Berita

TPNPB Bantah Klaim Pemerintah soal Penyerahan Diri Lima Orang

NABIRE,TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) membantah pernyataan pemerintah Indonesia yang menyebut lima orang telah menyerahkan diri sebagai anggota kelompok bersenjata tersebut.

Bantahan itu disampaikan TPNPB melalui siaran pers yang diterima Tomei.id pada Sabtu (13/12/2025). Dalam keterangannya, TPNPB menyatakan bahwa lima orang yang diklaim menyerahkan diri bukan merupakan anggota aktif dalam organisasi TPNPB.

Berdasarkan laporan Pos Informasi Setempat (PIS) TPNPB di Kabupaten Intan Jaya, kelima orang tersebut terdiri atas dua warga sipil dan tiga mantan anggota yang telah lama tidak terlibat dalam aktivitas organisasi. Dua di antaranya bernama Januarius Sani, yang dikenal dengan sebutan Batik Biru, dan Joetim Abugau alias Batik Hijau.

TPNPB menyebutkan, kelima orang tersebut selama ini hidup dan beraktivitas secara bebas di wilayah Intan Jaya, Nabire, hingga Timika. Mereka tidak pernah ditangkap maupun menjalani proses pemeriksaan oleh aparat keamanan, kata TPNPB.

“Karena itu, klaim bahwa mereka merupakan anggota TPNPB yang kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak sesuai dengan kondisi di lapangan,” ujar TPNPB dalam pernyataan tertulis tersebut.

Dalam siaran pers yang sama, manajemen TPNPB meminta aparat keamanan untuk tidak menyampaikan informasi yang dinilai keliru kepada publik. Selain itu, TPNPB juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang mengatasnamakan penyerahan diri anggota kelompok tersebut, beber TPNPB.

Siaran pers itu ditandatangani oleh Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom bersama sejumlah pimpinan organisasi, yakni Panglima Tinggi TPNPB-OPM Goliat Tabuni, Wakil Panglima Melkisedek Awom, Kepala Staf Umum Terianus Satto, serta Komandan Operasi Umum Lekagak Telenggen.

Dengan demikian, perlu dicatat bahwa informasi dari wilayah konflik di Papua seringkali sulit diverifikasi secara independen karena keterbatasan akses dan kondisi keamanan yang tidak stabil.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah atau aparat keamanan terkait bantahan yang disampaikan TPNPB. Tomei.id akan terus memantau perkembangan informasi resmi dan akurat terkait pernyataan tersebut. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Gubernur Bicara APBD, Dua Anggota DPR Papua Tengah Malah Live TikTok dan Main Judol

NABIRE, TOMEI.ID | Pemandangan berbeda terlihat dalam Rapat Paripurna Tahap I DPR Papua Tengah, Kamis…

5 jam ago

Gedung Belum Diperbarui, SD Inpres Balingga Desak Pemkab Lanny Jaya Buka Akses Jalan

LANNY JAYA, TOMEI.ID | Di tengah keterbatasan infrastruktur pendidikan yang masih membelenggu, SD Inpres Balingga…

9 jam ago

Dinkop UKM Dogiyai Perkuat Ekonomi Kampung, Minimarket dan Bantuan Kios OAP Digenjot

DOGIYAI, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai, melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah…

9 jam ago

Besok, Meki Nawipa akan Kunjungi Puncak Bawa Misi Pembangunan

PUNCAK, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, bersama Anggota Komisi II DPR RI, Forkopimda…

20 jam ago

Meki Nawipa Dorong Kadin Papua Tengah Gerakkan Ekonomi Lokal, Kurangi Ketergantungan Pertambangan

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi…

1 hari ago

Belanja Perubahan APBD Papua Tengah Naik Rp1,27 Triliun, Gubernur Meki Tekankan Akuntabilitas

NABIRE, TOMEI.ID | Belanja daerah dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Papua Tengah Tahun…

1 hari ago