Berita

Aksi Long March IMPT dan GPMI-I Duduki Pusat Kota Manokwari, Serukan Penanganan Konflik Kemanusiaan di Intan Jaya

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pegunungan Tengah (IMPT) Manokwari bersama Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya se-Indonesia (GPMI-I) menggelar aksi long march di pusat Kota Manokwari, Selasa (7/7/2026). Massa menyerukan penanganan konflik kemanusiaan di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.

Long march dimulai sekitar pukul 08.00 WIT dari Gerbang Universitas Papua (UNIPA) dan kawasan Amban. Massa berjalan menuju pusat kota sambil berorasi dan membawa spanduk bertuliskan tema aksi, “Intan Jaya dan Seluruh Tanah Papua Darurat Militerisme dan Krisis Kemanusiaan Demi Kepentingan Investasi.” Aksi berakhir sekitar pukul 13.00 WIT.

Di lokasi aksi, Koordinator Lapangan Umum IMPT Manokwari, Noak Miagoni, bersama Sekretaris Lapangan Theofilus Yogi membacakan pernyataan sikap organisasi. Mereka menyatakan konflik di Intan Jaya telah berdampak pada aspek keamanan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kondisi kemanusiaan masyarakat.

Dalam pernyataan sikapnya, IMPT dan GPMI-I menyebut konflik juga memicu pengungsian warga, trauma psikologis, hilangnya mata pencaharian, serta terbatasnya akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, pangan, dan air bersih. Mereka turut menyoroti sejumlah peristiwa kekerasan yang menurut mereka terjadi di Intan Jaya, termasuk korban dari kalangan sipil.

Melalui aksi tersebut, massa menyampaikan lima tuntutan. Mereka mendesak Komnas HAM RI bersama lembaga independen menginvestigasi dugaan pelanggaran HAM di Intan Jaya, mengecam pelaku kekerasan terhadap warga sipil, serta meminta pemerintah daerah dan DPRD memfasilitasi investigasi kasus Soanggama dan dugaan pelanggaran HAM lainnya.

Massa juga meminta pemerintah memfasilitasi dialog antara mahasiswa, tokoh masyarakat Intan Jaya, Presiden Republik Indonesia, dan Menteri Pertahanan. Selain itu, mereka mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menangani persoalan kemanusiaan di Intan Jaya, Dogiyai, Puncak Papua, Yahukimo, Maybrat, dan wilayah konflik lainnya.

Dalam orasinya, Noak Miagoni menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas mahasiswa terhadap masyarakat yang terdampak konflik.

“Kami berharap pemerintah dapat mengambil langkah nyata melalui dialog, penegakan hukum, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam menyelesaikan konflik di Papua,” ujarnya.

Sementara itu, seorang aktivis mahasiswa yang akrab disapa Nebot mengajak masyarakat berpartisipasi dalam aksi lanjutan yang akan digelar dalam waktu dekat. Aksi tersebut akan mengusung isu darurat militerisme dan penolakan terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN).

Aksi berlangsung tertib di bawah pengawalan aparat keamanan. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, massa membubarkan diri dengan damai sambil meneriakkan yel-yel, “Manusia Pegunungan Tengah adalah manusia sejati.” [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Musa Boma Desak Pemerintah Tuntaskan Batas Kapiraya Sebelum Proyek Pembangunan Berjalan

TIMIKA, TOMEI.ID | Rencana pengembangan Kapiraya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Mimika diminta…

1 jam ago

Antisipasi ISPA di Musim Kemarau, Dinkes Papua Tengah Siapkan 60 Ribu Masker dan Ambulans

NABIRE, TOMEI.ID | Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Tengah memperketat kewaspadaan terhadap Infeksi Saluran Pernapasan…

1 jam ago

Kadis Sosial Papua Pegunungan Kawal Bantuan Kemensos ke Kuyawage, Pemulihan Bencana Diproyeksi hingga 2028

WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat terdampak…

17 jam ago

El Niño Sangat Kuat, BMKG Nabire Catat Lonjakan Hotspot dan Ingatkan Ancaman Kebakaran

NABIRE, TOMEI.ID | Fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat masih berlangsung dan berpotensi meningkatkan…

17 jam ago

Pemprov Papua Tengah Siaga Karhutla, Kabut Asap Mulai Terlihat di Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah bergerak cepat menghadapi ancaman kebakaran hutan dan…

18 jam ago

Pemprov Papua Tengah Evaluasi LPPD 2025, Kinerja OPD dan Akurasi Data Jadi Sorotan

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mengevaluasi pelaksanaan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD)…

19 jam ago