Berita

ULMWP Serukan Doa Kerahiman Ilahi Pukul 15.00 untuk Pemulihan Papua

JAYAPURA, TOMEI.ID | Pimpinan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menyerukan kepada masyarakat Papua untuk melaksanakan Doa Kerahiman Ilahi setiap hari pada pukul 15.00 sebagai bentuk refleksi spiritual bagi pemulihan dan perdamaian di Tanah Papua.

Seruan tersebut tertuang dalam pernyataan resmi organisasi bernomor 0075/P-039/A-24/ULMWP/EC-1/III/2026 yang ditandatangani Executive President Menase Tabuni dan Executive Secretary Markus Haluk. Dokumen itu ditujukan kepada masyarakat Papua di Tanah Papua maupun diaspora, para pemimpin gereja, tokoh adat, organisasi masyarakat sipil, serta jaringan solidaritas internasional.

Dalam pernyataan tersebut, Menase Tabuni menyebut Doa Kerahiman Ilahi sebagai jalan spiritual untuk membangun pengharapan di tengah berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan yang masih terjadi di Papua.

“Doa ini menjadi pernyataan iman bahwa tanpa kasih karunia Tuhan, segala daya dan upaya manusia tidak akan cukup untuk mewujudkan pemulihan dan perdamaian sejati di Tanah Papua,” kata Menase Tabuni dalam dokumen seruan tersebut.

Executive Secretary ULMWP Markus Haluk menjelaskan bahwa doa tersebut diharapkan dapat dilakukan secara pribadi maupun bersama dalam komunitas gereja dan keluarga.

Menurut Markus Haluk, praktik doa yang dilakukan secara konsisten dapat membantu penyembuhan trauma kolektif masyarakat sekaligus memperkuat nilai pengampunan dan rekonsiliasi sosial di tengah konflik yang berkepanjangan.

ULMWP dalam pernyataannya juga menyoroti situasi global yang dinilai semakin tidak menentu akibat berbagai konflik internasional, termasuk perang Rusia–Ukraina serta ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada krisis kemanusiaan dan ekonomi di berbagai negara.

Dalam konteks Papua, organisasi tersebut menilai konflik bersenjata di sejumlah wilayah masih memicu pengungsian masyarakat sipil. Beberapa daerah yang disebut antara lain Intan Jaya, Nduga, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Maybrat, Lanny Jaya, Puncak Papua, Puncak Jaya, hingga Timika.

Selain persoalan keamanan, ULMWP juga menyinggung ancaman kerusakan lingkungan akibat ekspansi pertambangan, perkebunan kelapa sawit, serta proyek pembangunan berskala besar yang dinilai berpotensi mengancam kawasan hutan tropis di Pulau Nugini.

Dalam dokumen tersebut, ULMWP mengajak masyarakat Papua untuk merefleksikan perjalanan perjuangan selama lebih dari enam dekade yang dinilai penuh dengan pengorbanan, dinamika internal, serta tantangan sosial dan politik.

ULMWP sendiri merupakan organisasi politik yang dibentuk pada 7 Desember 2014 di Vanuatu sebagai wadah penyatuan sejumlah kelompok politik Papua Barat, yakni NRFPB, WPNCL, dan NPWP. Organisasi ini dipimpin oleh Benny Wenda yang aktif melakukan diplomasi internasional untuk mengangkat isu Papua Barat di berbagai forum regional dan global. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Bupati Nabire Minta Kepala Suku Moni dan Mee Serahkan Terduga Pelaku Kericuhan ke Polisi

NABIRE, TOMEI.ID | Bupati Nabire, Mesak Magai, meminta para kepala suku Moni dan Mee segera…

1 hari ago

11 Orang Luka, 8 Kendaraan Rusak; Dua Kelompok di Nabire Sepakat Berdamai

NABIRE, TOMEI.ID | Dua kelompok masyarakat yang terlibat keributan di kawasan depan SMP Negeri 2…

1 hari ago

HUT ke-70 GBGP di Tanah Papua, Gubernur Meki Nawipa Tekankan Peran Gereja dalam Pembangunan dan Perdamaian

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan pentingnya peran gereja dalam mendukung pembangunan…

1 hari ago

BREAKING NEWS: Persoalan Sampah Dapur MBG Diduga Picu Kericuhan di Bumi Wonorejo Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Persoalan sampah yang diduga berasal dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG)…

2 hari ago

Green Policing di Taman Gizi, Kapolda Papua Tengah Bersihkan Lingkungan dan Dengarkan Curhat Warga

NABIRE, TOMEI.ID | Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini bersama personel kepolisian melaksanakan kegiatan…

2 hari ago

200 Mahasiswa Teknik UNCEN Dibekali Wawasan Industri Freeport, Teknologi dan Kompetensi Jadi Fokus

JAYAPURA, TOMEI.ID | Sebanyak 200 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (UNCEN) mengikuti program Eksekutif Mengajar…

2 hari ago