Berita

BEM Uncen Nyatakan Solidaritas Dukung Aksi Nasional KNPB

JAYAPURA, TOMEI.ID | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih (Uncen) menyatakan solidaritas terhadap Aksi Nasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang mengusung tema “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan”. 

Seruan tersebut disampaikan menjelang aksi yang akan dipusatkan di kawasan Kampus Uncen Waena, Jayapura, Senin (3/8/2026).

Aksi solidaritas berlangsung di Kampus Uncen Atas Waena, Kampus Bawah FKIP, serta pintu masuk Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). BEM Uncen mengajak seluruh mahasiswa ikut berpartisipasi dalam aksi yang, menurut mereka, bertujuan menyuarakan persoalan keamanan dan kemanusiaan di Papua.

Ketua BEM Universitas Cenderawasih, Yuluku Wasiange, mengatakan keterlibatan mahasiswa merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi Papua yang dinilai memerlukan perhatian bersama.

“Mari kita bersolidaritas bersama mendukung Aksi Nasional KNPB yang menyerukan Papua sebagai zona darurat militer dan kemanusiaan,” ujar Yuluku.

Menurut Yuluku, seruan tersebut didasarkan pada pandangan BEM mengenai tingginya keberadaan aparat keamanan di sejumlah wilayah konflik, seperti Intan Jaya, Nduga, Yahukimo, dan Maybrat.

“Benar adanya darurat militer dengan jumlah personel yang begitu besar di Papua, terutama di daerah konflik seperti Intan Jaya, Nduga, Yahukimo dan Maybrat. Kehadiran mahasiswa bersolidaritas tidak hanya sekadar solidaritas biasa, tetapi bagaimana melihat Papua sebagai daerah yang begitu banyak jumlah personel militer dibandingkan daerah lain di luar Papua,” katanya.

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM BEM Universitas Cenderawasih, Darki Urobmapin, menilai mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk merespons berbagai persoalan yang terjadi di Papua. Karena itu, ia mengajak seluruh mahasiswa Uncen mengambil bagian dalam aksi solidaritas.

“Mahasiswa Universitas Cenderawasih harus bersolidaritas bersama Aksi Nasional KNPB karena Papua adalah zona darurat militer dan kemanusiaan. Hal ini menjadi atensi bagi mahasiswa sebagai pelopor,” ujarnya.

Darku juga menyinggung sejarah Universitas Cenderawasih yang menurutnya berkaitan dengan dinamika politik Papua. Menurutnya, momentum aksi nasional memiliki nilai historis yang patut dihormati oleh seluruh sivitas akademika.

“Kampus Universitas Cenderawasih memiliki sejarah dalam pergolakan politik Papua Merdeka. Karena itu, momentum seperti aksi nasional dan hari-hari bersejarah bagi bangsa Papua wajib dihormati oleh mahasiswa Universitas Cenderawasih tanpa kompromi oleh siapa pun, baik pimpinan lembaga Universitas Cenderawasih maupun lembaga-lembaga yang bekerja sama dengan Universitas Cenderawasih,” katanya.

Ia juga menyerukan agar mahasiswa memprioritaskan keikutsertaan dalam aksi solidaritas dan menyatakan tidak seharusnya ada aktivitas perkuliahan selama aksi berlangsung.

“Mahasiswa Universitas Cenderawasih wajib bersolidaritas bersama Aksi Nasional KNPB karena tidak ada aktivitas kampus di lingkungan Universitas Cenderawasih,” tegasnya.

Darku menambahkan, BEM Uncen akan meminta penjelasan apabila terdapat aktivitas akademik yang tetap berlangsung saat aksi dilaksanakan.

“Jika ada aktivitas di lingkungan kampus, sampaikan kepada kami. Kami akan menemui dosen dan mahasiswa Universitas Cenderawasih untuk mempertanyakan alasan adanya aktivitas perkuliahan di lingkungan kampus,” pungkasnya. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

IMPT Cup 2026 Resmi Dibuka, Jadi Ajang Kaderisasi dan Seleksi Tim

MANOKWARI, TOMEI.ID | Turnamen Persahabatan IMPT Cup 2026 resmi dibuka di Lapangan IMPT Paptu Cris…

9 jam ago

BERITA FOTO: Sidak Puspem, Deinas Geley Pastikan Pembangunan Dikebut hingga Akhir Tahun

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, bersama jajaran pemerintah daerah meninjau langsung…

9 jam ago

Sidak Puspem, Deinas Geley Tegaskan Pembangunan Tiga Tower Tuntas 31 Desember

NABIRE, TOMEI.ID | Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan pembangunan tiga tower rumah ASN…

10 jam ago

Victor Fun: Ibu Rumah Tangga Perlu Diperkuat untuk Bangun Ekonomi Keluarga

NABIRE, TOMEI.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah, mendorong peningkatan kapasitas ibu rumah tangga dan…

11 jam ago

Kepala Suku Besar SIMPAPITOWA Tutup Layanan Penyelesaian Adat di Jayanti

NABIRE, TOMEI.ID | Kepala Suku Besar SIMPAPITOWA Tota Mapia, Fabianus Tebai, secara resmi menghentikan layanan…

15 jam ago

Kontrakan Mahasiswa Puncak Jaya di Bandung Belum Lunas, IPMAPUJA Desak Pemda Segera Menyelesaikan

BANDUNG, TOMEI.ID | Persoalan pembayaran kontrakan mahasiswa asal Kabupaten Puncak Jaya di Kota Bandung, Jawa…

15 jam ago