Berita

Upaya Intensif, Satgas ASF Nabire Berhasil Tekan Kematian Babi Hanya 13 Persen

NABIRE, TOMEI.ID | Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Penyakit African Swine Fever (ASF) Kabupaten Nabire melaksanakan rapat evaluasi pengendalian pasca wabah ASF di Aula Sekda Kabupaten Nabire, Senin (12/8/2025).

Rapat dipimpin Wakil Bupati Nabire H. Burhanuddin Pawennari bersama Sekda Nabire Pieter Erari, selaku Kepala Satgas ASF, serta dihadiri unsur Forkopimda, Dinas Peternakan, Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Papua Tengah, Balai Veteriner Jayapura, TNI AL Nabire, Polres Nabire, dan instansi terkait lainnya.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nabire, drh. I Dewa Ayu Dwita, dalam paparannya menyebutkan, sejak Oktober 2024 hingga Maret 2025, angka kematian babi akibat ASF tercatat sebanyak 3.002 ekor atau 13,75 persen dari total populasi (21.827 ekor).

“Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan beberapa daerah lain di Indonesia yang mengalami kematian hingga 100 persen,” katanya, Ayu Dwita, dalam keterangan tertulisnya kepada tomei.id, Minggu, (17/8/2025).

Kepala Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua Tengah, Ferdi, menambahkan bahwa ASF merupakan penyakit dengan tingkat kematian hampir 100 persen dan belum tersedia vaksin maupun obat. Oleh karena itu, langkah pencegahan menjadi prioritas utama.

Beberapa upaya yang dilakukan Satgas di antaranya memperketat pengawasan di pintu masuk, sosialisasi kebersihan kandang, larangan menjual babi sakit, penghentian swill feeding, pengendalian transportasi, penyemprotan desinfektan, serta pemberian puluhan ribu dosis serum konvalesen untuk ternak sehat.

Ferdi juga mengimbau masyarakat agar selalu melapor kepada petugas karantina di bandara maupun pelabuhan ketika melalulintaskan ternak babi atau produk turunannya.

“Partisipasi masyarakat sangat penting untuk menjaga agar ASF tidak meluas dan merugikan peternak di Nabire,” tegasnya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Koalisi HAM Papua Desak Presiden Bertindak, Dugaan Penyiksaan dan Salah Tangkap Warnai Operasi Aparat di Tambrauw

JAYAPURA, TOMEI.ID | Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua mendesak Presiden Republik…

7 jam ago

TPNPB Kodap IV Sorong Raya Umumkan Duka Nasional, Jenazah Peltu Alfons Sorry Diklaim Ditahan Militer Indonesia

JAYAPURA, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB secara resmi mengumumkan duka nasional atas gugurnya…

8 jam ago

Panen Perdana di Hitadipa: Kelompok Tani Air Madu Buktikan Kemandirian, Desak Dukungan Nyata Pemda Intan Jaya

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Panen perdana komoditas kentang oleh Kelompok Tani Air Madu di Kampung…

8 jam ago

ASN Fleksibel Saat Libur Panjang: Modernisasi atau Ujian Pelayanan Publik?

Oleh: Andreas Gobay, S.Sos., M.A. Kebijakan kerja fleksibel bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diterapkan…

1 hari ago

TPNPB Klaim Serangan di Maybrat, Sebut 8 Aparat Tewas dan Sita Senjata

MAYBRAT, TOMEI.ID | Kelompok yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim bertanggung…

1 hari ago

Bupati Dogiyai Terbitkan Instruksi Tegas: Miras, Kekerasan, dan Pemalangan Dilarang

DOGIYAI, TOMEI.ID | Bupati Kabupaten Dogiyai, Yudas Tebai dan wakil bupati, Yuliten Anouw, menerbitkan Instruksi…

1 hari ago