Berita

Tim 11 Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga Edukasi Warga Sumber Boga tentang Pengolahan Limbah Rumah Tangga

MANOKWARI, TOMEI.ID | Tim 11 Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 mitra Universitas Airlangga melalui Tim Lentera menggelar penyuluhan dan pelatihan pembuatan Instalasi Pengolahan Limbah Cair Rumah Tangga (IPLC-RT) sederhana bagi masyarakat Kampung Sumber Boga, Kawasan Transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat setempat, khususnya kaum ibu rumah tangga, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan limbah cair domestik untuk menjaga kebersihan, kesehatan, serta kualitas lingkungan permukiman.

Edukasi ini menyoroti limbah cair yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari, seperti mandi, mencuci pakaian, mencuci peralatan dapur, dan kegiatan rumah tangga lainnya. Apabila dibuang tanpa pengolahan yang memadai, limbah tersebut berpotensi mencemari lingkungan, menimbulkan bau tidak sedap, serta mengganggu kenyamanan masyarakat di sekitar permukiman.

Karena itu, pengenalan IPLC-RT sederhana menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan cara pengelolaan air limbah yang dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga. Pengetahuan mengenai sanitasi dan pengolahan limbah domestik dinilai penting untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.

Kepala Kampung Sumber Boga, Selamat Uriqni, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Ekspedisi Patriot yang telah memberikan penyuluhan serta pengetahuan kepada masyarakat di kampung tersebut.

Ia berharap masyarakat, khususnya kaum ibu yang mengikuti kegiatan, dapat menyimak materi dengan baik dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya berharap kepada ibu-ibu yang hadir pada saat ini, materi yang diberikan nanti bisa diterapkan dan dipraktikkan di rumah masing-masing,” ujar Selamat Uriqni.

Menurutnya, kegiatan penyuluhan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi juga memberikan pemahaman yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

Materi penyuluhan disampaikan oleh Yohanes Ada Lebang dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan proses pembuatan Instalasi Pengolahan Limbah Cair Rumah Tangga (IPLC-RT) sederhana, disertai pengenalan dan visualisasi mengenai air limbah domestik.

Melalui materi tersebut, masyarakat diperkenalkan pada berbagai sumber limbah cair rumah tangga serta pentingnya proses pengolahan sebelum air limbah dialirkan ke lingkungan. Penjelasan ini bertujuan membantu warga mengenali persoalan sanitasi yang sering dijumpai dalam aktivitas sehari-hari.

Pengelolaan limbah cair tidak hanya berkaitan dengan kebersihan halaman rumah, tetapi juga menyangkut perlindungan kualitas tanah dan sumber air di sekitar permukiman. Oleh sebab itu, penerapan sistem pengolahan yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan.

Ketua Tim 11 Ekspedisi Patriot, Dr. Corie Indria Prasasti, S.KM., M.Kes., bersama Tim Lentera turut mendorong peningkatan pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan melalui kegiatan edukasi tersebut.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara tim ekspedisi, narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah kampung, dan masyarakat dalam memperkenalkan pengetahuan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan lingkungan permukiman.

Melalui penyuluhan dan pelatihan IPLC-RT sederhana, masyarakat Kampung Sumber Boga diharapkan tidak hanya memahami persoalan limbah cair domestik, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara bertahap di lingkungan rumah tangga masing-masing.

Dengan demikian, menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kesadaran masyarakat, penerapan sanitasi yang baik, serta pengelolaan limbah secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam mewujudkan permukiman yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

IPMMO Se-Jawa dan Bali Menolak Wacana Pembangunan Pos Militer Nonorganik di Distrik Wandae

YOGYAKARTA, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Moni (IPMMO) Se-Jawa dan Bali secara tegas menyatakan…

1 jam ago

TNI Kuasai Tiga Distrik di Paniai, Mahasiswa Minta Pemerintah Tarik Pasukan

NABIRE, TOMEI.ID | Solidaritas Mahasiswa Kabupaten Paniai di Nabire, Papua Tengah, mendesak pemerintah segera menarik…

1 jam ago

Obet Magai Tekankan Perpustakaan Sekolah Harus Aktif Usai Salurkan Buku ke Lima Sekolah di Mapia

DOGIYAI, TOMEI.ID | Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Dogiyai, Obet Magai, menegaskan bahwa perpustakaan…

2 jam ago

Yohanes Kemong Desak Bupati Mimika Mundur dari Jabatan, Ini Alasannya!

NABIRE, TOMEI.ID | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah dari daerah pemilihan Kabupaten Mimika,…

1 hari ago

Warga Wolo Pertanyakan Kelayakan Jembatan Kali Ilu, Minta Dinas PU Buka Transparansi Anggaran

WAMENA, TOMEI.ID | Masyarakat dan pemerintah kampung di Distrik Wolo, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, membantah…

1 hari ago

Perpustakaan Kampung Kigamani Jadi Binaan Dinas, Dogiyai Perkuat Gerakan Literasi

DOGIYAI, TOMEI.ID | Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Dogiyai menetapkan Perpustakaan Kampung Kigamani sebagai…

1 hari ago