Berita

UNCEN–Freeport Kunci Kemitraan Strategis: Pendidikan Papua Didorong Masuk Jalur Industri Global

JAYAPURA, TOMEI.ID | Universitas Cenderawasih (UNCEN) bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkuat kemitraan strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), sebagai langkah konkret mendorong pendidikan inklusif yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri.

Penandatanganan tersebut berlangsung dalam rangkaian kegiatan kuliah umum yang disampaikan Presiden Direktur PTFI di Gedung Sains dan Kemitraan UNCEN, Jayapura, sekaligus menegaskan arah baru kolaborasi pendidikan berbasis kebutuhan nyata dunia kerja.

Rektor UNCEN, Oscar Oswald O. Wambrauw, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas kelembagaan, melainkan kelanjutan dari relasi panjang yang telah dibangun, termasuk serah terima Gedung Sains dan Kemitraan pada Desember 2025.

Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan industri menjadi kunci dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, kompetitif, dinamis, serta penuh tekanan perubahan zaman.

“Kolaborasi ini bukan hanya kerja sama biasa, tetapi komitmen nyata membangun masa depan Papua melalui pendidikan yang relevan dan berkelanjutan, yang mampu menjawab ketimpangan, krisis kualitas, dan kebutuhan nyata masyarakat luas,” tegasnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menekankan pentingnya integrasi antara kebutuhan industri dan sistem pendidikan yang selama ini dinilai belum sepenuhnya selaras dan responsif terhadap perkembangan.

“Freeport membutuhkan dukungan SDM yang mumpuni untuk menjalankan operasional pertambangan, sementara UNCEN mempersiapkan lulusan sesuai kebutuhan tersebut tanpa mengorbankan standar akademik,” ujar Tony Wenas dalam keterangan tertulis yang diterima tomei.id, Rabu (8/4/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa hubungan antara PTFI dan UNCEN telah terjalin erat melalui berbagai kerja sama riset, mulai dari penelitian biodiversitas hingga kajian sosial dan budaya masyarakat adat di Papua.

Dalam momentum tersebut, tiga kesepakatan strategis diteken sekaligus, yakni Nota Kesepahaman antara PT Freeport Indonesia dan Universitas Cenderawasih yang mencakup pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi, kerja sama trilateral bersama Arizona State University untuk peningkatan kualitas akademik, serta Perjanjian Kerja Sama Program Praktisi Mengajar yang menghadirkan praktisi industri secara langsung dalam proses pembelajaran di lingkungan kampus.

Kuliah umum yang digelar turut mendapat respons antusias dari mahasiswa berbagai program studi. Mereka memperoleh pemahaman langsung terkait operasional industri pertambangan, kebutuhan kompetensi tenaga kerja, hingga peluang karier bagi generasi muda Papua.

Forum ini juga menjadi ruang dialog terbuka antara mahasiswa dan pimpinan industri, mempertemukan dunia akademik dengan realitas lapangan secara lebih konkret.

Secara faktual, kolaborasi ini telah menunjukkan dampak nyata. Tercatat sebanyak 332 alumni UNCEN telah bekerja sebagai tenaga profesional di PTFI. Selain itu, 255 mahasiswa telah menerima beasiswa dari perusahaan, dengan 51 di antaranya masih aktif menjalani studi.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa kemitraan antara dunia pendidikan dan industri tidak lagi bersifat simbolik, melainkan mulai menghasilkan output yang terukur dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia Papua.

Sebagai perusahaan tambang mineral terintegrasi, PT Freeport Indonesia beroperasi di kawasan Grasberg, Mimika, Papua Tengah. Salah satu wilayah dengan cadangan tembaga dan emas terbesar di dunia serta didukung fasilitas pemurnian di Gresik sebagai bagian dari strategi hilirisasi nasional.

Dengan penguatan kolaborasi ini, arah pembangunan pendidikan di Papua tidak hanya ditopang oleh teori akademik, tetapi juga dipacu oleh kebutuhan riil industri, membuka jalan bagi generasi muda untuk bersaing di tingkat nasional hingga global. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Meki Nawipa Pesan Lulusan STT Arastamar Nabire Buktikan Iman dan Integritas dalam Pengabdian

NABIRE, TOMEI.ID | Di tengah tuntutan pembangunan SDM Papua Tengah yang berintegritas, berkarakter, dan mampu…

10 jam ago

Karhutla Meluas, Pemprov Papua Tengah Kerahkan Lintas Unsur Hadapi Ancaman Bencana

NABIRE, TOMEI.ID | Menghadapi ancaman karhutla yang kian meluas, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperkuat…

10 jam ago

Maulid Nabi 1448 H, Gubernur Papua Barat Ajak Warga Perkuat Persaudaraan dan Toleransi

MANOKWARI, TOMEI.ID | Gubernur Provinsi Papua Barat, Dominggus Mandacan, mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Maulid…

10 jam ago

Mahasiswa Yahukimo di Jayapura Galang Dana untuk Korban Kebakaran 7 Rumah di Emdomen

JAYAPURA, TOMEI.ID | Mahasiswa Yahukimo kota studi Jayapura menggalang dana untuk membantu warga yang terdampak…

10 jam ago

Gubernur Fakhiri Ingin Festival Danau Sentani Jadi Gerakan Budaya, Lingkungan dan Ekonomi

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Matius Fakhiri berharap Festival Danau Sentani tidak sekadar menjadi agenda…

12 jam ago

Aktivis Adat Kenedi Desak Pemprov Serius Tangani Karhutla, Soroti Ancaman Ruang Hidup Papua

NABIRE, TOMEI.ID | Di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Papua…

13 jam ago