Berita

BEMPT Universitas Sains dan Teknologi Jayapura Gelar Open Talk, Mahasiswa Soroti Fasilitas dan Transparansi Beasiswa

JAYAPURA, TOMEI.ID | Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi (BEMPT) Universitas Sains dan Teknologi Jayapura menggelar forum Open Talk sebagai ruang dialog terbuka antara mahasiswa dan pihak rektorat, bertempat di Auditorium kampus USTJ, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (26/4/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat komunikasi dua arah antara mahasiswa dan pimpinan kampus, sekaligus sebagai wadah resmi penyampaian aspirasi secara terbuka, terstruktur, dan bertanggung jawab dalam kerangka tata kelola perguruan tinggi yang transparan dan akuntabel.

Forum perdana di bawah kepemimpinan Presiden Mahasiswa USTJ, Alekx Omiage You, mengusung tema penguatan sinergi antara mahasiswa dan rektorat sebagai satu kesatuan dalam mendorong kemajuan institusi.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa mengangkat sejumlah persoalan krusial yang selama ini menjadi perhatian bersama, di antaranya keterbatasan fasilitas kampus, kondisi ruang kelas dan laboratorium yang belum optimal, serta akses dan transparansi dalam pengelolaan program beasiswa.

Alekx Omiage You menegaskan bahwa Open Talk bukan sekadar agenda seremonial, melainkan instrumen komunikasi yang konstruktif dalam membangun kesepahaman serta solusi bersama secara rasional dan berkeadilan.

“Forum ini bukan untuk saling menyalahkan, tetapi untuk saling mendengar, memahami, dan mencari solusi bersama,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kampus sebagai ruang bersama menuntut adanya tanggung jawab kolektif dari seluruh elemen civitas akademika untuk menyelesaikan berbagai persoalan secara terbuka, objektif, dan berbasis kepentingan bersama.

Menurutnya, dinamika yang berkembang di lingkungan kampus saat ini menuntut penguatan budaya komunikasi yang sehat, dialogis, serta hubungan yang harmonis antara mahasiswa, dosen, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Budaya saling menghormati, saling mendengar, dan saling menguatkan harus menjadi fondasi utama sebagai satu keluarga besar kampus,” ujarnya.

Ia berharap forum tersebut mampu melahirkan kesepahaman yang konkret dan terukur, di mana setiap aspirasi mahasiswa tidak hanya didengar, tetapi juga ditindaklanjuti melalui kebijakan dan langkah nyata oleh pihak rektorat.

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan organisasi mahasiswa dari lima fakultas, perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), 16 pimpinan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), serta lebih dari 160 mahasiswa. Dari pihak kampus, hadir Rektor USTJ, M. Rusdianto Abu, bersama jajaran wakil rektor, dekan, dan ketua program studi.

Tingginya partisipasi mahasiswa dalam forum ini dinilai sebagai indikator bangkitnya kembali aktivitas organisasi kemahasiswaan setelah sebelumnya mengalami kevakuman di tingkat BEM maupun HMPS.

“Sebelumnya partisipasi rendah karena kevakuman di tingkat BEM dan HMPS. Saat ini kami fokus mengaktifkan kembali struktur organisasi agar komunikasi dan partisipasi mahasiswa meningkat,” jelas Alekx Omiage You.

Ke depan, BEMPT USTJ berkomitmen untuk memperluas pelaksanaan Open Talk hingga ke tingkat fakultas dan program studi guna memastikan penyelesaian persoalan berjalan lebih sistematis, bertahap, dan tepat sasaran.

Lebih lanjut, BEMPT menegaskan akan mengawal hasil dialog tersebut dalam kurun waktu enam bulan ke depan sebagai bentuk kontrol terhadap komitmen bersama yang telah dibangun secara terbuka.

“Kami berharap ada respons konkret dari pihak kampus. Jika dalam enam bulan tidak ada perubahan signifikan, maka BEMPT siap melakukan mobilisasi massa untuk menuntut pertanggungjawaban,” tandasnya.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 14.00 WIT tersebut ditutup dengan penandatanganan berita acara sebagai simbol komitmen bersama antara mahasiswa dan pihak kampus dalam mendorong perbaikan berkelanjutan, transparansi tata kelola, serta penguatan kualitas pendidikan di lingkungan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Kematian Elki Wunungga Picu Sorotan, Tokoh Bokondini Minta Polda Bertindak Terbuka

JAYAPURA, TOMEI.ID | Desakan terhadap aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan penembakan warga sipil…

3 jam ago

Warga Pugisiga Bersatu Buka Jalan, Dorong Pembangunan hingga Pemekaran Distrik

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Semangat gotong royong kembali menjadi kekuatan utama masyarakat pedalaman Papua dalam…

3 jam ago

Keluarga Pertanyakan Dasar Hukum Penangkapan Oktopianus Douw, LBH Papua Soroti Dugaan Kriminalisasi Lewat Unggahan Medsos

NABIRE, TOMEI.ID | Keluarga Oktopianus Douw bersama tim kuasa hukum dari LBH Papua mendatangi Direktorat…

3 jam ago

Sidang Etik Kasus Dogiyai Dinilai Sarat Kejanggalan, Aktivis HAM Tuding Polda Papua Tengah Lakukan “Pembohongan Publik”

NABIRE, TOMEI.ID | Sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri (KKEP) terhadap 12 anggota Polres Dogiyai…

4 jam ago

Perekrutan Maba Kedokteran Lewat MoU Pemda Dinilai Diskriminatif, Rektor dan Dekan FK Uncen Didesak Cabut Kebijakan

JAYAPURA, TOMEI.ID | Kebijakan penerimaan mahasiswa baru Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (Uncen)…

9 jam ago

Kick Off 30 Mei, 9 Tim Tanah Papua Siap Bersaing di Liga 4 Nasional 2026

JAYAPURA, TOMEI.ID | Putaran Nasional Liga 4 Indonesia 2025/2026 atau Piala Presiden resmi akan dimulai…

9 jam ago