Berita

TPNPB Klaim Aparat Tembak Dua Warga Sipil di Intan Jaya, Satu Orang Tewas

INTAN JAYA, TOMEI.ID |Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) mengklaim aparat TNI–Polri menembak dua warga sipil dalam operasi keamanan di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Dalam insiden tersebut, satu warga dilaporkan meninggal dunia akibat luka tembak serius dalam operasi keamanan yang berlangsung di wilayah tersebut. Klaim itu disampaikan melalui siaran pers KOMNAS TPNPB tertanggal Senin, 2 Februari 2026, yang diterima redaksi tomei.id pada hari yang sama.

Menurut keterangan TPNPB, peristiwa penembakan terjadi ketika dua warga sipil asal Kampung Jalai, masing-masing bernama Pit Nayagau dan Nato Japugau, sedang menuju Kota Sugapa dan melintas di Jalan Dogatalipa, pinggiran Kali Dogabu, Kampung Jalai.

TPNPB mengklaim aparat keamanan yang tengah melakukan operasi di wilayah tersebut langsung melepaskan tembakan ke arah kedua warga sipil tersebut, tanpa peringatan dan dalam situasi yang disebut mencekam.

“Pit Nayagau ditembak hingga meninggal dunia di tempat, sementara Nato Japugau berhasil melarikan diri meski mengalami luka tembak,” demikian pernyataan tertulis KOMNAS TPNPB.

TPNPB juga mengklaim jenazah Pit Nayagau dibuang ke semak-semak di pinggir Kali Dogabu setelah penembakan. Jenazah tersebut, menurut keterangan mereka, kemudian ditemukan oleh warga sipil lain dan dilaporkan kepada masyarakat Kampung Jalai sebelum dievakuasi ke rumah duka.

Selain peristiwa penembakan, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menuding aparat keamanan melakukan operasi militer intensif di Kampung Jalai, termasuk dugaan pendropan logistik militer yang disebut merusak satu bangunan Gereja Katolik dan sebuah rumah warga sehari sebelumnya.

TPNPB menilai rangkaian operasi tersebut menciptakan situasi tidak aman bagi warga sipil dan berujung pada jatuhnya korban jiwa, serta memperparah trauma, ketakutan, dan pelanggaran hak asasi manusia berkepanjangan.

“Atas peristiwa ini, kami menilai negara Indonesia sedang melakukan kejahatan kemanusiaan selama operasi militer di Intan Jaya. Kami menurut mereka melanggar hukum humaniter internasional serius dan HAM,” tulis TPNPB dalam pernyataannya.

Dalam siaran pers tersebut, TPNPB juga mendesak Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Pertahanan, serta aparat keamanan untuk menghentikan operasi militer yang dinilai menyasar masyarakat sipil. Mereka turut menolak tuduhan yang kerap mengaitkan warga sipil sebagai bagian dari TPNPB.

TPNPB meminta agar kasus ini ditangani secara netral dan mendorong dilakukannya investigasi independen internasional guna mengungkap fakta di lapangan, secara transparan objektif kredibel profesional menghormati hukum internasional.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun aparat keamanan terkait klaim penembakan tersebut, tomei.id akan berupaya mengonfirmasi kepada pihak terkait resmi, sesuai prinsip jurnalisme verifikasi keberimbangan dan kepentingan publik. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Dana Otsus Rp12,69 Triliun Direalisasikan, Enam Gubernur Papua Siap Kawal Komitmen Presiden

NABIRE, TOMEI.ID | Enam gubernur dari wilayah Tanah Papua melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Perimbangan…

3 jam ago

Papua Tengah Miliki 61 Ribu Km² Wilayah, Pemprov Susun RPPLH untuk Jaga Keberlanjutan

NABIRE, TOMEI.ID | Provinsi Papua Tengah tercatat memiliki luas wilayah mencapai 61.073 km² dengan kawasan…

4 jam ago

TPNPB Umumkan Duka Nasional, Kapten Yerman Telenggen Meninggal Dunia di Nduga

NABIRE, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) secara…

1 hari ago

Pelabuhan Feri Air Mandidi: Antara Jejak Transportasi dan Potensi Wisata yang Terabaikan

NABIRE, TOMEI.ID | Waktu seakan berhenti di Pelabuhan Feri Kampung Air Mandidi, Nabire, Papua Tengah.…

1 hari ago

Papua Mulai Jajaki Kereta Api, Gubernur Fakhiri Dorong Konektivitas Modern Antarwilayah

JAYAPURA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mulai mengambil langkah strategis dengan menjajaki pengembangan transportasi…

1 hari ago

Koalisi Jayawijaya Semprot MRP Papua Pegunungan: Dinilai Salah Prosedur dan Salah Sasaran

WAMENA, TOMEI.ID | Tim Koalisi Koordinator Jayawijaya melontarkan kritik keras terhadap langkah Majelis Rakyat Papua…

1 hari ago