JAYAPURA, TOMEI.ID | Harapan baru sepak bola Pegunungan Papua lahir dari Lembah Baliem. Wamena United memastikan diri sebagai juara Liga 4 Papua Pegunungan 2026 setelah menaklukkan Persigubin Pegunungan Bintang melalui drama adu penalti dengan skor 4-2.
Partai final yang berlangsung di Stadion Pendidikan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Minggu (8/3/2026), menghadirkan atmosfer luar biasa. Ribuan warga memadati stadion untuk menyaksikan pertarungan dua kekuatan sepak bola Pegunungan.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung tampil menyerang. Wamena United dan Persigubin silih berganti menciptakan peluang. Namun hingga waktu normal 2×45 menit berakhir, papan skor tetap menunjukkan angka 0-0.
Pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan waktu. Tekanan dan serangan terus terjadi, tetapi gol yang ditunggu publik Wamena tak kunjung lahir.
Akhirnya penentuan juara harus ditentukan melalui adu penalti. Momen tersebut menjadi panggung bagi kiper Wamena United yang tampil gemilang dengan menggagalkan satu tendangan pemain Persigubin. Dua penendang Persigubin lainnya juga gagal menjalankan tugas. Wamena United memastikan kemenangan dengan skor 4-2.
Trofi Liga 4 Papua Pegunungan 2026 bukan sekadar gelar juara. Kemenangan tersebut sekaligus membuka jalan bagi Wamena United menuju putaran nasional Liga 4 Indonesia 2026, menghadapi klub-klub terbaik dari berbagai provinsi.
Bagi masyarakat Wamena, kemenangan tersebut menghadirkan nostalgia kejayaan sepak bola Pegunungan. Ingatan publik kembali pada Persiwa Wamena, klub legendaris yang pernah mengharumkan nama Papua di panggung nasional.
Persiwa Wamena pernah mencatat sejarah sebagai runner-up Indonesia Super League 2008–2009 dan tampil di AFC Cup 2010, membawa nama Wamena hingga ke level Asia.
Transformasi Persiwa menjadi Wamena United pada Maret 2025 kini terasa menemukan momentum. Gelar Liga 4 Papua Pegunungan 2026 membuka harapan baru bagi kebangkitan sepak bola dari Lembah Baliem.
Di tengah dinginnya udara Wamena, sorak-sorai kemenangan bergema panjang. Bagi masyarakat Pegunungan Papua, trofi tersebut bukan sekadar simbol juara, melainkan tanda bahwa harapan lama mulai menyala kembali.
Kini perhatian tertuju ke putaran nasional. Publik sepak bola Papua menanti satu jawaban besar: mampukah Wamena United mengembalikan marwah dan kejayaan Persiwa Wamena di pentas nasional? [*].









