine (14) yang mengalami luka tembak di bagian dada hingga menembus bahu, serta Kikibi Pigai dengan luka tembak serius di bagian paha.
Di luar korban manusia, insiden ini juga menimbulkan kerusakan material yang signifikan, di antaranya dua unit truk dibakar di sekitar Kantor DPR Dogiyai, sejumlah sepeda motor hangus terbakar, serta satu bangunan dilaporkan terbakar di sekitar area Mapolres Dogiyai.
Dinamika Sosial dan Ketegangan
Selain itu, diketahui bahwa seluruh korban yang tercatat berasal dari kalangan Orang Asli Papua (OAP), baik dari unsur aparat maupun masyarakat sipil. Kondisi ini memicu ketegangan sosial di tengah masyarakat.
Terdapat dua garis ketegangan yang mencuat: Keluarga korban anggota polisi dengan masyarakat Dogiyai. Masyarakat sipil dengan aparat keamanan dan pemerintah daerah.
Sejumlah warga menilai respons aparat pasca penemuan jasad berlangsung cepat tanpa proses penyelidikan awal yang memadai, sehingga berujung pada jatuhnya korban sipil.
Desakan kepada Kapolsek Dogiyai
Dalam perkembangan terbaru, masyarakat mendesak Kapolsek Dogiyai untuk segera memberikan klarifikasi resmi dan bertanggung jawab atas rangkaian peristiwa tersebut.
“Transparansi sangat dibutuhkan untuk meredam situasi. Penjelasan resmi harus segera disampaikan kepada publik,” ujar warga masyarakat Dogiyai dalam keterangannya.
Selain itu, masyarakat juga meminta dilakukan investigasi independen guna mengungkap fakta secara menyeluruh, termasuk pelaku pembunuhan awal dan pihak yang bertanggung jawab atas korban sipil.
Situasi Terkini
Hingga laporan ini diterbitkan, aktivitas di Kota Moanemani masih lumpuh total. Warga memilih mengungsi ke wilayah yang lebih aman, sementara aparat keamanan tetap disiagakan di sejumlah titik strategis.
Laporan ini merupakan pembaruan (update) berdasarkan informasi lapangan dengan akses terbatas. Data korban dan kronologi masih dapat berubah seiring proses verifikasi resmi oleh pihak berwenang. [*].









