Berita

Akun Pemprov Papua Tengah Diretas, Pemerintah Imbau Warga Abaikan Tautan Mencurigakan

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mengumumkan bahwa akun media sosial resmi milik Pemprov Papua Tengah sempat diretas atau di-hack oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Informasi tersebut disampaikan melalui pengumuman resmi yang diunggah pada akun Instagram @provpapuatengah sebagai bentuk klarifikasi kepada masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang sempat muncul dari akun tersebut.

Dalam pengumuman itu, Pemprov Papua Tengah meminta masyarakat untuk mengabaikan seluruh pesan, direct message (DM), unggahan, maupun tautan mencurigakan yang sebelumnya dikirim melalui akun resmi pemerintah daerah tersebut.

“Akun Pemprov sempat diretas atau di-hack oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Jika ada pesan, DM, postingan, atau tautan mencurigakan yang dikirim dari akun ini sebelumnya, mohon diabaikan,” demikian isi pengumuman resmi Pemprov Papua Tengah yang resmi diterbitkan, Jumat (22/5/2026).

Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga memastikan bahwa akun tersebut kini telah berhasil diamankan kembali setelah sempat mengalami gangguan keamanan digital.

Pemprov Papua Tengah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat peretasan akun tersebut.

“Saat ini akun sudah berhasil diamankan kembali. Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini,” lanjut keterangan dalam pengumuman tersebut.

Peristiwa peretasan akun media sosial pemerintah ini memicu perhatian masyarakat karena akun resmi pemerintah daerah menjadi salah satu sumber utama penyampaian informasi publik, pelayanan pemerintahan, hingga penyebaran kebijakan resmi kepada masyarakat Papua Tengah.

Masyarakat diimbau lebih berhati-hati terhadap berbagai bentuk tautan mencurigakan, permintaan data pribadi, maupun informasi yang tidak jelas sumbernya di media sosial, khususnya yang mengatasnamakan lembaga pemerintah.

Pengamat keamanan digital menilai peretasan akun institusi pemerintah dapat berpotensi disalahgunakan untuk penyebaran hoaks, penipuan digital, hingga pencurian data apabila tidak segera ditangani secara cepat dan profesional.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai pihak yang diduga melakukan peretasan maupun sejak kapan gangguan terhadap akun tersebut terjadi. Namun, Pemprov Papua Tengah memastikan sistem pengamanan akun telah diperkuat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Pemerintah juga mengajak masyarakat tetap mengikuti informasi resmi melalui kanal media sosial dan platform komunikasi resmi milik Pemprov Papua Tengah demi menghindari informasi palsu atau menyesatkan yang beredar di ruang digital. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Bupati Nabire Minta Kepala Suku Moni dan Mee Serahkan Terduga Pelaku Kericuhan ke Polisi

NABIRE, TOMEI.ID | Bupati Nabire, Mesak Magai, meminta para kepala suku Moni dan Mee segera…

1 hari ago

11 Orang Luka, 8 Kendaraan Rusak; Dua Kelompok di Nabire Sepakat Berdamai

NABIRE, TOMEI.ID | Dua kelompok masyarakat yang terlibat keributan di kawasan depan SMP Negeri 2…

1 hari ago

HUT ke-70 GBGP di Tanah Papua, Gubernur Meki Nawipa Tekankan Peran Gereja dalam Pembangunan dan Perdamaian

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan pentingnya peran gereja dalam mendukung pembangunan…

1 hari ago

BREAKING NEWS: Persoalan Sampah Dapur MBG Diduga Picu Kericuhan di Bumi Wonorejo Nabire

NABIRE, TOMEI.ID | Persoalan sampah yang diduga berasal dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG)…

2 hari ago

Green Policing di Taman Gizi, Kapolda Papua Tengah Bersihkan Lingkungan dan Dengarkan Curhat Warga

NABIRE, TOMEI.ID | Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini bersama personel kepolisian melaksanakan kegiatan…

2 hari ago

200 Mahasiswa Teknik UNCEN Dibekali Wawasan Industri Freeport, Teknologi dan Kompetensi Jadi Fokus

JAYAPURA, TOMEI.ID | Sebanyak 200 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (UNCEN) mengikuti program Eksekutif Mengajar…

2 hari ago