Berita

Bantuan 2 Ton Beras Disalurkan untuk Pengungsi Konflik di Wamena, Dinsos Papua Pegunungan Minta Warga Jaga Perdamaian

WAMENA, TOMEI.ID | Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan bersama Yayasan Keadilan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) menyalurkan 2 ton beras bagi keluarga pengungsi terdampak konflik di wilayah Sinakma dan Wouma, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (23/7).

Bantuan kemanusiaan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat konflik. Penyaluran dilakukan kepada tuan perang (Andugure) Suku Lani di Sinakma dan Suku Wouma-Kurima di Wouma sebagai perwakilan masyarakat penerima.

Kepala Dinas Sosial Papua Pegunungan, Yanius Telenggen, menegaskan bantuan harus diterima oleh warga yang benar-benar terdampak dan tidak disalahgunakan.

“Kalau ada stok ubi atau beras jangan ambil, ini diperuntukkan bagi keluarga yang mengungsi dan meninggalkan tempat tinggal. Tolong perhatikan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan dibagi merata, masing-masing 1 ton untuk masyarakat Suku Lani di Sinakma dan 1 ton untuk masyarakat Suku Wouma-Kurima di Wouma agar distribusi menjangkau seluruh keluarga pengungsi.

Yanius berharap pemerintah dapat terus menghadirkan bantuan lanjutan bagi masyarakat yang masih terdampak konflik.

“Dalam situasi begini kita banyak berdoa kepada Tuhan agar menolong kita,” pesannya.

Selain menyalurkan bantuan, Dinas Sosial Papua Pegunungan mengajak masyarakat menjaga keamanan dan tidak kembali terprovokasi oleh konflik yang berpotensi mengganggu proses pemulihan warga.

“Tetap tenang, kita jaga keamanan bersama. Perang kemarin sudah selesai, jangan lagi ada konflik,” tegasnya.

Penyaluran bantuan turut dipantau langsung oleh perwakilan Kementerian Sosial RI untuk memastikan distribusi berlangsung tertib, tepat sasaran, dan diterima oleh keluarga pengungsi yang berhak. Masyarakat penerima bantuan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas respons cepat dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan warga terdampak konflik. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Green Policing di Taman Gizi, Kapolda Papua Tengah Bersihkan Lingkungan dan Dengarkan Curhat Warga

NABIRE, TOMEI.ID | Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini bersama personel kepolisian melaksanakan kegiatan…

11 jam ago

200 Mahasiswa Teknik UNCEN Dibekali Wawasan Industri Freeport, Teknologi dan Kompetensi Jadi Fokus

JAYAPURA, TOMEI.ID | Sebanyak 200 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih (UNCEN) mengikuti program Eksekutif Mengajar…

12 jam ago

Kapolda Papua Tengah Ajak Pemda se-Tanah Papua Bersatu Tangani Karhutla di Papua Selatan

NABIRE, TOMEI.ID | Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Jermias Rontini mengajak seluruh pemerintah daerah se-Tanah…

12 jam ago

Thedy Pekei: Seniman Papua Harus Punya Panggung di Tanah Sendiri

NABIRE, TOMEI.ID | Ketua Umum Komunitas Rasta Kribo Papua, Thedy Pekei, mendorong pemerintah daerah dan…

14 jam ago

Meki Nawipa Siapkan Rp100 Juta untuk Juara Papua Reggae Festival XI, Nabire Dibidik Jadi Tuan Rumah Tahun Depan

NABIRE, TOMEI.ID | Total hadiah pribadi Rp100 juta rupiah disiapkan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa…

18 jam ago

Puskesmas Amban Gencarkan Sweeping ORI Campak Rubela, Capaian 73,3 Persen Kejar Target 95 Persen

MANOKWARI, TOMEI.ID | UPTD Puskesmas Amban terus menggencarkan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak dan…

1 hari ago