Berita

TNI Dirikan Pos di Kampung Ogeapa, Warga Mengaku Trauma: TPNPB Desak Penarikan Pasukan

NABIRE, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB merilis laporan yang menyatakan aparat TNI memasuki serta mendirikan pos-pos militer di Kampung Ogeapa, Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya, sejak 8 November 2025.

Informasi tersebut disampaikan oleh PIS TPNPB dan dipublikasikan melalui siaran pers resmi yang diterima redaksi tomei.id pada Senin (17/11/2025).

Menurut laporan itu, pembangunan pos dilakukan tanpa koordinasi dengan pemilik hak ulayat maupun warga setempat. Setelah pos berdiri, aparat disebut melaksanakan operasi lapangan dengan alasan pendistribusian solar cell kepada warga mulai 13 November 2025.

PIS TPNPB mengklaim kehadiran aparat memicu ketakutan dan trauma di kalangan warga Ogeapa. Laporan tersebut menyebut aparat melakukan pemeriksaan dari rumah ke rumah, sementara suara tembakan dikatakan beberapa kali terdengar selama operasi berlangsung.

Warga yang melapor kepada PIS TPNPB meminta DPR Papua, MRP, dan Bupati Intan Jaya segera mendorong penarikan pasukan dari kampung mereka. Aktivitas berkebun dan berburu sumber penghidupan utama masyarakat dilaporkan tak lagi dapat dilakukan bebas karena wilayah dinilai berada dalam pengawasan militer.

Selain itu, identitas budaya seperti busur, panah, rambut gimbal, maupun ciri fisik tertentu disebut warga kerap dicurigai sebagai atribut yang terkait TPNPB. Situasi ini, menurut laporan tersebut, membuat masyarakat merasa tertekan dan diawasi.

Dalam siaran persnya, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menegaskan bahwa sejak 2021 Brigjen Undius Kogoya telah menetapkan wilayah Kemandoga dari ujung Bandara Bilogai menuju Paniai sebagai zona pengungsian warga sipil terdampak konflik bersenjata.

Penempatan aparat militer di kampung-kampung di Distrik Homeyo, Wandai, dan wilayah lain juga dianggap TPNPB melanggar hukum humaniter internasional, karena wilayah tersebut diklaim sebagai zona perlindungan sipil.

TPNPB menyebut sejak meningkatnya intensitas kontak senjata pada 2019, warga dari Sugapa hingga Ugimba diarahkan mengungsi ke Kemandoga demi mendapatkan perlindungan dan bantuan kemanusiaan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI terkait laporan tersebut. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Meki Nawipa Tegaskan Setiap Rupiah APBD Harus Bermanfaat bagi Masyarakat Papua Tengah

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan bahwa setiap rupiah Anggaran Pendapatan dan Belanja…

5 jam ago

Akses Jalan Trans Tiom-Kuyawage Jadi Kunci Distribusi Bantuan Beras untuk Warga Terdampak Kekeringan

LANNY JAYA, TOMEI.ID | Pembukaan akses jalan Trans Tiom–Kuyawage menjadi faktor krusial dalam upaya penyaluran…

7 jam ago

Berita Foto: Safety Goes to School IFRC 2026 Edukasi 1.000 pelajar Mimika tentang Budaya Keselamatan

TIMIKA, TOMEI.ID | Membuka rangkaian the 8th Indonesian Fire  and Rescue Competition (IFRC) 2026, para personel…

20 jam ago

Berita Foto: Safety Goes to School IFRC 2026 Edukasi 1.000 pelajar Mimika tentang Budaya Keselamatan

TIMIKA, TOMEI.ID | Membuka rangkaian the 8th Indonesian Fire  and Rescue Competition (IFRC) 2026, para personel…

20 jam ago

PSTI Papua Tengah Mulai Bergerak, Matangkan Program Menuju Pra-PON 2027

NABIRE, TOMEI.ID | Pengurus Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Provinsi Papua Tengah mulai mematangkan program…

21 jam ago

Festival Kopi Papua Tengah Hadirkan Petani dari Delapan Kabupaten, Andreas: Ko Tidak Datang, Ko Rugi!

NABIRE, TOMEI.ID | Festival Kopi Papua Tengah akan menghadirkan kelompok tani kopi dari delapan kabupaten…

21 jam ago