JAYAPURA, TOMEI.ID | Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap VIII Intan Jaya mengumumkan pembentukan struktur komando baru di Pos Metua, dengan menunjuk Enos Tipagau sebagai Komandan Pos.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui siaran pers yang diterima pada Selasa (17/3/2026), menandai konsolidasi internal dan penguatan struktur komando pasukan.
Juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyatakan bahwa penetapan struktur baru merupakan hasil kesepakatan internal pasukan di wilayah Intan Jaya.
“Struktur ini dibentuk berdasarkan keputusan bersama untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi pasukan di wilayah operasi,” ujar Sebby dalam keterangan tertulis yang diterima tomei.id, Rabu (18/3/2026).
Dalam susunan tersebut, Nius Tipagau ditetapkan sebagai Wakil Komandan Pos Metua. Sementara posisi Komandan Operasi dipegang oleh Soni Kobogau dengan Otto Tipagau sebagai wakilnya.
Lebih lanjut, Sebby menyebut bahwa pembentukan struktur komando ini juga berkaitan dengan upaya penguatan strategi di lapangan. TPNPB, kata dia, tetap menyatakan komitmen untuk melanjutkan perlawanan bersenjata sebagai bagian dari agenda politik kelompok tersebut.
Dalam pernyataan yang sama, TPNPB turut menyampaikan seruan kepada aparat pemerintah dan pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas pemerintahan di Kabupaten Intan Jaya agar menghentikan kegiatan, termasuk yang berkaitan dengan pembahasan wilayah pertambangan Blok Wabu.
Selain itu, TPNPB juga mengimbau masyarakat non-lokal untuk meninggalkan wilayah yang mereka sebut sebagai zona konflik. Imbauan tersebut disampaikan dengan alasan keamanan di tengah situasi yang dinilai belum kondusif.
Siaran pers resmi tersebut ditandatangani oleh Sebby Sambom, Jubir TPNPB OPM, serta penanggung jawab nasional KOMNAS TPNPB-OPM: Jenderal Goliath Tabuni (Panglima Tinggi), Letjen Melkisedek Awom (Wakil Panglima), Mayor Jenderal Terianus Satto (Kepala Staf Umum), dan Mayor Jenderal Lekagak Telenggen (Komandan Operasi Umum).
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Indonesia maupun Tentara Nasional Indonesia terkait pengumuman struktur komando dan pernyataan yang disampaikan TPNPB.
Secara terpisah, sejumlah pihak terus mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap warga sipil di tengah situasi keamanan di Intan Jaya yang masih fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir.
Pengamat konflik Papua menilai, setiap dinamika di lapangan, termasuk perubahan struktur kelompok bersenjata, perlu disikapi secara hati-hati dengan tetap mengedepankan pendekatan yang menjamin keselamatan masyarakat sipil.
Dengan demikian, perkembangan situasi di Intan Jaya tidak hanya menjadi isu keamanan, tetapi juga menyangkut stabilitas sosial serta perlindungan hak-hak dasar masyarakat di wilayah tersebut.
Informasi tersebut menyebut pembentukan struktur komando baru di Pos Metua, berdasarkan siaran pers Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap VIII Intan Jaya. Redaksi tomei.id akan terus memperbarui informasi secara faktual dan berimbang. [*].
NABIRE, TOMEI.ID | Siklon tropis Narelle yang bergerak mendekati perairan Indonesia mulai memicu peningkatan cuaca…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Struktur ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dinilai masih rapuh akibat ketergantungan…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Situasi keamanan di Dekai, Kabupaten Yahukimo, dilaporkan memanas setelah kelompok bersenjata Tentara…
MAYBRAT, TOMEI.ID | Tindakan penyiksaan terhadap warga sipil kembali mencuat di wilayah konflik Papua Barat…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Wacana penerapan universal banking di Indonesia mulai menguat sebagai bagian dari dorongan…
MAYBRAT, TOMEI.ID | Kelompok bersenjata yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim…