Berita

Asrama Mahasiswa Yalimo Garap Kebun Produktif, Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Pangan

MANOKWARI, TOMEI.ID | Asrama Mahasiswa Yalimo Kota Studi Manokwari, Papua Barat, memulai pengembangan kebun produktif di kawasan Susuen, Kabupaten Manokwari, Senin (20/7/2026). Program yang melibatkan seluruh penghuni asrama itu menjadi upaya membangun kemandirian mahasiswa sekaligus memperkuat ketahanan pangan selama menempuh pendidikan di Kota Studi Manokwari.

Kegiatan dipimpin Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Yalimo, Sadrak Fariyon, bersama Ketua Asrama Mahasiswa Yalimo, Mince Halitopo. Para mahasiswa bergotong royong membuka dan mengolah lahan yang akan dimanfaatkan sebagai kebun produktif untuk memenuhi kebutuhan pangan penghuni asrama.

Ketua Korwil Yalimo, Sadrak Fariyon, mengatakan program tersebut merupakan langkah nyata menumbuhkan kemandirian, disiplin, dan semangat kebersamaan di lingkungan mahasiswa Yalimo.

“Kami ingin membangun lahan kebun yang lebih luas agar dapat dimanfaatkan bersama. Melalui kegiatan ini kami juga belajar bekerja sama, saling membantu, dan membangun semangat kemandirian sebagai mahasiswa Yalimo di Kota Studi Manokwari,” ujar Sadrak.

Ia menjelaskan, hasil kebun nantinya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan mahasiswa sekaligus mengurangi beban biaya hidup selama menjalani pendidikan di Manokwari.

Sementara itu, Ketua Asrama Mahasiswa Yalimo, Mince Halitopo, mengajak seluruh penghuni asrama menjaga kekompakan dan merawat lahan yang telah dibuka agar memberikan manfaat secara berkelanjutan.

“Kerja kebun ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta membiasakan mahasiswa hidup mandiri dan produktif,” kata Mince Halitopo.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut bergantung pada komitmen seluruh mahasiswa untuk terus bekerja sama mengelola kebun secara berkelanjutan.

Melalui pengembangan kebun produktif ini, Asrama Mahasiswa Yalimo berharap mampu menciptakan sumber pangan mandiri sekaligus memperkuat budaya gotong royong, tanggung jawab, dan kemandirian mahasiswa Yalimo di Kota Studi Manokwari. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

DPR Papua Tengah Desak Kapolda Jelaskan Perkembangan Kasus Dogiyai

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Ketua I DPR Papua Tengah, Diben Elaby, meminta Kapolda Papua Tengah…

12 jam ago

KADIN Dogiyai Dorong Kopi Kembali Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Dogiyai, Amatus Anouw, mendorong masyarakat…

12 jam ago

IPMADO Tuding Eks Kapolres Dogiyai Yocbeth Mince Mayor Otak Pembunuhan Juventus Edowai

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire menuding mantan Kapolres…

13 jam ago

Polda Papua Barat Tetapkan Dua Tersangka Kematian Presenter TVRI Yanto Idorway

MANOKWARI, TOMEI.ID | Polda Papua Barat menetapkan dua orang berinisial D dan P sebagai tersangka…

1 hari ago

Perdana Ikut Kriyanusa 2026, Dekranasda Deiyai Bawa Noken dan Kerajinan Khas ke Panggung Nasional

JAKARTA, TOMEI.ID | Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Deiyai untuk pertama kalinya membawa produk…

1 hari ago

Dari Buku ke Diskusi, IPM-IDAKI Gerakkan Budaya Literasi di Kampung Harapan

NABIRE, TOMEI.ID | Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/Mahasiswi Idadagi Kigamani (IPM-IDAKI) kembali menggelar kegiatan Lapak Baca…

2 hari ago