Berita

Bentrok Antarwarga Yali–Lani Pecah di Wamena Usai Mediasi Kasus Pembunuhan, Satu Orang Tewas

WAMENA, TOMEI.ID | Bentrokan antarwarga dari Suku Yali dan Suku Lani pecah di Perempatan Tugu Salib Wio Silimo, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (19/1/2026) sore, usai mediasi di Polres Jayawijaya.

Bentrokan terjadi sekitar pukul 17.50 WIT, tidak lama setelah kedua kelompok massa meninggalkan Mapolres Jayawijaya pasca mediasi kasus pembunuhan almarhum Fiktor Pahabol dari Suku Yali, yang terjadi pada 25 November 2025 di depan Gereja GPDI El-Shadai, Wamena.

Informasi yang dihimpun tomei.id menyebutkan, mediasi berakhir sekitar pukul 17.30 WIT. Massa dari Suku Yali bergerak ke arah Wouma, sementara massa dari Suku Lani menuju kawasan Jalan Sosial. Namun dalam perjalanan, massa dari Suku Yali berbelok ke arah Perempatan Kantor Bupati dan diduga melakukan provokasi terhadap massa Suku Lani yang berada di sekitar Tugu Salib Wio Silimo.

Situasi kemudian memanas. Massa dari kedua belah pihak terlibat aksi saling serang menggunakan panah dan batu. Aparat kepolisian yang dibantu personel Brimob segera melakukan penyekatan serta menembakkan gas air mata guna membubarkan massa dan mencegah bentrokan meluas.

Sekitar pukul 18.15 WIT, aparat berhasil mengendalikan situasi. Kapolres Jayawijaya mengimbau kedua belah pihak untuk menahan diri dan kembali ke wilayah masing-masing. Situasi dilaporkan mulai kondusif sekitar pukul 18.55 WIT.

Dalam insiden tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia. Korban diketahui bernama Melianus Wakerwa (20), seorang mahasiswa asal Sinakma dari Suku Lani. Korban mengalami luka tikam di bagian dada kiri dan dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan awal, korban diduga terluka akibat senjata tajam yang digunakan rekan sendiri saat situasi pengunduran massa.

Sementara itu, data kerugian materiil hingga kini masih dalam pendataan oleh aparat keamanan. Jumlah korban luka juga belum dapat dipastikan, karena sejumlah korban dilaporkan langsung dibawa ke wilayah masing-masing dan tidak dirujuk ke RSUD Wamena.

Sumber keamanan menyebutkan, bentrokan dipicu belum tercapainya kesepakatan dalam mediasi adat antara kedua belah pihak. Dalam mediasi tersebut, pihak Suku Yali disebut mengajukan tuntutan denda adat sebesar Rp15 miliar ditambah 50 ekor babi, sementara pihak Suku Lani menyanggupi Rp1,05 miliar dan 35 ekor babi.

Aparat keamanan kini meningkatkan patroli dan penyekatan di sejumlah titik rawan di Wamena guna mencegah potensi bentrokan susulan, mengingat adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hingga Senin malam, massa Suku Yali dilaporkan berada di kawasan Kompleks Maplima, sementara massa Suku Lani masih bertahan di wilayah Sinakma.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi resmi lanjutan terkait perkembangan situasi pascabentrokan tersebut. Tomei.id akan terus berupaya menghimpun dan memperbarui informasi terbaru dari pihak berwenang maupun sumber terkait. [*].

Redaksi Tomei

Recent Posts

Terima 34 Motor dari Gubernur, Wim Joani: Bantu Ekonomi dan Buka Lapangan Usaha

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Penerima bantuan sepeda motor dari Gubernur Papua Tengah, Meki Frit Nawipa,…

7 jam ago

Meki Nawipa Targetkan Intan Jaya Terang 24 Jam Mulai Desember 2026

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menargetkan Kabupaten Intan Jaya mulai menikmati…

7 jam ago

Meki Nawipa Cek Sekolah dan PLN di Intan Jaya, Janji Percepat Pembangunan

INTAN JAYA, TOMEI.ID | Gubernur Papua Tengah Meki Frit Nawipa, bersama rombongan Forum Koordinasi Pimpinan…

8 jam ago

Pasokan Menipis, Harga Sirih di Pasar Sanggeng Tembus Rp700 Ribu

MANOKWARI, TOMEI.ID | Harga sirih di Pasar Sanggeng, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, melonjak hingga Rp700.000…

9 jam ago

Pelajar Tolak MBG, Kadisdikbud Papua Tengah: Kewenangan Ada di BGN

NABIRE, TOMEI.ID | Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah Nawipa, menegaskan pihaknya…

9 jam ago

Kapolres Nabire Akui Aksi Tolak MBG Berjalan Aman, 467 Personel Gabungan Dikerahkan

NABIRE, TOMEI.ID | Kapolres Nabire AKBP Samuel Dominggus Tatiratu mengakui aksi demonstrasi pelajar dan mahasiswa…

16 jam ago