Berita

BEM FKM Uncen Kecam Pengeboman di Yahukimo, Desak Penarikan Militer dan Pengungkapan Pelaku Kekerasan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih periode 2025–2026 menyatakan sikap resmi melalui konferensi pers menyoal pengeboman yang menimpa warga sipil di Kabupaten Yahukimo, provinsi Papua Pegunungan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat Keluarga Besar Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, Abepura, pada Rabu, (26/11/2025).

Ketua BEM FKM Uncen, Yoti Loho, dalam pernyataannya menegaskan bahwa pihaknya mengutuk keras tindakan pengeboman yang diduga melibatkan aparat militer Indonesia di Yahukimo. Loho mendesak Pemerintah Kabupaten Yahukimo untuk segera menghentikan operasi bersenjata yang berpotensi menimbulkan korban sipil.

Loho juga meminta pemerintah daerah bertanggung jawab atas kasus kekerasan yang menimpa masyarakat, termasuk dugaan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap dua perempuan di Yahukimo sejak 2023. Selain itu, ia menyoroti kasus kematian Tobias Silak dan Naro Dapla yang hingga kini belum memperoleh penyelesaian hukum yang memadai.

Dalam kesempatan yang sama, juru bicara konferensi pers Enes Dapla menyampaikan bahwa insiden pengeboman di wilayah Jalan Gunung Satu telah menyebabkan seorang pelajar meninggal dunia serta satu lainnya mengalami luka-luka. BEM FKM Uncen mendesak Presiden Republik Indonesia untuk menarik pasukan organik maupun non-organik dari Yahukimo, serta menghentikan kriminalisasi terhadap warga sipil.

“Militer harus dihentikan memasuki rumah warga tanpa dasar yang jelas, termasuk penyitaan alat kerja dan alat perkebunan milik masyarakat,” tegas Enes.

Melalui konferensi pers tersebut, BEM FKM Uncen menegaskan empat tuntutan utama yang harus segera ditindaklanjuti pemerintah.

Pertama, meminta penarikan pasukan militer organik maupun non-organik dari Kabupaten Yahukimo, termasuk dari wilayah Papua secara umum.

Kedua, mendesak penindakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab atas pengeboman dan berbagai bentuk kekerasan terhadap warga sipil.

Ketiga, menuntut pencopotan Kapolres Yahukimo karena dinilai gagal mencegah dan menangani pelanggaran keamanan.

Keempat, pemerintah daerah bersama Kapolres dan Kodim Yahukimo diminta mengusut tuntas seluruh kasus pengeboman, pembunuhan, dan kekerasan yang hingga kini belum mendapatkan kepastian penyelesaian.

“Enes menegaskan bahwa apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi, BEM FKM Uncen dan elemen mahasiswa lainnya akan menyiapkan aksi demonstrasi skala besar di Yahukimo dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Sebagai penutup, BEM FKM Uncen menegaskan bahwa mereka siap membangun konsolidasi lebih luas dengan mahasiswa dan masyarakat jika tuntutan tersebut tidak mendapat respons. Langkah mobilisasi massa disebut menjadi opsi terbuka sebagai bentuk tekanan publik demi penyelesaian kasus kemanusiaan di Yahukimo. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Papua Tengah Hadapi Ancaman Karhutla dan Kekeringan, Delapan Kabupaten Dipanggil ke Meja Koordinasi

NABIRE, TOMEI.ID | Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, serta cuaca ekstrem mulai menekan…

3 jam ago

Kekeringan dan Hujan Es Lumpuhkan Kebun Warga Kuyawage, Bantuan Diminta hingga 2027

TIOM, TOMEI.ID | Kekeringan berkepanjangan yang disusul hujan es berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat di…

4 jam ago

BPBD-KP Papua Tengah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kebakaran dan…

4 jam ago

BEM UNIPA Bekali Mahasiswa Baru, Tekankan Kepemimpinan dan Kepekaan Sosial

MANOKWARI, TOMEI.ID | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Papua (UNIPA) membekali mahasiswa baru dengan wawasan…

5 jam ago

Delapan Mahasiswa Yahukimo Lulus, IMY Manokwari Gelar Syukuran dan Beri Motivasi

MANOKWARI, TOMEI.ID | Ikatan Mahasiswa Yahukimo (IMY) Kota Studi Manokwari menggelar ibadah syukuran atas keberhasilan…

5 jam ago

Gubernur Meki Nawipa Bentuk Satgas Karhutla Papua Tengah, Operasi Darat dan Udara Disiapkan

NABIRE, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menetapkan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan…

5 jam ago