NABIRE, TOMEI.ID | Sejumlah siswa dan guru di tiga sekolah di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tujuh orang siswa bahkan guru harus menjalani perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, membenarkan adanya kejadian tersebut.
Marsel Asyerem menjelaskan gejala gangguan kesehatan mulai muncul pada Rabu (11/3/2026) setelah para siswa dan guru mengonsumsi menu makanan dari dapur MBG di wilayah Kampung Lani.
“Gejala yang dialami hampir sama, yaitu diare, muntah, dan pusing. Namun kejadian ini hanya terjadi di tiga sekolah dari total 17 sekolah yang dilayani dapur MBG,” kata Marsel Asyerem kepada awak media di Nabire, Sabtu, (14/3/2026).
Marsel Asyerem mengungkapkan bahwa sejumlah guru sebenarnya telah lebih dahulu merasakan gejala serupa. Namun laporan tidak segera disampaikan karena adanya kekhawatiran munculnya persepsi negatif terhadap program MBG yang sedang berjalan.
“Beberapa guru sudah merasakan gejala yang sama, tetapi mereka tidak langsung melapor karena khawatir terjadi salah persepsi terhadap program MBG,” jelas Marsel Asyerem.
Tujuh Orang Jalani Perawatan
Berdasarkan data tenaga medis, pasien yang datang ke fasilitas kesehatan menunjukkan gejala yang sama, yakni diare, muntah, dan pusing.
Hingga saat ini tercatat tujuh orang menjalani perawatan, dengan rincian lima orang dirawat di Klinik Rehensa, satu orang di RSUD Nabire, dan satu orang lainnya di Klinik Gresli.
Marsel Asyerem menjelaskan bahwa pemeriksaan laboratorium secara lengkap belum dapat dilakukan karena tenaga laboratorium sedang libur. Untuk sementara, dokter memprioritaskan penanganan medis guna mencegah pasien mengalami dehidrasi.
“Diagnosa sementara dari dokter adalah kemungkinan adanya bakteri yang memengaruhi daya tahan tubuh. Namun reaksi tubuh setiap orang berbeda,” ujarnya.
Kasus gangguan kesehatan tersebut berasal dari tiga sekolah, yakni TK Grasia, SMP Negeri 7 Nabire, dan SD Inpres Waharia.
Dugaan Kontaminasi Saus
Marsel Asyerem menjelaskan bahwa dugaan sementara penyebab gangguan kesehatan kemungkinan berasal dari saus makanan yang disajikan bersama menu MBG.
“Dokter menyampaikan kemungkinan kontaminasi terjadi pada saus makanan. Karena itu ke depan kami akan mengevaluasi menu dan kemungkinan saus tidak lagi digunakan,” kata Marsel.
Menurut Marsel Asyerem, makanan utama seperti telur dan sayur tidak menunjukkan indikasi awal sebagai sumber masalah.
Selain itu, Marsel Asyerem menjelaskan bahwa setiap dapur MBG sebenarnya memiliki prosedur penyimpanan sampel makanan sebagai bahan pemeriksaan apabila terjadi kejadian serupa.
Namun dalam kasus ini laporan baru diterima dua hari setelah kejadian sehingga masa penyimpanan sampel makanan telah berakhir dan diganti dengan menu baru sesuai prosedur operasional.
“Kami memang memiliki sistem penyimpanan sampel makanan, tetapi laporan baru masuk setelah masa penyimpanan habis,” jelas Marsel Asyerem.
Marsel Asyerem menegaskan bahwa Badan Gizi Nasional Nabire tidak sedang mencari pihak yang harus disalahkan dalam kejadian tersebut.
“Yang paling penting saat ini adalah memastikan semua pasien mendapatkan perawatan sampai pulih,” tegas Marsel Asyerem.
Seluruh biaya pengobatan pasien yang terdampak akan ditanggung oleh mitra dapur MBG sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kejadian tersebut.
Lebih lanjut, Marsel Asyerem juga meminta evaluasi program MBG dan menyatakan kasus ini akan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh dapur MBG di Kabupaten Nabire agar pengawasan terhadap kebersihan makanan semakin diperketat.
Evaluasi akan difokuskan pada proses pengolahan makanan, penggunaan bahan tambahan, serta standar higienitas dapur.
“Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh dapur MBG agar lebih memperhatikan higienitas makanan,” ujar Marsel Asyerem.
Layanan MBG Libur Selama Ramadan
Sebagai informasi, pelayanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire untuk sementara diliburkan hingga 31 Maret 2026 selama bulan Ramadan.
Selama masa tersebut, siswa akan menerima paket makanan kering yang dapat dibawa pulang.
BGN memastikan setelah masa libur berakhir, pelayanan MBG akan kembali berjalan dengan sistem pengawasan yang lebih ketat guna menjamin keamanan serta kualitas makanan bagi para penerima manfaat program. [*].









