Wakil Gubernur (Wagub)Papua Tengah, Deinas Geley, menyampaikan arahan saat menghadiri pelantikan kepengurusan organisasi kepemudaan di Nabire, Sabtu (7/2/2026), dengan penekanan pada pentingnya peran pemuda sebagai penggerak utama kemandirian ekonomi daerah melalui kewirausahaan. [Foto: Humas Pemprov Papua Tengah).
NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur (Wagub) Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan bahwa ketergantungan generasi muda pada jalur aparatur sipil negara (ASN) menjadi salah satu faktor penghambat utama terwujudnya kemandirian ekonomi daerah di Papua Tengah.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, saat menghadiri pelantikan kepengurusan organisasi kepemudaan di Nabire, yang diikuti pemuda-pemudi dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah.
Deinas Geley menyampaikan bahwa Papua Tengah memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, namun kondisi tersebut belum diimbangi dengan kualitas dan kemandirian sumber daya manusia, khususnya dalam penguasaan sektor bisnis, perdagangan, dan kewirausahaan.
“Tanah Papua sangat kaya dan dianugerahi sumber daya alam yang besar. Namun penguasaan terhadap bisnis dan perdagangan masih lemah, sehingga potensi tersebut belum sepenuhnya dinikmati oleh orang Papua sendiri,” ujar Deinas Geley.
Selain itu, wagub menilai pola pikir generasi muda yang terlalu berorientasi pada profesi ASN membuat minat untuk menjadi pelaku usaha relatif rendah. Padahal, sektor usaha merupakan tulang punggung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Deinas Geley juga menyinggung peran organisasi kepemudaan yang telah berdiri sejak 1971 dan mampu bertahan karena konsisten menjaga independensi serta tidak terjebak dalam kepentingan politik praktis. Prinsip tersebut dinilai penting agar organisasi kepemudaan tetap fokus pada pemberdayaan dan pembangunan generasi muda.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, melalui kebijakan pembangunan daerah, berkomitmen mendorong pemuda dari delapan kabupaten untuk tampil sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi. Namun Deinas Geley menegaskan bahwa peran pemerintah terbatas sebagai pembuat kebijakan dan fasilitator.
“Bukan gubernur, bukan wakil gubernur, dan bukan kepala OPD yang menggerakkan ekonomi. Penggerak utama ekonomi adalah para pengusaha,” tegas Deinas Geley.
Deinas Geley juga mendorong pemuda Papua Tengah membangun kolaborasi dengan pelaku usaha dari luar Papua, baik dari Jawa, Sulawesi, Maluku, maupun wilayah lainnya, guna mempercepat transfer pengetahuan, pengalaman, dan jejaring usaha.
Wakil Gubernur Papua Tengah menegaskan bahwa besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua Tengah yang mencapai triliunan rupiah tidak akan berdampak signifikan apabila perputaran uang lebih banyak keluar daerah.
“Anggaran triliunan rupiah tidak boleh kembali ke Jakarta. Perputaran ekonomi harus terjadi di Papua, dan kunci utamanya berada di tangan pemuda sebagai pengusaha lokal daerah Papua Tengah,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Deinas menyampaikan peringatan serius terkait persoalan sosial yang mengancam generasi muda Papua Tengah, khususnya penyalahgunaan minuman keras dan perilaku seks bebas yang dinilai merusak masa depan individu serta menghambat pembangunan daerah.
“Tanpa persatuan dan perubahan pola pikir, Papua akan sulit membangun masa depan yang mandiri dan berkelanjutan demi kesejahteraan rakyat Papua secara menyeluruh,” pungkas Deinas Geley. [*].
NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk memperkuat disiplin aparatur sipil…
NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memperketat penataan administrasi kepegawaian bagi pejabat eselon…
MALANG, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua Paniai Raya (IPMAPARA) Malang menyampaikan sikap tegas…
Oleh: Yeremias Edowai “Kutuliskan ini sebagai tanda rindu dan hormat untuk Kaka Timo Mote. Kiper…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Laga pekan ke-20 Pegadaian Championship Liga 2 2025/2026 dipastikan menghadirkan duel krusial…
JAYAPURA, TOMEI.ID | Rumah Solidaritas Papua (RSP) menyatakan situasi di Tanah Papua berada dalam kondisi…