Berita

WNA Diduga Kendalikan Tambang Emas Ilegal di Nabire, Operasi Makin Meluas di Kilo 100

NABIRE, TOMEI.ID | Aktivitas pertambangan emas yang diduga ilegal di kawasan Kilo 100 Kiri, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, kembali memantik sorotan serius. Sejumlah informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa operasi tambang tersebut diduga dikendalikan oleh seorang warga negara asing (WNA) yang dikenal dengan nama MR LEE.

Investigasi awal yang dilakukan tim media di lapangan menunjukkan aktivitas tambang tidak lagi berskala kecil. Operasi penambangan disebut telah berkembang menjadi beberapa titik lokasi yang tersebar di sepanjang kawasan Kilo 100, dengan aktivitas pengerukan tanah yang berlangsung hampir setiap hari.

Di sejumlah lokasi tambang, terlihat penggunaan alat berat untuk menggali material tanah yang diduga mengandung emas. Tanah hasil pengerukan kemudian diproses di lokasi untuk memisahkan butiran emas dari material lain. Aktivitas tersebut berlangsung terbuka di kawasan hutan dan aliran sungai kecil yang berada di sekitar area tambang.

Sejumlah sumber di sekitar lokasi mengungkapkan bahwa kegiatan penambangan tersebut telah berlangsung cukup lama dan terus berkembang dari satu titik menjadi beberapa titik baru dalam beberapa bulan terakhir.

“Awalnya hanya satu lokasi kecil, tetapi sekarang sudah menyebar. Alat berat juga semakin banyak,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Warga setempat mengaku resah dengan perkembangan aktivitas tambang tersebut. Selain dianggap merusak lingkungan, kegiatan itu juga dinilai berjalan tanpa kejelasan mengenai status perizinan maupun legalitas operasionalnya.

Di tengah berkembangnya aktivitas tambang tersebut, muncul pula dugaan adanya keterlibatan oknum aparat kepolisian yang disebut-sebut memiliki kedekatan dengan pengelola tambang. Informasi ini beredar di kalangan masyarakat dan pekerja tambang, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai kebenaran dugaan tersebut.

Dugaan tersebut memicu pertanyaan publik mengenai pengawasan serta penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan ilegal yang terus berkembang di wilayah Nabire.

Aktivitas pertambangan emas tanpa izin bukan hanya berpotensi melanggar hukum, tetapi juga menimbulkan risiko kerusakan lingkungan, terutama terhadap kawasan hutan dan sumber air di sekitar lokasi tambang.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi pemerintah terkait mengenai status legalitas aktivitas tambang yang diduga dikendalikan oleh MR LEE.

Belum diketahui pula apakah pihak berwenang telah melakukan penyelidikan terhadap dugaan operasi tambang ilegal tersebut.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan pemerintah daerah segera melakukan penelusuran secara transparan terhadap aktivitas pertambangan tersebut. Penindakan tegas dinilai penting untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara legal, sekaligus mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas di wilayah Nabire.

Sementara itu, tim tomei.id masih terus menelusuri jaringan operasional tambang tersebut dan berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh keterangan resmi serta menghadirkan pemberitaan yang berimbang. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Dinkes Papua Tengah Perkuat Mutu Pelayanan Rumah Sakit, Pelaporan Online Jadi Perhatian

TIMIKA, TOMEI.ID | Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit membutuhkan lebih dari sekadar pemenuhan standar administrasi.…

10 menit ago

LMS 2026 Resmi Ditutup, Pemred Suara.com Dorong Terapkan Materi untuk Kemajuan Media Lokal

JAKARTA, TOMEI.ID | Local Media Summit 2026 yang digagas Suara.com resmi ditutup oleh Pemimpin Redaksi…

20 jam ago

IUP Tambang PT Kristalin Resmi Dicabut, PT Antam Disiapkan Kelola Tambang Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah resmi mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Kristalin Eka Lestari di…

1 hari ago

Bakom RI Soroti Media Kejar Viralitas, Bagaimana Nasib Kepercayaan Publik?

JAKARTA, TOMEI.ID | Di tengah persaingan media digital yang semakin cepat, mengejar viralitas tidak cukup…

2 hari ago

Bupati Yudas Tebai Dorong Manajemen Talenta ASN Dogiyai, Karier Birokrasi Harus Objektif dan Transparan

JAKARTA, TOMEI.ID | Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, mendorong penerapan manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN)…

2 hari ago

IFRC 2026 Digelar di Mimika, 17 Tim Rescue Uji Kesiapsiagaan Darurat

TIMIKA, TOMEI.ID | Sebanyak 17 tim dari 16 perusahaan pertambangan dan energi di Indonesia akan…

2 hari ago