Berita

Usai Dilantik Presiden, Gubernur dan Wagub Papua Pegunungan Rayakan Paskah Bersama Rakyat di Sentani

JAYAPURA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Pegunungan, Jhon Tabo dan Wakilnya, Ones Pahabol resmi diutus menghadiri ibadah syukur dan perayaan Paskah yang digelar di halaman Sekolah Tinggi Agama Kristen Injili (STAKIN) GIDI, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (21/4/2025).

Diketahui, Jhon Tabo dan Ones Pahabol resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan oleh Presiden Indonesia, Prabowo Subianto di Jakarta, Kamis, (17/4).

Perayaan ini menjadi momen penting bagi keduanya. Suasana penuh kekhidmatan dan sukacita terasa sepanjang acara yang dihadiri ribuan warga dari berbagai denominasi gereja, tokoh masyarakat, pejabat daerah, dan mahasiswa.

BACA JUGA : Freeport Setor Rp7,73 Triliun ke Pemerintah Pusat dan Daerah, ini tujuannya

Acara diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh para pemimpin gereja, disertai pujian, nyanyian rohani, serta tarian adat Papua Pegunungan sebagai ungkapan iman dan kebudayaan lokal.

Dalam khotbahnya, Presiden Gereja Injili di Indonesia (GIDI), Pdt. Usman Kobak, menyampaikan pesan yang menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan yang dilandasi kerendahan hati dan pelayanan.

“Karena berasal dari latar belakang orang kecil dan kampung, mereka akan mampu meletakkan dasar pembangunan Papua Pegunungan dengan kasih Tuhan,” ujarnya, mengutip Yeremia 5–10.

BACA JUGA : BREAKING NEWS: Paus Fransiskus Meninggal Dunia

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemutaran film dokumenter yang menampilkan realitas sosial dan budaya Papua Pegunungan, termasuk tantangan kemiskinan, akses pendidikan, serta rekam jejak pelayanan dan kepemimpinan Jhon Tabo dan Ones Pahabol di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Jhon Tabo menegaskan bahwa kepemimpinan mereka merupakan amanah yang harus dijalani dengan takut akan Tuhan dan semangat melayani.

“Kami datang bukan untuk menerima pujian, melainkan untuk bersyukur. Pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto adalah bagian dari rencana Tuhan. Kepemimpinan ini adalah anugerah yang harus kami jalankan dengan hati yang melayani,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Ones Pahabol menambahkan, kehadiran mereka bukan untuk menguasai tetapi melayani. Menurutnya, meletakkan pondasi pembangunan yang baik di Papua Pegunungan harus saling menopang dan bergerak bergerak bersama.

Di tengah kerumunan umat yang hadir, Pdt. Maria Wenda, pendeta muda dari Lembah Baliem, menyampaikan harapannya, “Kami percaya bahwa kepemimpinan ini bukan semata karena kekuasaan, tetapi karena panggilan Tuhan. Kami doakan agar mereka tetap rendah hati dan tidak melupakan orang-orang kampung.”

Yohana Telenggen, seorang ibu rumah tangga yang datang dari Kabupaten Yahukimo bersama anak-anaknya, mengaku terharu bisa menghadiri acara tersebut.

“Ini pertama kali saya melihat gubernur dan wakil gubernur berdiri bersama rakyat di acara gereja. Mereka tidak bicara tinggi-tinggi, tapi bicara dari hati. Itu membuat kami percaya bahwa perubahan akan datang,” ungkapnya sambil menyeka air mata.

Acara ditutup dengan perjamuan kasih yang berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kebersamaan. Masyarakat dari berbagai latar belakang duduk bersama menikmati hidangan sederhana sebagai simbol kesatuan dan semangat baru membangun Papua Pegunungan.[*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Kematian Misterius Polisi JE Dibalas Peluru: Siapa yang Bertanggung Jawab atas 6 Nyawa Warga Dogiyai

DOGIYAI, TOMEI.ID | Kematian seorang anggota polisi, Juventus Edowai, yang hingga kini belum terungkap pelakunya,…

47 menit ago

Mutiara Hitam Menggila! Persipura Siap Hantam Persiba di Batakan, Duel Panas Penentu Arah Promosi

JAYAPURA, TOMEI.ID | Aroma panas langsung terasa jelang bentrok antara Persipura Jayapura kontra Persiba Balikpapan…

16 jam ago

Kejahatan Aparat terhadap Warga Sipil di Dogiyai sangat Parah, LP3BH Desak Investigasi Nasional hingga Internasional

MANOKWARI , TOMEI.ID | Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari…

16 jam ago

“Akan Meratakan Habis Warga Dogiyai” Ancaman Polisi di Balik Kematian JE

DOGIYAI, TOMEI.ID | Dugaan ancaman serius dari oknum aparat kepolisian mencuat di tengah penanganan kasus…

1 hari ago

Diadang Polisi! Kepala Distrik Kamuu Gagal Akses TKP, Ada Apa di Balik Kematian JE?

DOGIYAI, TOMEI.ID | Upaya Kepala Distrik Kamuu, Markus Auwe, untuk mendatangi lokasi ditemukannya jenazah mendiang…

2 hari ago

Dogiyai Berdarah Terkuak: Kronologi Lengkap, Nama Korban, dan Dugaan Pelanggaran HAM Menguat

DOGIYAI, TOMEI.ID | Situasi di pusat Kota Dogiyai hingga Rabu (2/4/2026) masih berada dalam kondisi…

2 hari ago