NABIRE, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) mengeluarkan ancaman pembunuhan terhadap karyawan PT Freeport Indonesia yang mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat di Rindam XVII/Cenderawasih, Kabupaten Jayapura.
Ancaman tersebut disampaikan melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB pada Rabu (7/10/2026), yang ditandatangani Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.
Sebelumnya, sebanyak 196 karyawan PT Freeport Indonesia mengikuti Latsarmil Komcad di Rindam XVII/Cenderawasih. Pelatihan tersebut berlangsung sejak 6 Oktober hingga 4 Desember 2026, setelah 196 peserta dinyatakan lolos dari 213 calon peserta yang mengikuti proses seleksi.
Dalam siaran pers tersebut, TPNPB menyatakan keikutsertaan para karyawan Freeport dalam Latsarmil Komcad merupakan keterlibatan dalam kegiatan militer Indonesia. Atas dasar klaim tersebut, kelompok itu kemudian mengeluarkan ancaman eksekusi terhadap para karyawan yang mengikuti pelatihan.
“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB secara resmi mengeluarkan perintah eksekusi mati bagi seluruh karyawan PT Freeport McMoRan yang terlibat dengan aparat militer Indonesia sebagai Komcad TNI,” demikian isi siaran pers tersebut.
TPNPB juga menyatakan telah menginstruksikan pasukannya di 36 Komando Daerah Pertahanan di Tanah Papua untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap karyawan Freeport apabila mereka ditemukan di wilayah operasi kelompok tersebut.
“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menginstruksikan kepada seluruh pasukan TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua agar wajib eksekusi dan tembak mati seluruh karyawan PT Freeport McMoRan jika ketemu dimana saja,” tulis TPNPB.
Selain mengeluarkan ancaman terhadap peserta Latsarmil, kelompok tersebut meminta Kodam XVII/Cenderawasih dan Kementerian Pertahanan RI mengumumkan identitas 196 karyawan Freeport yang mengikuti pelatihan Komcad.
Permintaan tersebut disebut berkaitan dengan upaya TPNPB mengidentifikasi para peserta Komcad. Kelompok itu kemudian menyatakan akan memperluas sasaran ancaman apabila identitas seluruh peserta tidak diumumkan.
“Namun, jika tidak diumumkan nama-nama seluruh peserta Komcad maka, TPNPB secara resmi mengumumkan tembak mati seluruh karyawan PT Freeport McMoRan yang sedang beroperasi di Tembagapura Papua,” demikian pernyataan tersebut.
Ancaman yang disampaikan TPNPB juga diperluas kepada karyawan Freeport di luar peserta Latsarmil. Kelompok tersebut menyerukan kepada warga sipil agar tidak menyediakan tempat kos maupun rumah kontrakan bagi karyawan PT Freeport Indonesia di kawasan Tembagapura dan Timika.
“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga mengeluarkan perintah kepada seluruh warga sipil agar tidak lagi memberikan kos dan rumah kontrakan terhadap Karyawan PT Freeport McMoRan di Tembagapura maupun Timika,” tulisnya.
TPNPB mengaitkan ancaman tersebut dengan tuduhan bahwa karyawan yang mengikuti Latsarmil telah terlibat sebagai agen intelijen serta memberikan dukungan kepada aparat militer Indonesia.
Tuduhan tersebut merupakan klaim TPNPB yang tidak disertai bukti pendukung dalam siaran pers yang diterima redaksi dan belum dapat diverifikasi secara independen.
Dalam siaran pers yang sama, TPNPB juga menuding PT Freeport Indonesia terlibat dalam perampasan dan penguasaan sumber daya alam Papua.
Siaran pers tersebut ditandatangani pimpinan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM, yakni Jenderal Goliath Tabuni, Letnan Jenderal Melkisedek Awom, Mayor Jenderal Terianus Satto, dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi Tomei belum memperoleh tanggapan dari PT Freeport Indonesia, Kodam XVII/Cenderawasih maupun Kementerian Pertahanan RI terkait ancaman dan sejumlah tuduhan yang disampaikan dalam siaran pers tersebut.
NABIRE, TOMEI.ID | Polda Papua Tengah akan menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Noken 2026 selama…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Asrama Mahasiswa Putra Yahukimo di Jayapura memperingati Dies Natalis ke-12 dengan mengangkat…
NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawenari, meminta jajaran Kodim 1705/Nabire menjadikan kantor…
NABIRE, TOMEI.ID | Kodim 1705/Nabire mulai menempati Gedung Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Lama,…
MANOKWARI, TOMEI.ID | Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KP2IT Provinsi Papua Barat menyampaikan terima kasih dan…
MANOKWARI, TOMEI.ID | Kepala Kerukunan Keluarga Besar Pegunungan Tengah (K2BPT) Provinsi Papua Barat, Apner Itlay,…