Berita

TPNPB Tetapkan ASN Tolikara Sebagai DPO

TOLIKARA, TOMEI.ID | Kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyatakan telah menetapkan seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Tolikara sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers resmi tertanggal Sabtu (28/3/2026) oleh juru bicara TPNPB, Sebby Sambom. Dalam keterangannya, individu bernama Yuten Gurik yang diketahui merupakan pegawai Dinas Sosial Kabupaten Tolikara dituduh terlibat dalam aktivitas intelijen serta meminta penambahan personel aparat keamanan ke wilayah konflik.

“Yang bersangkutan kami tetapkan sebagai DPO karena diduga terlibat membantu operasi militer Indonesia,” ujar Sebby dalam pernyataan resminya.

Selain itu, TPNPB menuding yang bersangkutan memberikan informasi kepada pihak aparat setempat terkait kondisi keamanan di Tolikara. Berdasarkan klaim tersebut, kelompok ini juga melontarkan ancaman kekerasan terhadap individu yang dituduh serta pihak lain yang dianggap memiliki keterkaitan.

Siaran pers tersebut turut mencantumkan pernyataan dari pimpinan TPNPB, termasuk Goliath Tabuni, yang menegaskan sikap kelompoknya terhadap kehadiran aparat keamanan di wilayah yang mereka klaim sebagai zona konflik bersenjata.

TPNPB juga mengeluarkan imbauan kepada warga sipil, baik pendatang maupun orang asli Papua untuk segera meninggalkan wilayah yang disebut sebagai “zona merah”. Imbauan ini mencakup berbagai kalangan, seperti pengemudi ojek, pedagang, tenaga pendidik, hingga tenaga kesehatan.

Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keselamatan masyarakat sipil di Kabupaten Tolikara, yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi lokasi eskalasi konflik bersenjata antara kelompok bersenjata dan aparat keamanan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah daerah maupun aparat keamanan terkait tuduhan yang disampaikan oleh pihak TPNPB. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan untuk memastikan keberimbangan informasi.

Redaksi menegaskan bahwa informasi ini masih bersumber dari satu pihak dan memerlukan verifikasi lanjutan guna menjaga akurasi dan prinsip jurnalistik berimbang. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

UNIPA Satukan Perspektif Demokrasi dan Lingkungan dalam Kuliah Umum Kehutanan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Fakultas Kehutanan Universitas Papua (UNIPA) mengangkat keterkaitan antara data kepemiluan, demokrasi, serta…

5 jam ago

42 Ton Beras untuk Lanny Jaya, Pemprov Papua Pegunungan Tekankan Distribusi hingga Tujuh Distrik

WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi(Pemprov) Papua Pegunungan menyalurkan 42 ton beras bantuan bagi masyarakat Kabupaten…

5 jam ago

Mahasiswa UNIPA Belum Terdata sebagai Pemilih, KPU Papua Barat Perkuat Edukasi Demokrasi

MANOKWARI, TOMEI.ID | Masih adanya mahasiswa Universitas Papua (UNIPA) yang belum terdata sebagai pemilih menjadi…

5 jam ago

Mesak Magai Soroti Ketimpangan Guru di Nabire, Pejabat yang Hambat Pemerataan Terancam Dicopot

NABIRE, TOMEI.ID | Bupati Nabire, Mesak Magai, menyoroti ketimpangan distribusi tenaga pendidik antara sekolah di…

15 jam ago

Bupati Mesak Magai Ancam Pindahkan Direktur RSUD Nabire ke Yaro Jika Lindungi Pegawai yang Live TikTok

NABIRE, TOMEI.ID | Bupati Nabire, Mesak Magai, melontarkan peringatan keras terkait kedisiplinan pegawai Rumah Sakit…

16 jam ago

Mesak Magai Soroti ASN OAP yang Puas dengan Status Pegawai Negeri, Banyak Pensiun Golongan II C

NABIRE, TOMEI.ID | Bupati Nabire, Mesak Magai, menyoroti sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) Orang Asli…

16 jam ago