Berita

Aksi Mimbar Bebas SPWP Jayapura Dibubarkan Paksa Aparat Keamanan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Puluhan pelajar yang tergabung dalam Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) wilayah Jayapura-Sentani menggelar aksi mimbar bebas untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional, Jumat (2/5/2025) pagi di Halte depan Kabesma Universitas Cenderawasih, Perumnas III, Waena, Jayapura.

Aksi ini mengangkat dua tuntutan utama, yakni penolakan terhadap Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan desakan atas pemenuhan hak pendidikan yang gratis dan berkualitas di Papua. Meski berlangsung tertib sejak pagi, aksi berakhir ricuh setelah aparat keamanan membubarkannya secara paksa tanpa memberi ruang dialog.

Tindakan represif aparat tersebut menuai kecaman dari peserta aksi, yang menilai hal itu sebagai bentuk pembungkaman terhadap suara pelajar.

Koordinator aksi (Korlap), SPWP, Roisa Nagapani, dalam orasinya menegaskan bahwa Program MBG yang digagas pemerintah pusat tidak menyentuh akar persoalan pendidikan di Papua. Ia menilai, anggaran sebesar Rp71 triliun hanya bersifat simbolik dan tidak menyelesaikan persoalan mendasar yang dihadapi pelajar Papua.

“Kami tidak butuh nasi kotak beranggaran triliunan. Kami butuh ruang kelas yang layak, guru yang hadir, dan negara yang adil,” tegas Roisa.

Roisa juga menyoroti berbagai permasalahan pendidikan di Papua, seperti minimnya fasilitas belajar, keterbatasan bahan ajar, akses listrik yang tidak merata, hingga absennya guru di berbagai sekolah. Menurutnya, Program MBG hanya menjadi proyek populis yang jauh dari kebutuhan riil pelajar Papua.

Selain menolak MBG, SPWP juga mengkritisi meningkatnya militerisasi di lingkungan pendidikan. Mereka menyuarakan keprihatinan atas kehadiran aparat bersenjata di sekitar sekolah yang dinilai mengganggu kenyamanan siswa.

“Sekolah bukan zona militer. Kami datang untuk belajar, bukan untuk diawasi laras panjang,” katanya.

SPWP menegaskan bahwa aksi mimbar bebas yang mereka lakukan sah secara hukum, merujuk pada Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Namun, menurut mereka, aparat tetap bersikap represif dan membubarkan aksi tanpa alasan jelas, bahkan melarang penyampaian pernyataan sikap secara utuh.

“Kami datang dengan damai karena kami peduli terhadap masa depan kami. Tapi negara membalas dengan intimidasi. Jika suara pelajar dibungkam, di mana letak demokrasi?” tambah Roisa.

Dalam penutup pernyataannya, SPWP menegaskan bahwa penolakan terhadap Program MBG adalah bagian dari perjuangan yang lebih luas untuk keadilan dan kesetaraan pendidikan bagi generasi muda Papua.

“Ini bukan sekadar penolakan terhadap MBG. Ini adalah seruan dari pelajar Jayapura dan seluruh Tanah Papua. Solusi untuk generasi Papua adalah pendidikan gratis, bukan makanan gratis,” ujarnya.

SPWP juga mengecam pernyataan diskriminatif dari aparat keamanan yang sempat mengatakan, “Bocil, kamu masih SMA. Belajar saja, jangan utamakan perutmu.

“Mereka menilai pernyataan tersebut melecehkan semangat kritis pelajar yang sedang memperjuangkan hak-hak dasar mereka.

Meski aksi dibubarkan paksa, para pelajar menyatakan tidak akan mundur dan akan terus bersuara demi mewujudkan pendidikan yang adil, setara, dan manusiawi di Papua.[*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

UNIPA Satukan Perspektif Demokrasi dan Lingkungan dalam Kuliah Umum Kehutanan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Fakultas Kehutanan Universitas Papua (UNIPA) mengangkat keterkaitan antara data kepemiluan, demokrasi, serta…

3 jam ago

42 Ton Beras untuk Lanny Jaya, Pemprov Papua Pegunungan Tekankan Distribusi hingga Tujuh Distrik

WAMENA, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi(Pemprov) Papua Pegunungan menyalurkan 42 ton beras bantuan bagi masyarakat Kabupaten…

4 jam ago

Mahasiswa UNIPA Belum Terdata sebagai Pemilih, KPU Papua Barat Perkuat Edukasi Demokrasi

MANOKWARI, TOMEI.ID | Masih adanya mahasiswa Universitas Papua (UNIPA) yang belum terdata sebagai pemilih menjadi…

4 jam ago

Mesak Magai Soroti Ketimpangan Guru di Nabire, Pejabat yang Hambat Pemerataan Terancam Dicopot

NABIRE, TOMEI.ID | Bupati Nabire, Mesak Magai, menyoroti ketimpangan distribusi tenaga pendidik antara sekolah di…

14 jam ago

Bupati Mesak Magai Ancam Pindahkan Direktur RSUD Nabire ke Yaro Jika Lindungi Pegawai yang Live TikTok

NABIRE, TOMEI.ID | Bupati Nabire, Mesak Magai, melontarkan peringatan keras terkait kedisiplinan pegawai Rumah Sakit…

14 jam ago

Mesak Magai Soroti ASN OAP yang Puas dengan Status Pegawai Negeri, Banyak Pensiun Golongan II C

NABIRE, TOMEI.ID | Bupati Nabire, Mesak Magai, menyoroti sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) Orang Asli…

14 jam ago