Berita

Bakar Batu Massal Iringi Pamitan Gubernur Papua Pegunungan

SENTANI, TOMEI.ID | Ribuan warga dari wilayah Pegunungan Tengah Papua berkumpul di Lapangan Auri Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua dalam sebuah acara adat bertajuk Syukuran dan Pamitan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan.

Kegiatan ini merupakan ungkapan syukur atas pelantikan Gubernur Jhon Tabo dan Wakil Gubernur Ones Pahabol sekaligus menjadi momen simbolis perpisahan Provinsi Papua Pegunungan dari Provinsi Papua sebagai provinsi induk.

BACA JUGA : Gubernur Meki Nawipa Resmi Buka Rakortek, Percepatan Penyelesaian RT/RW Papua Tengah

Acara dimeriahkan dengan prosesi adat Bakar Batu yang melibatkan penyembelihan dan pembakaran sebanyak 2.000 ekor babi. Tradisi tersebut mencerminkan rasa syukur, semangat persatuan, serta spiritualitas masyarakat Pegunungan Tengah dalam menyongsong masa depan pemerintahan baru di Papua Pegunungan.

Gubernur Papua Pegunungan, Jhon Tabo, dalam pidato pamitnya menyampaikan pesan mendalam kepada Bupati Jayapura, Yunus Wonda, mewakili provinsi induk yang selama ini menjadi rumah bersama.

“Pak Bupati, kami titip yang sisa sedikit ini. Jagalah mereka baik-baik,” ujar Jhon Tabo dengan nada emosional yang disambut haru oleh ribuan hadirin.

Sementara itu, Wakil Gubernur Ones Pahabol menegaskan bahwa kehadiran Papua Pegunungan adalah bagian dari upaya memperkuat pembangunan Tanah Papua secara inklusif.

BACA JUGA : Polres Nabire Bongkar Peredaran Narkoba di Lapas

“Papua Pegunungan hadir bukan untuk bersaing, tetapi untuk memperkaya mozaik pembangunan Papua yang adil dan majemuk,” tegas Pahabol dalam orasi budayanya.

Acara dihadiri perwakilan masyarakat dari berbagai kabupaten, tokoh adat, tokoh perempuan, pemuda, serta jajaran pemerintah dari Provinsi Papua dan Papua Pegunungan.

Masyarakat hadir mengenakan pakaian adat dan membawa alat tradisional, serta menampilkan berbagai pertunjukan budaya, mulai dari tarian perang hingga nyanyian rakyat.

Perayaan ini menandai dimulainya babak baru dalam perjalanan otonomi Papua Pegunungan, di mana nilai-nilai budaya lokal berjalan berdampingan dengan sistem pemerintahan dalam membangun masa depan yang lebih berdaulat, bermartabat, dan berkeadilan.[*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Kapolda Papua Tengah Klaim Situasi Dogiyai Aman

DOGIYAI, TOMEI.ID | Klaim aparat bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas) di Kabupaten Dogiyai…

4 jam ago

Koteka Sebagai Simbol Identitas Budaya Melanesia di Papua Barat

Oleh: Marius Nokuwo Terkhusus di wilayah pegunungan Papua, identitas kultural terpetakan jelas dalam dua rumpun…

5 jam ago

Batik Air Bakal Masuk Nabire 23 April: Pemprov Papua Tengah Dorong Lompatan Konektivitas dan Ekonomi Wilayah

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah memastikan rencana masuknya Batik Air ke Bandara…

5 jam ago

Konflik Dan Kekerasan Dogiyai Gugurnya Hak untuk Hidup, Duka yang Tak Memihak

Oleh: Frater Sebedeus Mote ​​Sepanjang sejarah dalam kehidupan manusia tidak ada yang lebih berharga pada…

6 jam ago

Anderian Kamo Tegas Soroti Tragedi Dogiyai: KOMPASS Desak Pengusutan Transparan dan Pendekatan Humanis Berbasis HAM

DOGIYAI, TOMEI.ID | Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS), Anderian Kamo, menyampaikan pernyataan sikap…

7 jam ago

Papua Tengah Dorong Dana Abadi Daerah: Instrumen Strategis Perkuat Ketahanan Fiskal dan Pembangunan Berkelanjutan

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah mulai mematangkan langkah pembentukan Dana Abadi Daerah…

9 jam ago