Berita

TPNPB Tembak Mati Satu Aparat Militer Indonesia dalam Kontak Senjata di Tambrauw

TAMBRAUW, TOMEI.ID | Kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim menembak mati satu aparat militer Indonesia dalam kontak senjata yang terjadi di wilayah Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, Minggu (8/3/2026) malam.

Informasi tersebut disampaikan melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat Komando Nasional TPNPB yang diterima pada Senin (9/3/2026).

Juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyatakan bahwa laporan operasi disampaikan oleh Komandan Operasi TPNPB KODAP XXXIII Ru Mana Tambrauw, Marthen Faan, melalui Komandan Batalyon Sawok, Thobias Yekwam.

Menurut laporan tersebut, pasukan TPNPB KODAP XXXIII Ru Mana Tambrauw melakukan penyerangan terhadap aparat militer Indonesia pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 19.00 WIT.

Kontak senjata dilaporkan terjadi di antara Kampung Banfot, Distrik Feef, dan Kampung Jukbi, Distrik Bamus Bama, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya.

Dalam pernyataannya, Komandan Batalyon Sawok TPNPB, Thobias Yekwam, menyebutkan bahwa pasukan di bawah komandonya menembak mati satu aparat militer Indonesia dalam peristiwa tersebut.

Pihak TPNPB juga menyatakan siap bertanggung jawab atas serangan yang dilakukan oleh pasukan KODAP XXXIII Ru Mana Tambrauw.

Dalam siaran pers tersebut, TPNPB kembali menegaskan bahwa kelompok tersebut menyatakan sedang menjalankan apa yang disebut sebagai perang pembebasan Papua.

TPNPB menyatakan tujuan perjuangan mereka adalah tuntutan kemerdekaan Papua dan menolak berbagai program pembangunan, pemekaran wilayah, maupun tawaran jabatan dari pemerintah Indonesia.

Selain itu, TPNPB juga mengimbau warga sipil, baik masyarakat Papua maupun non-Papua, untuk menjauh dari wilayah yang disebut sebagai zona konflik guna menghindari risiko keselamatan.

Pimpinan TPNPB KODAP XXXIII Ru Mana Tambrauw yang disebut dalam siaran pers tersebut antara lain Panglima Daerah Finsen Frabuku dan Wakil Panglima Leonardo Syufi.

Siaran pers resmi tersebut ditandatangani oleh Sebby Sambom, Jubir TPNPB OPM, serta penanggung jawab nasional KOMNAS TPNPB-OPM: Jenderal Goliath Tabuni (Panglima Tinggi), Letjen Melkisedek Awom (Wakil Panglima), Mayor Jenderal Terianus Satto (Kepala Staf Umum), dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen (Komandan Operasi Umum).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Tentara Nasional Indonesia terkait klaim serangan tersebut serta kronologi kejadian yang dilaporkan oleh TPNPB.

Informasi ini disampaikan secara independen dari siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, dan redaksi tomei.id akan terus memperbarui perkembangan situasi secara berkala secara faktual, akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada publik. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Yampit Nawipa Ingatkan ASN Jangan Ejek Kesalahan Rekan, Disiplin Harus Ditegakkan

PANIAI, TOMEI.ID | Bupati Paniai, Yampit Nawipa, mengingatkan seluruh aparatur pemerintah agar tidak menjadikan kesalahan…

3 jam ago

Melkianus Tebai Bawa Perspektif Dunia Usaha dalam Pelatihan BUMDes bagi 79 Kampung di Dogiyai

DOGIYAI, TOMEI.ID | Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Dogiyai, Melkianus Tebai, membawa perspektif dunia…

4 jam ago

Perkuat Fondasi SDM, Bupati Paniai Yanpit Nawipa Dorong Pendidikan TK dan PAUD hingga Kampung

PANIAI, TOMEI.ID | Bupati Paniai, Yanpit Nawipa, menegaskan komitmennya untuk memperkuat pendidikan anak usia dini…

4 jam ago

40 Tenaga Kesehatan Ikuti Workshop ILP, Pelayanan Kesehatan Papua Tengah Jadi Sorotan

NABIRE, TOMEI.ID | Sebanyak 40 tenaga kesehatan mengikuti Workshop Integrasi Layanan Primer (ILP) yang digelar…

8 jam ago

Meki Nawipa Tekankan Percepatan Program, Anggaran 2026 Harus Berdampak bagi Rakyat

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, meminta seluruh OPD setempat mempercepat pelaksanaan program dan…

13 jam ago

Meki Nawipa: ASN Bukan Hanya Terima Gaji, tetapi Harus Mengabdi kepada Masyarakat

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) bahwa…

13 jam ago