Berita

TPNPB Tuduh Pungli Bandara dan Hilangnya CCTV di Intan Jaya

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Siaran Pers Manajemen Pusat (KOMNAS TPNPB) menyampaikan sejumlah tuduhan terkait dugaan pungutan liar di bandara serta hilangnya perangkat CCTV di lingkungan Kantor Bupati Intan Jaya.

Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, mengatakan laporan tersebut diterima dari jaringan internal mereka di wilayah Intan Jaya, Papua Tengah.

“PIS TPNPB melaporkan adanya pungutan sebesar Rp2 juta per penumpang tujuan Nabire dan Timika tanpa tiket resmi maupun jaminan asuransi,” kata Sebby dalam keterangan siaran pers resmi yang dikutip, Rabu, (25/3/2026).

Menurut Sebby, dugaan pungutan tersebut disebut terjadi di Bandar Udara Sokopaki, Sugapa, dan dilakukan oleh aparat yang disebut mengambil alih fungsi pelayanan penerbangan sipil.

Selain itu, TPNPB juga menuding adanya pengambilalihan operasional penerbangan sipil oleh aparat keamanan, yang berdampak pada tidak berfungsinya petugas maskapai sesuai prosedur.

TPNPB turut menyoroti hilangnya sejumlah perangkat di Kantor Bupati Intan Jaya, seperti CCTV, CPU komputer, dan peralatan elektronik lainnya.

“Barang-barang tersebut diduga sengaja dihilangkan untuk menghapus bukti tertentu,” ujar Sebby.

Dalam pernyataannya, TPNPB juga meminta aparat keamanan menghentikan dugaan pungutan liar serta tindakan intimidasi terhadap warga sipil di tengah situasi konflik yang masih berlangsung di wilayah tersebut.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan kerja sama berbagai pihak terkait penyampaian informasi tersebut.

Siaran pers resmi tersebut ditandatangani oleh Sebby Sambom, Jubir TPNPB OPM, serta penanggung jawab nasional KOMNAS TPNPB-OPM: Jenderal Goliath Tabuni (Panglima Tinggi), Letjen Melkisedek Awom (Wakil Panglima), Mayor Jenderal Terianus Satto (Kepala Staf Umum), dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen (Komandan Operasi Umum).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak aparat keamanan maupun Pemerintah Kabupaten Intan Jaya terkait tuduhan tersebut.

Redaksi tomei.id menegaskan bahwa informasi ini masih bersumber dari satu pihak, yakni TPNPB. Upaya konfirmasi kepada TNI dan aparat keamanan setempat terus dilakukan guna memastikan verifikasi, keberimbangan, dan akurasi pemberitaan. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Bakom RI Soroti Media Kejar Viralitas, Bagaimana Nasib Kepercayaan Publik?

JAKARTA, TOMEI.ID | Di tengah persaingan media digital yang semakin cepat, mengejar viralitas tidak cukup…

4 jam ago

Bupati Yudas Tebai Dorong Manajemen Talenta ASN Dogiyai, Karier Birokrasi Harus Objektif dan Transparan

JAKARTA, TOMEI.ID | Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, mendorong penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN)…

5 jam ago

IFRC 2026 Digelar di Mimika, 17 Tim Rescue Uji Kesiapsiagaan Darurat

TIMIKA, TOMEI.ID | Sebanyak 17 tim dari 16 perusahaan pertambangan dan energi di Indonesia akan…

5 jam ago

IA-ITB Dorong Investasi Mineral dan Migas, SDM Lokal Papua Jadi Prioritas

JAKARTA, TOMEI.ID | Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Pengurus Daerah Papua dan Papua Barat…

6 jam ago

Media Lokal Tak Bisa Lagi Bertahan dengan Cara Lama, Transformasi Jadi Keharusan

JAKARTA, TOMEI.ID | Media lokal menghadapi tantangan besar di tengah perubahan perilaku audiens, perkembangan teknologi…

6 jam ago

Bapperida Papua Tengah Kaji Kondisi Riil Daerah, Program Pembangunan Tak Boleh Salah Sasaran

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi…

1 hari ago