Berita

36 Titik Longsor Putus Akses Trans Papua Jayapura–Wamena, 1 Jembatan Hanyut

JAYAPURA, TOMEI.ID | Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Mamberamo–Elelim sejak Sabtu (7/2/2026) malam mengakibatkan longsor di 36 titik pada Ruas Jalan Trans Papua Jayapura–Wamena segmen Mamberamo–Elelim.

Data resmi BBPJN Papua–Papua Pegunungan bersama PT HMTP selaku pelaksana proyek KPBU mencatat, pembaruan status terakhir per 10 Februari 2026 pukul 09.00 WIT menunjukkan kerusakan signifikan pada badan jalan, lereng, drainase, hingga satu unit jembatan Bailey yang hanyut terbawa arus.

Berdasarkan kronologi kejadian, hujan dengan intensitas sedang mulai turun pada pukul 19.00 WIT dan sempat mereda pukul 20.00 WIT. Namun, hujan kembali turun dengan intensitas tinggi sejak pukul 21.00 WIT hingga 03.00 WIT pada Minggu dini hari (8/2/2026), menyebabkan ketidakstabilan lereng dan memicu longsoran di sejumlah titik, termasuk amblesnya badan jalan serta rusaknya saluran drainase.

Dari total 36 titik terdampak, tercatat 26 titik longsor lereng, sembilan unit crossdrain putus, serta satu jembatan Bailey di STA 25+650 (Kali Kil) hanyut terbawa arus deras. Selain kerusakan infrastruktur, dilaporkan tiga korban dari rombongan pengendara yang tengah berhenti di area turunan Kalikil dekat sungai. Satu orang mengalami patah tulang tangan kanan disertai luka lecet, sementara dua lainnya mengalami luka ringan.

Korban sempat terseret arus air sekitar 10 meter sebelum berhasil dievakuasi oleh rekan satu rombongan dan selanjutnya dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Per 10 Februari 2026 pukul 09.00 WIT, dari keseluruhan titik terdampak, sebanyak 21 lokasi telah dilakukan penanganan sementara dan sudah dapat dilewati kendaraan, delapan lokasi masih dalam proses penanganan di lapangan, sementara tujuh lokasi lainnya belum dapat ditangani karena keterbatasan akses serta mobilisasi alat berat yang masih berlangsung.

Akses yang berhasil dibuka sementara baru mencapai STA 23+800, sedangkan titik di atasnya menuju Elelim masih dalam proses pembukaan bertahap.

Beberapa titik dengan tingkat kerusakan berat berada di STA 27+900 hingga STA 31+500 akibat longsor besar yang menutup badan jalan dan merusak lereng eksisting. Di STA 42+900 (Air Terjun Pamang) tengah dilakukan pemasangan aramco sementara dan penimbunan badan jalan.

Sementara di STA 44+600 (Tanah Hitam) dan STA 48+100 (Kali Jernih), akses masih terputus dan menunggu mobilisasi tambahan alat berat berupa excavator dan dozer untuk percepatan penanganan.

Tim di lapangan saat ini terus melakukan pembersihan material longsoran, perbaikan saluran lereng, pemasangan sandbag, penimbunan badan jalan, serta mobilisasi jembatan Bailey pengganti guna memulihkan konektivitas jalur strategis Trans Papua tersebut. Hingga kini, inventarisasi kerusakan dan potensi kerugian masih dalam proses pendataan lanjutan.

Ruas Jayapura–Wamena merupakan jalur vital distribusi logistik dan mobilitas masyarakat di wilayah pegunungan tengah Papua, sehingga percepatan penanganan menjadi prioritas untuk memastikan kelancaran arus transportasi dan keselamatan pengguna jalan.

Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan mengingat potensi longsor susulan masih dapat terjadi. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

DPW PKB Papua Pegunungan Tinjau Sekretariat Baru DPC Tolikara, Penguatan Konsolidasi Jelang Pelantikan Pengurus

WAMENA, TOMEI.ID | Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Papua Pegunungan, Asis…

8 jam ago

Siaran Pers TPNPB: Dua Anggota Kodap XVI Yahukimo Diklaim Tewas

YAHUKIMO, TOMEI.ID | Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengklaim…

9 jam ago

MPLS SMA Negeri Meepago Nabire Ditutup, Kepsek Tanamkan Nilai Persatuan dan Kepemimpinan bagi Siswa Baru

NABIRE, TOMEI.ID | SMA Negeri Meepago Nabire resmi menutup pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)…

9 jam ago

Masyarakat Adat Tota Mapiha Tolak Perusahaan Mineral, Dugaan Tambang Ilegal, dan Pemekaran Wilayah

DOGIYAI, TOMEI.ID | Masyarakat Adat Tota Mapiha menyatakan sikap tegas menolak rencana masuknya perusahaan mineral,…

9 jam ago

Mahasiswa Paniai Desak Pemilihan Kepala Suku Berjalan Transparan dan Sesuai Mekanisme Adat

MANOKWARI, TOMEI.ID | Mahasiswa asal Kabupaten Paniai, Theofilus Richard Yogi, mendesak agar proses pemilihan Kepala…

10 jam ago

GIDI Jemaat Misia Manokwari Rayakan HUT ke-19, Perkuat Pelayanan dan Kembangkan Pekabaran Injil

MANOKWARI, TOMEI.ID | Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Jemaat Misia Manokwari merayakan Hari Ulang Tahun…

10 jam ago