Anggota DPR Papua Tengah: Tanpa Wartawan, Suara Rakyat Papua Tak Akan Sampai ke Pemerintah

oleh -1176 Dilihat
Anggota DPR Papua Tengah, Thobias Bagubau, mengapresiasi pelaksanaan Festival Media Se-Tanah Papua yang digelar Asosiasi Wartawan Papua (AWP) di Nabire, 13–15 Januari 2026.

NABIRE, TOMEI.ID | Anggota DPR Papua Tengah, Thobias Bagubau, mengapresiasi pelaksanaan Festival Media Se-Tanah Papua yang digelar Asosiasi Wartawan Papua (AWP) di Nabire, 13–15 Januari 2026.

Menurut Thobias Bagubau, keberadaan wartawan menjadi kunci utama agar suara masyarakat, khususnya dari wilayah pedalaman dan kampung terpencil, dapat sampai kepada pemerintah.

banner 728x90

“Tanpa wartawan, suara masyarakat tidak akan pernah sampai ke pemerintah,” tegas Thobias Bagubau dalam keterangan pers AWP, Selasa (13/1/2026).

baca juga: Ketua Umum PPWI Apresiasi Festival Media Papua 2026 di Nabire

Festival Media ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat kapasitas, integritas, dan solidaritas insan pers Papua di tengah tantangan pembangunan dan keterbatasan akses informasi di banyak wilayah.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ini bukan sekadar pertemuan wartawan, tetapi ruang konsolidasi untuk memperkuat peran pers dalam memperjuangkan kepentingan rakyat Papua,” ujar Thobias Bagubau.

Menurut Thobias Bagubau, banyak persoalan masyarakat: mulai dari layanan dasar, infrastruktur, hingga pelanggaran hak asasi manusia baru diketahui pemerintah setelah diberitakan oleh media.

“Banyak masalah masyarakat baru muncul ke permukaan karena wartawan bekerja di lapangan. Tanpa pemberitaan, banyak penderitaan akan tetap tersembunyi,” tegas Thobias Bagubau.

baca juga: Bupati Intan Jaya Aner Maisini Apresiasi Festival Media Papua Tengah, Tegaskan Pers Pilar Transparansi Pemerintahan

Thobias Bagubau juga menyampaikan penghargaan kepada wartawan dan jurnalis senior Papua yang selama ini konsisten memberitakan persoalan sosial, pembangunan, dan kemanusiaan, meskipun sering bekerja dalam keterbatasan dan risiko.

Kerja jurnalistik, menurut Thobias Bagubau, tidak boleh hanya terpusat di kota-kota besar, melainkan harus menjangkau wilayah pegunungan, kampung-kampung terpencil, dan daerah terluar Papua.

“Masih banyak masyarakat di pedalaman dan kampung terpencil yang membutuhkan perhatian serius pemerintah. Wartawan memiliki peran penting membuka mata negara,” ucap Thobias Bagubau.

Peran media semakin krusial di wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB) seperti Papua Tengah agar proses pembangunan berjalan transparan dan berpihak pada kesejahteraan orang asli Papua.

“Papua Tengah dan daerah pemekaran lainnya harus terus diberitakan agar pembangunan tidak salah arah dan benar-benar menyentuh rakyat,” kata Thobias Bagubau.

Melalui Festival Media Se-Tanah Papua, Thobias Bagubau berharap pers Papua semakin solid dan profesional dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Pers Papua harus tetap bersatu dan independen untuk terus menyuarakan hak-hak orang Papua,” tegas Thobias Bagubau.

Festival Media Se-Tanah Papua 2026 berlangsung hingga Kamis (15/1/2026) dan diikuti 149 jurnalis dari enam provinsi di Tanah Papua. Kegiatan ini diisi dengan pelatihan jurnalistik, diskusi publik, pameran foto, serta Malam Papua Jurnalistik Award 2026. [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.