Berita

99 Buku dan Sebuah Harapan: Nasihat Seorang Akademisi Papua untuk Pemimpin Masa Depan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Bukan sekadar percakapan biasa, momen singkat di lorong FKIP Universitas Cenderawasih (Uncen), Kamis, 27/11/2025, menegaskan bagaimana pengetahuan, karakter, dan pengalaman hidup tidak hanya diajarkan, tetapi diestafetkan langsung dari seorang akademisi kepada generasi penerus.

Di tengah ritme kampus yang padat, dosen senior Pendidikan Geografi Dr. Ling. Drs. Ferdinand Harsoyo, M.Si., berbincang dengan mahasiswa bimbingannya, Natalis Takimai, mengenai makna menulis, integritas, dan peran pemuda sebagai pemimpin masa depan Papua.

Pertemuan itu sederhana, namun mengandung bobot nilai. Dr. Ferdinand, dikenal mahasiswa sebagai figur pembimbing sekaligus bapak akademik, telah menulis 99 buku sepanjang pengabdiannya.

“Bapa sudah tulis 99 buku. Satu buku lagi, baru pensiun,” ungkapnya kepada Natalis.

Pernyataan tersebut mencerminkan perjalanan panjang seorang ilmuwan yang menjadikan penulisan sebagai napas keilmuan.

Hampir seratus karya telah berhasil ditulisnya, mencakup lingkungan, geografi, pedagogi, analisis spasial hingga isu ekologis Papua. Capaian ini menjadi bukti ketekunan seorang pendidik yang yakin bahwa ilmu harus diwariskan, bukan dibiarkan berhenti di tangan satu generasi.

“Kalau tidak menulis, ilmu itu mati. Kalau ilmu mati, generasi berikutnya mulai dari nol,” tegas Dr. Ferdinand.

Selain menyinggung karya akademik, ia menitipkan pesan tentang kepemimpinan. Menurutnya, suatu hari mahasiswa seperti Natalis akan kembali ke daerah dan dipercaya memimpin masyarakat. Namun kepemimpinan sejati, lanjutnya, tidak bertumpu pada jabatan.

“Pemimpin lahir dari karakter, dari cara berpikir dan menyikapi persoalan,” tuturnya.

Pandangan tersebut diperjelas dengan penekanan bahwa pemuda Papua harus mampu membaca realitas sosial, berbicara jernih, memahami kebutuhan rakyat, serta mengambil keputusan dengan bijak. Sumber kepemimpinan, sebut Dr. Ferdinand, bersandar pada nilai luhur: kejujuran, gotong royong, kebersamaan, dan rasa hormat terhadap sesama. Kepemimpinan bukan panggung gengsi, melainkan amanah moral.

Momen di lorong kampus itu menjadi cermin regenerasi akademik Papua. Ada cahaya harapan yang tampak dalam percakapan guru dan murid, sebuah penyambung estafet pengetahuan. Natalis mewakili generasi yang sedang menjejak masa transisi, membawa harapan keluarga dan masyarakatnya, sementara Dr. Ferdinand berdiri sebagai penjaga ilmu yang sedang mempersiapkan tongkat estafet terakhir lewat buku ke-100.

Percakapan tersebut menegaskan bahwa pendidikan tidak berhenti di ruang kelas. Warisan ilmu bergerak melalui teladan, tulisan, dan dialog yang menumbuhkan karakter. Papua membutuhkan lebih banyak akademisi yang menulis dengan tekun, serta pemuda yang belajar dengan hati, pemimpin masa depan yang lahir dari pengetahuan dan integritas.

Dari satu percakapan sederhana, tersimpan pesan besar: pengetahuan adalah warisan, dan masa depan Papua berada di tangan generasi muda yang berani memikulnya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

132 Guru Kontrak Siap Isi Kekurangan Tenaga Pendidik di 24 Distrik Paniai

PANIAI, TOMEI.ID | Sebanyak 132 guru kontrak program 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) siap bertugas…

15 jam ago

TPNPB Akui Pembakaran Fasilitas Warga, Sebut Bangunan Kerap Digunakan Aparat

BOVEN DIGOEL, TOMEI.ID | Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) mengakui bertanggung jawab atas pembakaran…

17 jam ago

BAPPEDA dan BPKAD Dogiyai Genjot Realisasi Dana Otsus 2026, Cegah Penumpukan Program di Akhir Tahun

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Badan…

17 jam ago

TPNPB Serukan Penyelesaian Konflik Papua Berdasarkan Hukum Internasional

JAYAPURA, TOMEI.ID | Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) kembali menyampaikan deklarasi politik yang menyoroti…

1 hari ago

TPNPB Klaim Tembak Dua Prajurit dalam Kontak Senjata di Maybrat, Operasi Keamanan Disebut Meningkat

MAYBRAT, TOMEI.ID | Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap IV Sorong Raya mengklaim telah…

1 hari ago

Papua Tengah Bidik Investasi Berkualitas, PEIF 2026 Jadi Panggung Masa Depan Ekonomi Tanah Papua

MIMIKA, TOMEI.ID | Di tengah upaya mempercepat pembangunan kawasan timur Indonesia, Papua Tengah menegaskan komitmennya…

1 hari ago